Love Me Please

Love Me Please
Bab 23



"Apa jadwal saya hari ini Sya"?ya sejak kejadian hari di mana Fisya meminta diri nya di panggil dengan nama Fisya,Al mulai membiasakan dirinya untuk memangil nama itu


Al yang baru masuk kedalam ruangannya langsung saja menanyakan kegiatannya hari ini.


"Hari ini tidak ada tuan,hanya tanda tangan laporan yang sudah saya letakkan di meja kerja anda tuan".ucap Fisya.


"Tapi untuk nanti malam ada undangan dari tuan Dahlan wijaya tuan"ucapnya lagi


"jam berapa"?


"jam 8:00 tuan".


"Hmmm baiklah, kamu ikut denganku nanti malam".


"Tapi tuan".


"Tidak ada tapi-tapian, itu perintah".ucap Al dengan menegaskan perkataannya


"Baiklah tuan"dia hanya pasrah saja menerima perintah dari atasanya.


"Saya akan menjemputmu nanti malam,berikan alamatmu".pinta Al


"Tidak usah tuan, saya bisa datang sendiri tuan,nanti kita bisa bertemu di sana tuan".


"Kamu ini, baiklah kalau kamu tidak mau,saya akan potong gaji kamu karena kamu telah menolak perintah atasanmu ".ancam Al sebenarnya Al tidak ingin mengancam Fisya hanya saja ini kesempatan bagus bagi dirinya untuk dekat dengan Fisya, siapa tau nanti Fisya bisa berubah pikiran itulah yang di fikirkan Al.


"Haissssss Bisa-bisanya mengancam dengan cara itu".batin Fisya


"Baiklah tuan"


"seperti ini kan enak, kamu patuh terhadap perintah bossmu,jadi gaji kamu juga aman,kamu memang sekretaris yang bisa diandalkan",ucap Al sambil terseyum dengan seyuman yang begitu manis,"ternyata cukup degan ancaman itu kamu bisa patuh kepadaku Sya,baiklah mulai sekarang aku akan sering menggunakan cara itu hehehe" batin Al yang merasa senang atas usahanya kali ini tidak sia sia dia menggunakan cara licik seperti itu.


"Cepat kirimkan alamatmu"


Fisya segera mangambil smartphonnya lalu mengetik alamat rumahnya setelah selesai barulah dia mengirim ke pada atasanya.


"Sudah tuan"


Al yang merasa getaran di saku jasnya, segera mengambil beda canggih itu lalu dia pun segera mebuka pesan yang di kirim oleh sekretarisnya.


"Apa! selama ini dia tinggal di sini dan apa lagi ini, kenapa aku tidak pernah tau".batin Al yang terkejut setelah membaca pesan yang dikirim oleh sekretarisnya, mengetahui tempat tinggal Fisya yaitu di perumahan yang sama denganya yang lebih membuat Al terkejut rupanya rumah mereka malahan berhada hadapan yang hanya terhalang oleh jalan yang berapa cm saja.


"Kamu sudah lama tinggal di sini"? yang sangat penasaran sudah berapa lama sekretarisnya ini tiggal di perumaha itu kenapa dia sampai tidak tau.


"lumayan tua selama saya bekerja di sini, apa masih ada yang anda inginkan tua"?Fisya ingi segera mengakhiri percakapanya dengan Al dan segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa cepat pulang.


"Ohh, sudah tidak ada lagi, kamu bisa kembali kemeja kamu".ucap Al


"Begini ni kalau jodoh pasti tak akan kemana,pasti akan selalu di mudahkan segalanya, mungkin ini kesempatan aku untuk bisa lebih dekat lagi dengannya,ini yang di maksd dengan tak akan lari gunung dikejar dan tak akan di kejar gunung berlari hahaha".batin Al yang merasa sangat-sangat senang jalannya untuk mendekati Fisya semakin mulus saja kalau begi, sehinga ingin sekali dirinya tertawa dengan kencang-kencang nya tapi tidak mungkin nanti di kira gila lagi.