
"Kisah"?
"Hmm"angguk Al "kisah seorang laki-laki dan perempuan di flm Dhoom Sya"?
"Maksudnya"?sungguh bikin bingung aja mendengar perkataan Al yang ngawur itu.apa urusannya hujan sama flm yang dia maksud coba?.
"Iya kisah di flm itu kan sangat romantis Sya"!
"Hah romantis"?Fisya belum paham ke mana arah pembicaraan atasannya ini perasaan flm itu membahas tentang Action bukan romace jadi di mananya letak romantisnya.
"Iya romantis Sya ketika seorang lelaki yang membantu seorang perempuan yang mobilnya mogok lalu mereka bernyayi sambil joget gitu di bawah hujan turun Sya".
"Seperti kita sekarang Sya yang lagi terjebak dengan hujan yang turun semakin deras ini Sya menjadikan malam ini serasa milik kita berduan Sya".Ucap Al lagi yang sekarang menggeserkan badannya kesamping untuk bisa melihat Fisya.
"Kamu tau aku juga ingin seperti itu"?
Mendengar penuturan dari atasannya Fisya sedikit binggung tapi tidak terlalu ia perdulikan.
"Yasudah kalau tuan ingin seperti itu lakukanlah tuan".
"Tapi perempuan yang jadi pasangan aku itu enggak ada".
"Ya tuan cari, pasti banyak yang mau kalau tuan Ajak".
"Benarkah"?ucap Al dengan mata yang penuh dengan binar kebahagiaan.
"iya tuan"
"Kalau Begitu ayo"?ajak Al
"Tunggu, maksudnya gimana tuan,kenapa tuan ajak saya"?
"Kan aku maunya sama kamu sya".
"Wah makin ngaco aja ucapan si boss ini".batin Fisya.
"Tuan lebih baik kita pulang aja tuan".ajak Fisya agar atasannya tidak berbicara hal yang semakin konyol lagi.
"Wahh... gila di kiranya ini lagi shooting flm apa adegan main hujan- hujanan".batin Fisya geli mendegar ajakan Al
"Ogah ah, lebih baik kita pulang saja tuan".
"Tapi tadi katamu semua perempuan yang saya ajak pasti mau tapi kenapa kamu menolaknya"?
"Tapi bukan dengan saya juga kali tuan, pengecualiannya ya saya tuan".ucap Fisya dengan memuta bola matanya malas.
"Yahh..... jangan gitulah Sya ayolah sekali aja kapan lagi coba kita main hujan begini sekalian mengenang masa-masa kecil Sya".Al belum menyerah dia masih berusaha untuk merayu sekretarisnya untuk menerima ajakannya.
"Udah-udah lebih baik kita pulang tuan saya sungguh sangat mengantuk tuan, hujan begini enaknya tidur tuan bukan main hujan lagian juga udah malam saya ngak mau nanti sakit, lebih baik kita pulang saja".
"Tuan sepertinya korban flm india ya ada-ada saja,tuan kira kita sedang membintangi flm bollywood yang ada adegan nyanyinya sambil main hujan, kebanyakan ngehayal ini tuan mah,udah lebih baik kita pulang saja udah ngantuk saya ini tuan ingin segera menghangatkan badan saya di kasur empuk saya tuan".
"Iya benar apa yang kamu katakan Sya apa lagi yang menjadi selimutnya aku Sya pasti semakin hangat apa lagi suana yang lagi hujan begini sangat mendukung sekali Sya".Ucap Al dengan raut wajah semakin berseri-seri denga Fikirannya yang entah sudah kemana-mana membayangkan kalau dirinya denga sekretarisnya sedang tidur sambil memeluk satu sama lain,Ah rasanya Al ingin sekali memeluk Fisya malam ini.
"ihh.. tuan apaan sih fikiranya itu asik ngeres aja, mesum baget".
"Hehehehehe namanya juga saya normal Sya ya wajarlah kalau memikirkan hal seperti itu".
"Iya wajar tapi ngak dengan saya juga kali".
"Memangnya kamu ngak mau gitu saya peluk"?
"Ogah kita bukan muhrim".
"Jadi kalau udah sah kamu mau kan"?goda Al semakin jadi melihat tingkah sekretarisnya yang semakin salah tingkah
"Ogah ah cepat tuan atar saya pulang udah kedinginan ini kalau makin lama di mobil".ucap fisya dengan cemberut agar bossnya ini segera menjalankan mobilnya untuk mengantarnya pulang.kalau semakin lama berada dengan atasannya nanti yang ada pembicaraan mereka entah kemana-mana.
"Yaudah sini biar saya peluk biar hangat".
"Apaan sih, tuan".ucap Fisya dengan raut wajah yang semaki cemberut.
"cute sekali sih dia sekarang".batin Al yang baru melihat sifat Fisya yang belum pernah iya lihat ketikan lagi cemberut begini.