Love Me Please

Love Me Please
Bab 50



Akhirnya sampai juga mereka di restoran X setelah hampir setengah jam mereka berada di jalan akibat jalananannya macet, mungkin karena ini sudah waktunya jam istirahat jadi wajar saja kalau macet akibat banyaknya pekerja kantor yang ingin mencari rumah makan atau hannya ingin mengistirahatkan tubuhnya saja yang sudah lelah setelah bekerja beberapa jam itu.


Setelah Al membuka pintu mobil yang di duduki oleh Fisya diapun mempersilahkan Fisya untuk keluar dengan terus menggandeng tangannya tanpa mau melepasnya.


"Tolong lepas dulu".ucap Fisya yang merasa tanganya sedikit kebas akibat di genggam sepanjang jalan oleh Al.bagai mana tidak, sedari tadi ntah apa saja yang di lakukan oleh Al terhadap tangannya walaupun rasanya sedikit risih tapi Fisya masih membiarkannya,tapi untuk sekarang sepertinya tida lagi,iya ingin sekali tangannya terbebas dari genggaman tangan pria yang berada di sampingnya ini.


"Kenapa"?tanya Al


"Lepaskan dulu, rasanya tidak nyaman sekali".ucap Fisya


"Tidak,aku tidak mau melepasnya".


"Aku mohon".ucap Fisya sekali lagi memohon kepada Al supaya di lepaskan.


Melihat Fisya yang memohon untuk dilepaskan,walaupun dengan berat hati akhirnya Al pun melepaskan genggaman tangannya. dia takut nanti kalau tidak mengabulkan apa yang di minta oleh Fisya,sekretarisnya itu bisa berubah fikiran lagi nantik. jangan sampai dia membenci nya lagi gara-gara hal sepele seperti ini.


"Hmmm baiklah".ucap Al "kalau begitu ayo".ucap Al lagi mengajak Fisya untuk segera masuk kedalam restoran.


Setelah keduanya masuk kedalam,Al yang tidak tau ruang mana yang telah di pesan oleh sekretarisnya ini untuk melakukan pertemuan dengan klaennyapun bertanya ke pada Fisya.


"Ruang yang mana"tanyanya


"Ikun saja".sebenarnya Fisya malas sekali menjawab pertanyaan atasannya ini.


Biasanya bossnya ini tidak banyak bicara seperti ini, tapi kenapa setelah dia memutuskan untuk sedikit berdamai dengannya.atasanya ini seperti berubah dari sikap dan perilakunya yang biasanya tidak secerewet ini.menyebalkan sekali rasanya karena Al yang mulai banyak bicara.


Tanpa ingin bertanya lagi,Al pun segera mengikuti langkah sekretarisnya ini, karena merasa Fisya yang mulai kesal terhadap dirinya.


"Silahkan tuan".ucap Fisya yang menpersilahkan Al sebagai atasanya untuk masuk duluan kedalam ruang VIP yang telah dia pesan sebelumnya.


Al yang mendengar panggilan tuan lagi dari mulut sekretarisnyapun segera menghentikan langkahnya,dengan menatap sekretarisnya dengan tajam,dia tidak ingin mendegar panggilan itu lagi dari mulut wanita yang dia cintai.


"Bersikap profesionallah kita masih dalam jam kerja".ucap Fisya yang paham akan tatapan Al.


Al pun segere terseyum mendengar ucapan dari sekretarisnya.


Lain dengan Fisya lain pula dengan Al, kalau Fisya merasa bersalah karena telah membuat klaenya kali ini harus menunggu kedatangan mereka.berbeda dengan Al yang merasa kesal ternyata orang yang di jumpainya saat ini masih muda,sama sekali tidak seperti yang sudah dia bayangkan sebelumnya kalau klaennya kali ini juga sudah tuan,ternyata pemikirannya kali ini salah.


"Sial".batinya.


Seorang pemuda yang terlihat sibut dengan benda pipih ditanganyapun segera menolehkan pandangan matanya setelah medapatkan sapaan dari seorang wanita yang suaranya sangat dia kenal dan sangat ingin dia jumpai.Setelah melihat perempuan yang telah berdiri dihadapannya walaupun terhalang dengan meja, dia pun segera mengembangkan seyumnya dan segera menjawab sapaan tersebut.


"Haii".ucapnya dengan seyumnya yang semakin cerah secerah sinar mentari pagi ini


"Maaf tuan kalau sudah membuat anda lama menunggu,tadi sedikit macet di jalan tuan".ucap Fisya sekali lagi yang merasa bersalah karena telah membuat pengusaha muda yang ada di depanyan ini menunggu kedatangan mereka.


"Hey tidak apa-apa, belum lama kok".ucap pemuda tersebut yang tidak ingi melihat wajah perempuan yang di sukainya merasa bersalah.


"ekhemm"ucap Al sedikit keras karena merasa kesal dirinya seperti diabaikan oleh kedua manusia yang ada di hadapannya ini.


"Oh maaf tuan".Fisya yang tersadarpun segera memperkenalkan atasannya denga klaennya kali ini.


"Kenal kan tuan ini tua Ben pemilik perusahaan Jaya Abadi tuan".ucap Fisya


Al pun segera mengulurkan tangannya untuk segera berjabat tangan dengan pemuda yang ada di hadapanya ini


"Alkasy"ucap Al


"panggil saja Ben".


Akhirnya merekapun saling berjabat tangan satu sama lain.


*


*


*


...Mohon dukungannya🙏😊😊...