
Al masih saja terdiam tanpa bisa membantah setiap kata yang Fisha ucapkan, bahkan berkali -kali dirinya hanya bisa menelan salivanya saja, sapai membuat tenggorokannya kering akibat setiap kata yang di keluarkan dari bibir milik Fisya begitu menyudutkan dirinya
Bahkan suasana di dalam mobil yang semula terasa dingin karena adanya mesin pendingi, berubah menjadi panas bisa bisanya membuat dirinya berkeringat, sangking gugubnya karena tidak bisa menjawab ataupun membantah setiap kalimat yang di ucapkan oleh Fisha membuat dirinya keringatan.
"Kamu kenapa"?tanya Fisha
"Ti-ti tidak apa-apa".ucap Al menutupi kegugupannya.
"Apanya yang tidak apa-apa, kamu bahkan sampai berkeringat begini! kamu sakit Al"? tanya Fisha dengan segera menempelkan tangannya ke kening Alkash untuk memastika apa Alkasy benar benar tidak apa-apa. "tidak panas". gumam Fisha yang masih bisa di degar oleh Al.
"Apa kamu sakit perut"?tanyanya lagi. "kerumah sakit aja kalau gitu"! yang masih menempelkan tangannya di kening Al untuk lebih memastikan apa benar Al baik-baik saja sambil mengelap keringat yang ada di dahi dan leher Al.
"U-untuk apa "?tanya Al lagi yang semakin gugup saja akibat perlakuan Fisha. "****, kenapa harus sekarang sih"!batin nya yang mengupat akibat kelakuan dirinya yang merasa gugup di waktu yang tidak tepat.seharusnya kan dian bisa menikmati perlakuan romantis yang tidak pernah Fisha lakukan ini, tapi ini malah semakin membuatnya gugup saja. "Relax Al" batinya " jangan sampai karena keringat mu yang terus keluar ini membuat Fisha jijik! santai tenangkan dirimu Al".batin Al yang masih menenangkan di rinya agar tidak keluar keringat terus menerus.
Seperti itulah Alkasy walaupun terlihat tampan ,pintar, gagah dan penuh wibawa ternyata masih ada juga kekurangannya. ya wajar sih kalau dia masih ada kekurangan namanya juga manusia.kalau tidak ada kekurangan sama sekali itu namanya malaikat!. namanya manusia pasti tempatnya berbuat salah dan memiliki kekurangannya masing-masing.
"Tapi..... hey... tidak apa-apa biarkan saja aku berkeringat begini, ini malah menguntungkan aku, baru kali ini kegugupan ku membawa berkah heheeheh".batinnya lagi yang tiba tiba saja mulai seyum-seyum sendiri memikirkan cara otaknya berfikir. sungguh licik sekali!. "Kalau tidak seperti ini mana mau Fisya memperlakukan diriku seperti ini"!.
"yes i am ok".ucap Al yang terseyum begitu manis ke pada Fisya.
"Lebih baik kita kedukun saja jangan ke dokter, sepertinya kamu tidak baik-baik saja Al"! ucap Fisha yang sekarang dirinya merasa lebih takut akibat perubahan Alkasy. dan senyum yang di berikan oleh Al pun terasa begitu menakutkan baginya.
" Hey....."ucap Al sambil mengerutkan dahinya mendengar ajakan Fisha. "Aku baik-baik saja. lagian buat apa kita kedukun segala ada -ada saja kamu ini sha? apa ada yang kerasukan memangnya Sha"?tanyanya lagi, yang belum sadar kalau ajakan Fisha itu ternyata tertuju untuk dirinya.
"Iya.! kamu yang kerasukan . sepertinya harus cepat cepat kedukun, kayaknya ada yang tidak beres dengan kamu Al"!.
"Maksud nya"? tanya Al yang belum paham akan maksud tujuan dari ucapan Fisha.
"Sepertinya kamu ke...ra..sukan Al, jadi kita harus cepat cepat ke dukun agar bisa mengeluarkan jin yang ada di tubuhmu Al". lirih Fisha dengan suara yang begitu kecil dan sedikit takut tapi masih bisa di dengar oleh Al . dia merasa takut jika jin yang ada di tubuh Al akan marah karena ucapanya yang menngajak Al untuk kedukun
"What"! Al begitu terkejut mendengar ucapan Fisha.