
"Ini juga sangat enak nona Fisya apa anda ingin saya ambilkan yang ini juga".tawar Ben lagi kepada Fisya dengan menunjukan jarinya pada menu ikan bakar yang ada di meja tersebut.
Fisya merasa begitu tidak nyaman atas apa yang sedari tadi Ben lakukan.ingin sekali rasanya dia memaki lelaki ini sedari tadi menawarkan makanan untuknya padahal dia bisa mengambilnya sendiri kalau dia mau.
"Maaf tuan sebelumnya, saya bisa mengambil sendiri kalau saya mengiginkannya tuan".ucap Fisya yang sudah tidak tahan lagi terhadap lelaki yang duduk di depanya ini sedari tadi asik menawarkan makanan untuk dirinya bahkan kadang menawarkan makanan yang sama sekali tidak dia sukai.
"Saya sama sekali tidak keberatan nona".
Al yang sedari tadi memerhatikan kelakuan klaennya yang satu ini ingin sekali rasanya Al menjawab ucapan pria ini,memberitahukan kalau Fisya itu kekasihnya supaya tidak mengganggunya lagi.
Tapi baru saja Al ingin mengeluarkan suaranya untuk menegur klaennya ini sudah mendengar sebuah jawaban yang membuat dia langsung terseyum mendegar jawaban itu.
"Tapi saya yang keberatan".ucap Fisya tegas dengan raut wajah yang datar sedatar jalan aspal mungkin, terlihat sekali kekesalan di wajah wanita cantik ini.
"Maaf".ucap Ben yang merasa bersalah karena telah membuat perempuan yang sudah lama dia sukai ini terlihat kesal terhadap apa yang telah dia lakukan,"mengerikan sekali ternyata tatapannya itu kalau sudah kesal apa lagi kalau lagi marah".batin Beh.
Fisya sama sekali tidak menghiraukan permintaan maaf Ben.
Mereka akhirnyapun melanjutkan acara makan siang itu walaupun tadi sedikit sempat tertunda akibat ulah CEO JAYA ABADI itu.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, mereka pun segera membahas tentang lanjutan perpanjagan masa kontrak kerjasama antara kedua perusahaan tersebut.
Setelah hampir sejam mereka membahas kerja sama mereka itu walaupun terkadang mereka juga membahas hal-hal lain, akhirnya selesai juga.
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan Ben senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda".ucap Al dengan menjabat tangan Ben.
"Iya saya juga senang bisa bekerja sama dengan perusahan anda tuan".jawab Ben juga.
"Nona Fisya"?panggil Ben "apa nanti malam anda sibuk"?tanya Ben
Fisya yang mendegar nama nya di panggil pun langsung menolehkan pandangannya terhadap lelaki yang telah memanggilnya dan memberikan pertanyaan tersebut.
"Kenapa"?tanya Fisya
"Saya hanya ingin mengajak anda untuk keluar malam ini,mungkin kita bisa jalan-jalan ataupun menonton Flm kesukaan anda".tutur Ben yang ingin sekali bisa lebih dekat dengan sekretaris klaennya ini.
"Tidak bisa".bukan Fisya yang menjawabnya melainkan Al yang memberi jawaban itu.
Melihat kebigungan di wajah Ben,Al pun segera menjelaskan apa yang sejak tadi ingin sekali dia ucapkan.
"Maaf sebelumnya tua Ben, kekasih saya tidak bisa keluar dengan anda"..
"Maksudnya"?tanyan Ben yang belum paham, kekasih?siapa yang di maksud kekasih oleh tuan Al ini.
"Iya Fisya kekasih saya, jadi saya harap anda paham apa yang saya katakan tuan".
"Apa"! mendengar apa yang di katakan oleh Al membuat Ben begitu patah hati bagai mana bisa wanita yang ingin sekali di jadikan pujaan hatinya ini memiliki hubungan dengan atasanya sendiri.sungguh dia tidak bisa mengatakan apapun.
Fisya yang terkejut hanya bisa melongo mendengar pengakuan bossnya ini tanpa bisa membantahnya.
"Ayo kita pergi".ucap Al dengan menarik tangan Fisya untuk segera mengikutinya tanpa memperdulikan keadaan klaennya yang mungkin sedang patah hati itu