Love Me Please

Love Me Please
Bab 64



"Sayang tunggu, jangan tinggalin aku".teriak Al begitu keras. hingga karyawan yang masih berada di lantai bawah itu begitu terkejut mendengar suara teriakan itu, dan langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah atasannya.


"apa sayang"?ucap beberapa karyawan yang masih berada di lobby


Para karyawan pun mulai berbisik bisik satu sama lain perihal atasannya yang memanggil "Sayang".apa tidak salah apa yang mereka dengarkan. bakalan heboh kalau berita ini ketahuan oleh para staf karyawan yang ada.


"Wah..... wah... apa benar Boss dan sekretarisnya itu menjalin hubugan"?tanya salah satu karyawan yang ada lobby itu.


"Sepertinya iya, kau tidak melihat gimana raut wajah Boss yang begitu terpancar kebahagiaan di wajahnya, jadi sudah jelaslah kalau mereka pasti mempunyai hubungan".jawab yang satunya lagi.


"Iya itu benar, pasti berita ini akan menggemparkan seluruh kantor sepertinya, aku sudah tidak sabar menuggu hari esok,menyaksikan kembalinya hari patah hati sedunia".timpal karyawan yang lainnya lagi.


Fisya yang mendengar bisik-bisik dari para karyawan pun tidak memperdulikannya dia terus berjalan dengan cepat, segera mungkim menjauh dari lobby, terutama menjauh dari Al.


"Apa-apaan dia itu,bisa-bisanya dia bicara seenaknya saja, bikin malau saja".gurutu Fisya sambil berjalan dengan bibir yang terus berkomat kamit sedari tadi ntah apa saja yang Fisya umpatkan untuk atasanya.


Al masih saja dengan seyum sumringahnya bahagia sekali rasanya dia bisa menggoda sekretarisnya itu tanpa memperdulika bisikan-bisikan dari karyawannya, dia pun mulai berlari untuk mengejar langkah sekretarisnya.


"sayang..... tunggu donk! jangan jalan buru-buru nanti kamu bisa jatuh".ujar Al yang masih betah dengan godaannya itu.dengan nada suara yang lebih begituuu keras lagi Al berucapa.


" Tunggu dong sayang, kamu itu ninggalin aku loh".ucap Al setelah dapat menghentikan Fisya dengan memengang pergelangan tangan Fisya.


"Lah buat apa malu coba"?


"Seharusnya kamu itu malu karena mengarang cerita yang bukan-bukan"!


"Cerita mana yang aku karang Sya? kamu kira aku lagi nulis cerpen apa? sampai harus ngarang cerita"?


"Apa lagi kalau bukan lagi ngarang cerita, apa maksud kamu coba berbicara seperti itu sampai harus berkoar-koar Ngak jelas begitu, kamu itu memanggilku dengan panggilan sayang.apa itu namanya bukan mengarang, sedangkan kita tidak ada hubungan sama sekali".


"Apa perkataan aku barusan kurang jelas Sya"?ucap Al dengan memengang bahu Fisya,menegaskan akan ucapannya barusan." kalau kamu sekarang hanya milikku,kamu pahamkan dengan kata ,milikku"?.ucap Al menekankan setiap katanya kembali dengan matanya menatap Fisya begitu dalam."jadi sekarang sudah jelaskan kalau kita sudah ada hubungan,bahkan status kita bukan hanya pacaran melainkan kamu itu calon istriku. I.S.T.R.I".ucapnya lagi."sekarang kamu sudah pahamkan, jangan sampai aku harus mengulangnya lagi.jadi sudah jelaskan status hubungan kita sekarang apa,kalau kamu sudah paham ayo kita pulang" ucapnya dengan menarik Fisya segera masuk kedala mobilnya.


Fisya pun tisak bisa berkutik mendengar perkatan Al barusa, lebih baik dia diam saja sekarang sambil memikirkan cara untuk membatalkan niat Al itu.


"Jadi mulai sekarang kamu haru mendengar semua perkataan suamimu ini ralat calon suami maksudnya".ucap Al dengan terseyum penuh kemenangan.


Fisya hanya menaikkan sebelah alisnya mendengan permintaan Al.


"Tidak akan pernah aku mau menuruti keinginanmu itu Al, tidak akan pernah, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan, enak saja dia fikir dia siapa seenaknya saja mengatur-ngatur aku".Batin Fisya sambil terus memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.