
Bagai mana lagi dirinya menyakinkan Fisha akan perasaan dan hubungan yang mereka jalani agar bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, dia tidak ingin kehilangan Fisha lagi untuk yang kedua kalinya.
Al terus menatap kamar Fisha yang letak nya depan depanan dengan kamarnya, dia terus memperhatikan, memantau segala gerak gerik di kamar tersebut. ingin mengetahui aktifitas apa yang sedang di lakukan oleh Fisha sekarang.
Tiba -tiba lampu rumah Fisha mati, dia pun segera melihat lampu rumah Fisha yang kembali di matikan oleh Fisha, menyisakan lampu kamarnya saja yang masih menyala belum di matikan.apakah malam ini akan sama lagi seperti malam sebelumnya. dia bakalan tidak bisa datang menemui kekasihnya lagi.
"hmmm" Al hanya dapat menghela nafasnya saja, kecewa menerima sikap Fisha yang seperti itu, tapi apa boleh buat! . dia selalu menekankan pada dirinya jangan mudah putus asa, sesuatu yang berharga kalau ingin kita miliki sepenuhya itu perlu di perjuangkan, jadi jangan mudah putus asa,jagan mudah menyerah. itu yang selalu Alkasy tanamkan di dirinya, jagan mudah putus asa, terus berusaha pantang mundur.
Al ingin menelpon Fisha, ingin sekali sebenarnya menanyakan apa alasan Fisha kembali mematikan lampu rumahnya, apa karna tidak ingin di ganggu olehnya atau apa? iya ingin menanyakan itu supaya jangan salah paham. dia tidak mau nanti terjadi kesalah pahaman lagi di antara dirinya dan berujung dengan Fisha ingin pisah dari nya.
Tut... tut..tut... panggilan pertama belum Fisha angkat, Al masih berusaha untuk menelponya lagi.
Akhirnya di sambungan yang ke tiga Fisha pun menganggat telephon darinya.
"Iya Halo". ucap seseorang di balik sambungan telephon tersebut yang tak lain adalah Fisha
"Lagi ngapain"?tanya Al yang merutuki pertanyaanya udah kayak ABG saja, rasanya geli sendiri mendegar pertanyaannya.
"Baru saja ingin istirahat"!ucap Fisha di sebrang sana.
"A-apa sudah makan"?tanya nya lagi merasa grogi. buat apa coba dia menanyakan itu, sungguh lucu sekali, pasti Fisha sudah makanlah, dia kan bukan anak kecil yang harus kita ingatkan selalu untuk makan. ingin sekali rasanya Al ketawa akan pertanyaanya itu. Dia berharap Fisha di sana tidak merasa jiji akan pertanyaannya yang tidak penting semonga saja tidak.
"Sudah" jawab Fisha. "Dan ini aku ingin tidur, apa kamu menelpon ku hanya ingin menayakan itu"?tanya Fisha yang sebenarnya lucu akan pertanyaan Alkasy, apa di fikir dia itu masih ABG sampai bertanya seperti itu, sama sekali tidak sesuai dengan umurnya.
" Eh. eh bu-bukan". Ah rasanya geram sekali kenapa sekarang dia malah jadi gagap bicara dengan kekasih hatinya ini.
"Hmm" jawab Fisha
"Apa malam ini aku ngak bisa kerumah mu? ngapel gitu maksudnya Sha"?tanya Al yang mengundang tawa di seberang sana.
"Apaan sih orang rumah kita dekat juga! ni aku aja bisa lihat kamu yang lagi duduk di balkon kamar mu". ujar Fisha yang segera membuka pitu kamarnya, melangkah ke arah balkon kamarnya dan melambaikan tangannya kepada Alkasy.
Melihat apa yang Fisha lakukan Alkasy merasa salah tingkah, dia senang walaupun kelakuannya memalukan karena bertingkah seperti pria yang baru saja merasakan apa itu cinta.
"Buat apa pakek acara ngapel segala, jarak di antara rumah kita saja mungkin hanya 15 langkah saja"! ujar Fisha lagi sambil menumpang dagunya dengan tangannya dia senderkan di pagar besi balkon kamarnya.
Melihat pemandangan yang begitu sexy di depan matanya ingin sekali rasanya Al terbang sekarang juga ke hadapan Fisha dan mendekapnya dengan begitu erat.
"Tapi aku rindu Sha"! ucap Alkasy.
*
*
*
...Maaf kalau masih banyak typo yang salah...