Love Me Please

Love Me Please
Bab 89



"Tumben hari ini kamu bagunya cepat Al"? ucap mama Anita.


Mendengar ucapan mama Anita, sama sekali tidak membuat Alkasy menjawabnya langsung akan pertanyaan mamanya itu . malahan dia menatap mamanya degan salah satu alis yang terangkat bingung!?. " tumben? apanya yang tumben ma "? tanya Al yang bingung akan ucapan mamanya.


"Ya tumben kamu pagi ini bagun cepat, biasanya kan harus mama ketok dulu pintu kamar mu, baru kamu bagun!, lagian itu muka kenapa cerah sekali pagi ini kayak habis menang lotre aja, ayo bilang ama mama kenapa coba?, apa ada yang membuat mu bahagia Al? katakan pada mama"!. tanya mama Anita yang pengen tau.


"Ih apaan sih ma.., kalau nayak itu satu- satu ma, bingung Al jawabnya"!


Membuat papa Andrew yang berada di tegah- tegah antara istri dan anaknya pun hanya terseyum. menanggapi obrolan putranya dengan istrinya tanpa ingin menimpalinya. suasana seperti ini yang begitu dia rindukan , apa lagi kalau membayangkan akan ada cucu yang akan menemani hari tuanya pasti akan semakin membuat dia bahagia.


"Alah tinggal jawab aja pun susah,mau jawab yang mana aja duluan kan ngak masalah, kamu aja yang bikin bingung diri sendiri"! ucap mama Anita pagi-pagi sudah cerewet.


" Mama kepo!, Seharus nya mama senang dong lihat Al yang bagun cepat , jadi ngak bikin tangan mama sakit buat ngebagunin Al!, muka Al kan memang selalu begini ma. cerah setiap hari seperti sinar pagi yang selalu menyinari bumi ma"!jawab Al asal agar mamanya tidak banyak tanya lagi, kalau ngak bakal lama dia menemuit pujaan hatinya" Ah rasanya sungguh tidak sabar" batin Al yang terseyum.


Selesai breakfast., Al segera berpamitan kepada kedua orang tuanya, dirinya ingin segera berjumpa dengan kekasih hatinya, dia terlihat buru-buru sekali padahal jarak antara rumahnya dan rumah Fisha hanya beberapa langkah saja.


Alkasy pun segera menghentikan mobilnya di tempat biasa yaitu di depan rumah Fisha,untuk menjemput pujaan hatinya. dan dia segera turun dari dalam mobilnya dengan menyenderkan tubuhnya di samping pintu mobilnya dengan satu tangannya dia masukkan kedalan saku celana, dan satu tangannya lagi di biarkan begitu saja,bahkan sesekali dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. gayanya yang begitu keren, membuat para gadis- gadis yang lewat di perumahan tersebut sampai terpesona melihatnya, dia segaja bergaya begitu, ingin membuat Fisha terpesona kepadanya dan tidak akan berpaling lagi dari dirinya.


Fisha yang masih berada di dalam rumahnya pun begitu gelisah, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Alkasy hari ini, mengigat kejadian semalam membuat dirinya begitu malu, dia merasa salah tinggah kalau bertemu dengan Al. pipinya saja sampai memerah membayangkan ucapannya semalam.


Dengan menahan segala rasa yang ada, Fisha pun segera keluar dari rumahnya, dia akan bersikap seperti biasa di depan Alkasy agar laki-laki itu tidak akan tau kalau dirinya sedang salah tingkah bila bertemu dengannya.


Fisha yang baru saja keluar dari dalam rumahnya pun, bahkan belum sempat untuk menutup pintu rumahnya hanya terdiam memantung tanpa bisa melakukan apapun.


"Glek" dengan menelan salivanya Fisha sungguh begitu terpesona melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan rumahnya,penampilannya begitu membuatnya jantungnya berdetak begitu kencang,apa lagi dengan tatapannya itu yang begitu menusuk hingga menembus hatinya membuat dirinya semakin berdebar debar saja. sungguh penampilan Al hari ini mampu menghipnotisnya, kenapa pria yang berdiri di depan rumahnya ini semakin hari semakin tampan, gagah mempesona saja, kalau begini kejadiannya Fisha bakalan tidak bisa menolak akan pesona Alkasy .


Bahkan dia bisa merasakan bagaimana detak jantungnya yang berdebar debar seperti beberapa tahun lalu ketika pertama kali berjumpa dengan Alkasy


Apakah cinta itu masih ada walaupun dirinya sudah menguburnya sedalam mungkin apakah masih ada sisa sisa perasaan cintanya untuk Alkasy sehingga membuat dirinya seperti di kelilingi oleh kupu-kupu hingga semburat merah di pipinya kembali muncul memikirkan segala keungkinan tentang perasaannya.


"Haii. sudah siap" sapa Alkasy yang segera membuyarkan lamunan Fisha.


"Ah i-i iya"! ucap Fisha begitu gugup.


"Ayo "ucap Alkasy selanjutnya.