
Beberapa jam kemudian Alkasy dan Fisha sampai di tempat tujuan mereka.
Mengingat ini perjalanan pertama mereka keluar kota yang begitu jauh, dan Alkasy pun tidak ingin memakai jasa supir, sempat membuat mereka berhenti di beberapa tempat.
Padahal sebelumnya sudah Fisha ingatkan lebih baik pakai jasa supir saja, tapi Al malah menolaknya.
"Apa sebaiknya kita istirahat dulu Al"?tanya Fisha.
"Sa...yang S.A.Y.A.N.G".eja nya menegaskan akan panggilan Fisha untuk nya jangan hanya memanggil namanya saja.
"Iya iya iya".jawab Fisha yang sering lupa menyemat kan panggilan sayang ke pada Alkasy .
"Jadi gimana"?tanya nya lagi.
"Hmmm... sepertinya tidak perlu, lebih baik kita kesana saja dulu, nanti kita tinggal istirahat ".
"Tapi kamu kelihatan lelah".
"ngaklah sayang!, lagian lebih baik kita kesana saja dulu biar lelahnya sekalian, dari pada nanti harus bolak balik lagi ke sana, biar sorenya kita bisa jalan-jalan".ucap Alkasy terseyum menyebalkan
"Terserahlah kalau kamu ngomongnya begitu".ucap Fisha membola matanya malas melihat seyum Al yang begitu menyebalkan.
Sesampainya di perusahaan yang ada di kota A. Alkasy pun segera memasuki gedung perusahaannya yang berada di kota tersebut, tidak lupa tangannya yang terus menggandeng tanga Fisha.
Fisha pun tidak mempermasalahkannya, walau pun dia menolak yang ada Alkays akan tetap memaksanya yang ujung-ujungnya dirinya yang bakal kalah jika berdebat dengan Alkasy, lebih baik dia biarkan saja.
*
Satu jam kemudian Alkasy pun segera undur diri dari perusahaannya yang ada di kota A tersebut, setelah memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dan berbinca-bincang dengan para petingi.
dan menyapa para karyawan yang sebelumnya tidak mengenal dirinya.
Alkas pun segera berpamitan mulai melangkah menuju di mana mobilnya berada, iya pu segera masuk kedalam mobil setelah terlebih dahulu membukakan pintu mobil untuk Fisha, dan mulai menjalankan mobilnya ke tempat di mana mereka akan beristirahat.
Sesampainya di hotel mereka pun terlebih dahulu ke bagian resepsionis untuk mengambil kunci kamar karena sebelumnya Fisha sudah memesanya terlebih dahulu.
Padahal sebelumnya dia begitu semagat, bahkan sudah membayangkan apa saja yang akan dia lakukan di hotel jika satu kamar dengar Fisha. ah Fikirannya memang selalu kotor kalau berdekatan dengan Fisha.
"Iya". angguk Fisha . "Kenapa"?tanya Fisha heran dengan perubahan raut wajah Al tiba-tiba.
"Ngak ada apa-apa sih".jawab Al mengangkat bahunya
"Jangan bilang kalau kamu menginginkan kita satu kama"?tebak Fisha memicingkan matanya nya jika benar apa yang dia perkirakan.
"Eh. heheheh ".jawab Al mengusap kuduknya salah tingkah ketahuan akan niat terselebungnya.
"Dasar".ucap Fisha. "Ini mau".ucap Fisha menunjukan kepalan tangannya.
"Ngak sayang, aku hanya becanda".ucap Al yang tidak ingin Fisha kembali kesal ke padanya.
Fisha pun segera melangkah pergi meninggalkan Alkasy, dasar mesum batinya.
"Sayang tunggu aku".panggil Al yang di tinggal oleh Fisha.
Mereka pun segera masuk kedalam lif, beberapa menit kemudian pintu lif pun terbuka, Fisha pun terlebih dahulu keluar dan kembali meninggalkan Alkasy. mencari nomor kamarnya, Al yang mengejar langkah Fisha pun mulai mengekorinya. bukannya membantu mencari nomor kamarnya malah mengikuti Fisha tanpa melakukan apapun.
Setelah menumukan kamar mereka masing masing yang saling berdampingan letaknya.Fisha pun mulai membukakan pintu kamarnya menggunakan kartu yang ada di tangannya. memang sebelumnya Fisha meminta pada pihak hotel agar kamar yang dia pesan saling berdekatan agar memudahkan mereka.
Fisha yang baru saja menutup pintu kamarnya dan hendak berbalik begitu kaget akan kehadiran Alkasy yang sudah berada di depannya, kapan lelaki ini berada di sini.
"Apa yang kamu lakukan"?tanya Fisha.
"Aku"!tunjuk Al pada dirinya tanpa merasa bersalah telah membuat Fisha kaget akan keberadaannya. "Hanya ingin menemanimu saja, aku tau pasti kamu takut kan berada di kamar ini sendiriyan kan"?tanya nya lagi.
"Siapa bilang? dasar mesum!sudah keluar sana, jangan cari kesempatan aku tau isi kepalamu ini, banyak sekali alasanmu, sudah sana keluar".ucap Fisha mendorong tubuh Alkasy untu keluar dari dalam kamarnya, dan segera menutup pintu kamarnya.
"Sayang".panggil Al, "Aku janji hanya ingin menemanimu saja tidak akan mengganggu mu".ucap nya yang terus mengedor pintu kamar Fisha dan sesekali menekan bel.tanpa ada jawaban dari dalam