
Melihat Fisha yang sudah tidak ada lagi di balkon kamarnya pun, Alkash pun segera masuk ke dalam kamarnya, merebah kan tubuhnya di atas kasur empuknya, sambil berguling kesana kemari, bahagianya dia malam ini, untuk memejam matanya saja sepertinya dia enggan, rasanya dia selalu saja tergiang-giang suara Fisha di telinganya yang membalas akan ucapan rindunya.
"Ah kenapa dengan jantung ku, kenapa berdetak kencang seperti ini, ahh apa pipiku sekarang sudah memerah". guman Al sambil memengang pipinya yang begitu hangat ah sudah seperti anak perawan saja kelakuan Alkasy malam ini.
Dia begitu senang membuatnya malah terseyum seyum sendiri rasanya seperti orang gila saja.
"Aku harus cepat tidur agar besok bisa cepat bertemu dengan wanita pujaan ku". gumamnya lagi memeluk gulingnya dengan mencium guling tersebut membayangkan kalau yang di peluk dan di ciumnya adalah Fisha.
Sangking bahagianya malam ini Alkasy sampai melupakan makan malam nya, dia lebih memilih untuk tidur agar pagi cepat menyapanya dan dirinya segera bisa menemui Fisha.
Sedangkan Fisha setelah mengatakan itu dirinya merasa begitu malu dan segera menenggelamkan tubuhnya di pulau kapuknya dan sekarang entah sudah sampai kemana saja mimpinya itu, dia hanya ingin melupakan perkataannya barusan makanya dia lebih memilih untuk segera menidurkan tubuhnya saja.
🎄🎄🎄🎄🎄
Pagi pun menyapa. Alkasy segera terbangun dari tidurnya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita pujaanya.
Dengan raut wajah bahagianya Alkasy segera bagun dari tempat tidurnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. dengan bersenandung riang di kamar mandi sambil membersihkan tubuhnya, menggambarkan bagaimana suasana hatinya sekarang ini.
Jika Alkasy yang begitu bahagia menyambut pagi hari ini, maka berbeda dengan Fisha yang merasa malu untuk bertemu dengan Al mengingat akan perkataanya semalam, sepertinya hari ini ia ingin sekali menghindar dari Alkasy tapi keinginannya itu pasti tidak akan bisa dia lakukan , melihat bagaimana sifat pemaksa Alkasy.
Segera turun dari tangga dengan bersiul-siul, pagi ini moodnya begitu baik sekali. bahkan membuat orang tuanya sampai heran dengan kelakuan putranya itu. semalam dia terlihat begitu menyedihkan dan sekarang malah terlihat begitu berseri seri pagi ini.
"Pa" panggil mama Anita " apa putra papa itu kerasukan"?tanya mama Anita kepada suaminya sambil menunjuk Alkasy dengan dagunya.
"Apaan sih ma anak sendiri di bilang begitu"! jawab papa Andrew.
" Gimana ngak di bilang kesurupan coba pa! semalam dia terlihat begitu tidak semangatnya,sampai melupakan makan malamnya. dan coba lihat sekarang!. sekarang dia begitu bahagia bahkan sangking bahagianya pagi ini dia bagun begitu cepat pa, ngak kayak biasanya pa". ujar mama Anita kepada suaminya
" Dan lihat wajahnya juga berseri seri begitu pa, seyum-seyum sendiri lagi pa! mama taku pa , apa anak kita rada rada gitu pa".ujar mama Anita lagi dengan jari telunjutnya dia letakan di keningnya.
" maksud mama anak kita gila"? tanya papa Andrew
"Hmm" angguk mama Anita.
"Astagfirullah ma , ada saja mama ini ngatain anak sediri gila"?papa Andre tidak habis fikir dengan pemikiran istrinya ini.
"Pagi ma, pagi pa"! sapa Alkasy yang sudah berada di depan meja makan