Love Me Please

Love Me Please
Bab 25



"Ada apa memangnya dengan tetangga depan rumah kita"?


"Tetangga depan rumah kita perempuan ya ma"?


"Iya kenapa , apa kamu suda pernah berjumpa denganya"?Jawab dan tanya mama Anita yang merasa penasaran.


Belum juga Al menjawab, mama Anita sudah melanjutkan pertanyaan nya lagi.


"Apa jangan-jagan kamu suka sama tetangga kita itu, wahh kalau itu mama mah setuju".Ucap Mama Anita merasa senang karena pasti tidak lama lagi dia bakalan punya menantu.


"Ehh.. eh... bukan gitu ma".


"Sudah ngak usah malu, mama setuju kalau sama Fisya".


"Mama kenal ama Fisya"?


"lah gimana ngak kenal, bahkan satu komplek ini kenal, kamu ngak tau dia itu kembang komplek ini tau". ucap mamam Anita" bahkan pemuda yang ada di sini itu semuanya pada tergila gila sama Fisya asal kamu tau itu, tapi sayang semua nya dia tolak, makanya mama jugan ingin menjodohkan kamu sama dia, kalau kamu berjodoh sama dia pasti seluruh warga komplek ini heboh dan iri sama mama, mama sangat beruntung kalau kamu benar-benar jadian sama dia".kata mama Anita panjang lebar dia berharap sekali kalau putranya ini memang suka sama tetangga depan rumahnya


mendengar penyataan dari mamanya ia merasa ini kesempatan terbaik buat dia dekat lagi degan Fisya.


"Memangnya mama mau bantuin deketin Al sama Fisya"?


Mama Anita senang sekali mendengar perkataan anaknya


"Mau sekali mama Al, apa lagi Fisya sering kemari,kapan memangnya kamu mau mama kenalin"?


"Besok ma".


"Hah kamu serius Al"?mama Anita sunguh tidak percaya mendegar jawaban yang di berikan oleh Al , dia sangat senang mendegarnya


"Ok beso ya, tapi kamu harus tepati janji kamu, awas kalau nanti kamu bohong,akan mama ulek ulek kamu paham"!ancam mama Anita


"besok jam 6:00 mama tunggu kamu"


"lah kok pagi sekali sih ma, jam 8 ya ya".


"No".


"Tapi kenapa ma"?


"Kamu ini , Fisya itu pagi-pagi sekali dia udah joging tiap hari libur asal kamu tau, kalau sudah lewat jam 8 dia ada urusan lain lagi jadi tidak akan mau di ganggu lagi".


"Seperti orang penting saja pakai acara sibuk, padahal besok kan hari istirahat karena sudah hampir seminggu bekerja".


"Kamu fikir dia itu seperti kamu kalau hari libur itu kerjaanya hanya tiduran aja di rumah!,jadi apa ngak, kalau ngak jadi mama ngak apa-apa sih".


"Iya..iya jadi, mama seperti ibunya saja yang tau semua kegiatannya.ucap Al yang kesal mendegar ucapan mamanya.


"kan memang benar apa yang mama bilang, kamu itu hari libur di penuhi dengan tidurrrr melulu, bagunnya pun cuma buat makan aja habis itu tidur lagi kaya kebo aja".omel mama Anita


"iya iya, yaudah Al mau ke kama dulu". pusing Al mendegar omelan mamanya itu lebih baik dia segera kekamarnya,yang ada makin pusing dia kalau masih berada di sini.


Al pun segera melangkah pergi meninggalkan mama nya yang masih ingin menceramahinya.


"Al" panggil mama Anita,"mama belum selesai".


Al terus berjalan tanpa ingin menjawab panggilan mamanya, kalau masih diladeni tidak akan habis habisnya mamanya mengomel.


"Isss anak ini, gini ni kalau di bilangin selalu begitu ngak pernah mau degar".omel mama Anita yang melihat Al langsung pergi tanpa memperduli panggilannya,padahal dia kan belum selesai berbicara denga putranya itu.