Love Me Please

Love Me Please
Bab 57



"Apa kau baik-baik saja".ucap Al sambil menghampiri Fisya dengan memeriksa tubuh Fisya apakah terjadi sesuatu sampai membuat sekretarisnya itu terlambat datang."untunglah tidak terjadi sesuatu kepadamu Sya sungguh aku begitu khawatir terhadap dirimu".


Mendengar ucapan Al, Fisya hannya dapat menautkan alisnya saja.


"Tolong kondisikan tangannya tuan".ucap Fisya yang kesal terhadap atasannya ini.pasti hanya akal-akalanya saja mengkhawatirkan dirinya padahal hanya ingin mencari kesempatan untuk bisa menyentuh tubuhnya."Dasar mesum".batin Fisya.


"Ah,, heheh maaf Sya".ucap Al yang sadar akan kelakuannya."aku hanya menngkhawatirkan dirimu saja Sya".ucap Al salah tingkat sambil mengusap kuduknya merasa salah tingkah akan perbuatannya.


"Ck".Fisya pun segera menuju ke meja nya meninggalkan Al yang masih berdiri di depannya, tidak ingin berlama-lama berbicara dengan atasannya ini yang ada bakalan membuat dia darah tinggi.


"krukk krukkk krukk".Belum juga mendudukan dirinya di bangku kerjanya,perut Fisya mulai kembali berbunyi minta segera di isi.


"Kamu belum sarapan Sya"?tanya Al yang mendengar bunyi yang begitu keras berasal dari perut sekretarisnya.


"Memalukan sekali".batin Fisya,tapi dia masih bersikap seperti biasa,dia tidak ingin terlihat kikuk di hadapan atasannya akan bunyi perutnya itu,itu akan semakin membuatnya malu kalau ketahuan.


"Tidak, mungkin tuan salah mendengarnya"!.


"Jelas-jelas tadi aku mendengarnya Sya,lebih baik kamu sarapan dulu dari pada nanti kamu tidak fokus kerjanya".ucap Al


Al begitu perhatian sekali kepadanya,walaupun begitu dia tetap harus membentengi dirinya jangan mudah luluh terhadap perhatian yang di berikan oleh Bossnya ini.


"Tidak tuan, saya sudah terbiasa seperti ini".ucap Fisya yang mengakhiri pembicaraan antara keduanya.


"Ck.keras kepala sekali, aku tau dia pasti kesiangan hari ini,makanya bisa melupakan sarapannya,tapi di bilangin masih juga ngebantah".gumam Al yang mulai mengetikkan sessuatu di ponselnya itu.


Selang beberapa menit, terdengar suara ketukan di pintu ruangan Al."Masuk".ucap Al yang menyuruh seseorang yang di luar sana untu segera masuk.


"Oh terimaksi, letakkan saja di situ". ucap Al


setelah meletakkan nampam itu "Apa ada yang anda perlukan laki tuan"?tanyanya lagi.


"Tidak ada, kamu bisa kembali untuk bekerja kembali".


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi tuan".ucapnya dan segera berlalu dari ruangan atasannya.


Setelah kepergian OB itu, Al segera bangun dan berjalan kearah Fisya tidak lupa dengan nampan di tangannya.


"Makanlah".ucapnya


Fisya hanya bisa mengerutkan dahinya saja mendegar ucapan Al yang membuat dirinya bingung.


"Aku tau kamu pansti belum makan, jadi aku memesan makanan untuk mu".


"Tidak perlu tuan,terimakasih".tolak Fisya yang tidak ingin menerima perhatian dari Alkasy.


"Ck, jangan keras kepala, nanti yang ada kamu bakalan sakit perut lagi karena tidak sarapan,aku tau kamu tidak biasa kalau tidak sarapan.kamu ingin merasa sakit perut lagi seperti dulu bahkan harus menginap lagi di RS kamu mau seperti itu". ucap Al panjang lebar dengan tangannya membuka bungkusan makanan.


Deg


"Apa ini, dia masih mengingat kebiasaanku, dan kejadian itu dia masih ingat juga".batin Fisya tidak menyangkan Al mengingat kebiasaan dirinya yang tidak bisa kalau tidak sarapan pagi pasti akan mengakibatkan sakit pada perutnya dan berujung dia masuk RS kalau dia melupakan kebiasaanya itu.