Love Me Please

Love Me Please
Part 124



Aron mengurangi kecepatan mobilnya dia merangkul Sabi dengan sebelah tangannya dan membawa wanita itu kedalam pelukannya.


"Aku akan selalu ada untuk mu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kau walaupun seujung kuku."Tegas Aron dengan mengusap rambut Sabi penuh kasih sayang yang membuatnya semakin terisak di perlakukan begitu.


Sabi melepaskan pelukan Aron dan menoleh kebelakang saat melihat lampu mobil yang menyorot mobil mereka."A-aron polisi!"Ucap Sabi dengan terbata-bata.


Aron menghelah nafasnya kasar dia sudah menduga hal ini akan terjadi."Sabi perkuat sabuk pengamannya dan berpegangan lah dengan erat."Perintah Aron sebelum akhirnya menambah kecepatan mobilnya.


"Aron kita bisa celaka kalau begini."Sabi sudah sangat takut apalagi kondisi jalanan yang gelap dan licin."Aku tidak apa jika harus di penjara lagian itu juga salahku aku-"Ucap Sabi yang tidak ingin Aron ikut terluka, rasanya sudah cukup.


"Sabi berhentilah bicara omong kosong!"Aron sangat marah saat Sabi bicara seperti itu."Bukankah sudah ku bilang aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh mu meskipun nyawa ku taruhannya."


Tangis Sabi seketika saja kembali pecah saat Aron memperjuangkan dirinya sebegitu nya.


"Sekarang kau dengarkan saja aba-aba dariku tidak perlu menoleh ke belakang, kau percaya padaku bukan?"Tanya Aron dengan melirik sekilas ke arah Sabi yang terlihat menganggukkan kepalanya.


"Nanti saat sampai di persimpangan semuanya akan menjadi gelap kau jangan berteriak turuti seperti yang aku perintahkan tadi!" Ucap Aron yang kembali di anggukan dengan Sabi.


Aron melirik dua buah mobil polisi yang berada di belakang mobilnya melalui kaca spion."Perkuat pegangannya!"Perintah Aron yang langsung di laksanakan Sabi.


Aron semakin menambah kecepatan mobilnya yang membuat polisi itu tertinggal jauh di belakang dan benar saja ketika akan sampai di persimpangan semuanya menjadi gelap karena Aron mematikan lampu mobilnya.


"Sial kita kehilangan jejak."Ucap salah seorang polisi."Tambah kecepatan mobilnya."Perintah sang komandan.


"Itu dia!"Ucap polisi tersebut saat melihat mobil yang mereka ikuti tadi kembali terlihat."Tambah lagi kecepatannya kita tidak boleh sampai kehilangan jejak lagi."


Kedua mobil polisi itu semakin dekat mereka saling merapat bersiap menyalip mobil di depan mereka namun gagal karena mobil itu kembali menambah kecepatannya.


Adengan kejar-kejaran pun terjadi semakin sengit apalagi ketika hujan yang turun semakin deras yang membuat penglihatan para pengemudi menjadi buram.


Di tempat lainnya tepatnya di sebuah gubuk sedang menyala api dengan kobaran besar meskipun sedang hujan tapi bukannya padam api nya malah semakin membesar hingga mobil pemadam kebakaran datang membantu memadamkan api.


Sedangkan polisi dengan cepat mengamankan beberapa orang pelaku yang sudah di lumpuhkan oleh beberapa orang berbadan tegap tersebut. Setelah mengucapkan terimakasih pada orang-orang itu polisi segera membawa mereka karena ketua dari para pelaku sudah lebih dulu di lumpuhkan Adam Vander untuk di amankan di kantor polisi.


"Bandara sudah di tutup untuk dua jam ke depan, carilah orang seperti ciri-ciri yang aku sebutkan tadi!"Perintah Adam pada seseorang melalui sambungan telepon.


Setelah mematikan sambungan teleponnya Adam kembali melajukan mobilnya menuju mansion Vander karena ada sesuatu hal penting yang harus dia urus disana.


Di lain tempat terlihat Carlos yang sedang terduduk di dalam ruang temaram, menyandarkan kepalanya ke dinding dengan mata terpejam. Dia teringat kejadian beberapa saat yang lalu saat polisi menghadang mobilnya dan menangkapnya atas pengakuan anak buah yang dia tugaskan untuk membakar gubuk tua itu.


"Seharusnya aku tidak berurusan lagi dengan pria bodoh itu."Sesal Carlos karena telah menugaskan orang yang sama untuk menjalankan perintahnya beberapa tahun yang lalu.


Dia pikir pria itu dapat di percaya karena rahasianya selama ini aman-aman saja, tapi nyatanya kali ini pria itu tertangkap dan sialnya dia mengakui semuanya pada polisi termasuk kejahatannya beberapa tahun lalu hanya karena gertakan Adam yang akan ikut memenjarakan istri dan anaknya jika dia tidak mau jujur.


Jika saja hanya masalah pembakaran gubuk tua itu Carlos yakin pasti dia bisa menyelesaikannya, tapi masalahnya sekarang bukan hanya itu saja dan dia yakin hidupnya kali ini benar-benar hancur. Itulah sebabnya dia ikut membawa nama wanita yang sangat di puja Aron Chandler itu karena tidak ingin membusuk di penjara ini sendirian.


Kejar-kejaran antara polisi dan mobil Aron Chandler masih saja berlangsung hingga pada akhirnya polisi meminta kepada beberapa rekannya untuk menunggu di ujung untuk menutup jalan agar bisa mengepung mereka.


Tapi ternyata rencana polisi dengan menutup akses jalan tidak membuahkan hasil karena mobil itu mematikan lampu mobilnya untuk menerobos seperti sudah mengetahui jebakan mereka hingga polisi yang menanti terkecoh, terlambat menyadari kedatangan mobil itu apalagi di sana tidak ada penerangan selain lampu mobil karena bukan jalan utama.


"Sial, dia sangat lihai menyetir!"Umpat sang komandan polisi.


Polisi yang berjaga di ujung pun ikut mengejar hingga ada empat mobil polisi yang saling berpacu menghentikan mobil tersebut namun kejadian naas terjadi, mobil itu melaju dengan kencang sedangkan di depan ada belokkan hingga tidak terlihat sebuah truk besar datang dan menghantam mobil tersebut hingga terjun bebas ke jurang sampai hancur dan mengeluarkan kobaran api besar di tengah hujan lebat.


Para polisi yang kaget mendengar benturan keras menghentikan mobil mereka dan segera turun melihat apa yang terjadi begitu pun dengan supir truk yang ikut keluar dengan tubuh yang gemetar.


Semuanya terjadi begitu cepat, dia tidak dapat melihat dengan benar di tengah hujan lebat ini, apalagi mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi yang membuatnya tidak sempat memijak rem.


"Ya tuhan,,,"Ucap supir truk tersebut dengan terduduk lemah di jalan.


Dia memilih tetap menyetir di dalam hujan ini karena biasanya jalanan ini sepi, jarang di lewati orang-orang hingga dia tidak menduga mobil mewah itu akan datang dari arah berlawanan.


Para polisi pun segera meminta bantuan pada tim pemadam kebakaran, mereka terdiam menyaksikan api yang semakin membesar itu hingga puncaknya terjadi ledakan besar yang dapat di pastikan penumpang di dalamnya hancur.


Serine polisi dan mobil kebakaran pun saling bersahutan, kini lokasi sudah terlihat ramai dan wartawan juga sudah mulai meliput berita terkini hingga peristiwa malam itu tersebar ke telinga banyak orang.


Bersambung.