Love Me Please

Love Me Please
Bab 92



"Sayang... ". regek Al yang tidak mendapatkan kecupan dari kekasihnya.


"Kerjakan pekerjaan mu! kalau tidak aku pindah saja, jangan satu ruan lagi dengan mu".ancam Fisha.


"Jangan.".jawab Al yang langsung menolak akan permintaan Fisha."iya. iya . iya, aku bakalan mengerjakan pekerjaan ku sekarang". ucapnya lemas karena tidak mendapatkan kecupan sayang dari Fisha.


Dia pun segera duduk di kursi kerjanya dan mengerjakan, pekerjaannya yang sudah menumpuk.


*


Di tempat lain di kediaman Fisha seorang wanita dan pria paruh baya sedari tadi asik mencari sesuatu di setiap sudut.kadang perempuan tersebut berusaha membukan pintu rumah Fisha yang jelas-jelas pasti terkunci.


Membuat mama Anita yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka yang begitu mencurigakan pun segera menyapa perempuan dan laki-laki itu.


"Maaf cari siapa ya"? tanya mama Anita yang tidak ingin terjadi sesuatu di rumah calon menantunya.


"iya"!? sahut perempuan tersebut.


"Cari siapa ya jeng"? tanya mama Anita lagi.


"Ini lo bu lagi cari kunci rumah, ntah di mana anak perempuan ku menaroknya, biasanya pasti ada kunci yang di simpannya satu! kalau bukan di bawah pot bunga itu, kadang di atas gosen pintu ini, tapi udah di cari kemana- mana belum juga ketemu. apa dia lupa kali ya"? jawab perempuan tersebut panjang lebar.


Sedangkan pria paruh baya itu masih sibuk mencari, tanpa memperdulikan kehadiran mama Anita.


"Anak"? gumam mama Anita penasaran yang bisa di dengar oleh perempuan paru baya itu.


"Iya anak saya"!


"Jadi yang tingal di sini anak Jeng ya"?tanya mama Anita. "Wah kebetulan sekali kalau begitu".ucap mama Anita yang senang bisa berjumpa dengan bakal calon besannya. "Kenalin nama saya Anita".ujar mama Anita mengulurkan tangannya


"Oh iya , saya Sofia". ucapnya yang menerima uluran tangan mama Anita." panggil Sofia saja".ujarnya


"Kalau begitu mampir di rumah saya saja dulu bu Sofia".ujar mama Anita.


"Sofia saja jagan pakek ibu, malu karena bukan ibu guru masa harus di panggil ibu segala".ujarnya yang mengundang tawa bagi keduanya .


"Hehehe. iya, panggil aku Anita juga kalau begitu".


"Ayo mampir di rumah saya saja".ajak mama Anita. " biasanya nanti sore baru pulang kerja nak Fisha nya".


"Tapi saya merasa tidak enak lo mbak Anita". ujar Sofia mamanya Fisha merasa sungkan.


"Tidak apa-apa, lagian ada yang ingin saya bicarakan juga, penting ini! ayo mari"? ajak mama Anita lagi.


"Mas" panggil Sofia kepada suaminya ."Kita di rumah mbak Anita aja dulu, putri kita nanti sore pulang nya mas kata mbak Anita"! kata mama Sofia kepada suaminya. " gimana mau mas"?


"Ngak kok, ayo mari,lebih baik singgah dirumah saya saja dulu sambil nunggu Fisha pulang, dari pada di luar cuacanya panas".kata mama Anita, membawa tamu pentingnya ke rumah.


"Silahkan,, anggap saja rumah sendiri ya mbak Sofia, duduk dulu saya panggil suami saya dulu".ujarnya.


"Iya mbak, maaf ya ngeropotin".


"ngak ah santai saja" ujar Anita yang segera pergi memanggil suaminya.


"Mas".panggil Anita. "di cariin dari tadi malah di sini rupanya".


"Kenapa sih ma? sampe harus terika- teriak gitu manggilnya"?


"Cepat kedepan ada tamu, jangan asik sama ikan aja, nanti lama-lama mama goreng itu ikan".


"Jangan dong ma"!ucap Papa Andrew yang tidak tega kalau ikan peliharaanya di goreng.


"Yaudah ayo kedepan,"!


"Siapa sih emang nya ma, kaya penting segala"?


"Calon besan pa!?


"Maksudnya"?tanya papa Andrew yang belum paham.


"is papa ini! orang tuanya Fisha pa, calon menantu kita, katanya papa ingin Alkasy cepat nikah, tu orang tuanya udah datang kemari jadi kita tidak perlu repot lagi buat cari tau alamatnya, buat ngelamar anaknya pa".


"Benarkah"?tanya papa Andrew yang senang juga.


"iya makanya, ayo temui, jangan bikin calon besan kita lama menunggu".


"Ok, ayo ma",. semangat sekali papa Andrew ingin bertemu calon besanya.


"Maaf ya udah buat kalian lama menunggu".ucap mama Anita yang sudah kembali lagi ke ruang tamu di mana tamunya berada.


"Ngak apa-apa mbak".ucap mama Sofia.


"Kenalkan pa, ini Sofia mamanya Fisha dan ini suaminya pak...?


"Radit".ucap mama Sofia memperkenalkan suaminya yang memang belum berkenalan dengan Anita.


Radit pun segera berdiri ingin menjabat tangan pemilih rumah ini. tapi dia langsung terdiam setelah melihat rupa lelaki paruh baya yang di depannya.


"Andrew"!panggilnya seketika itu membuat ketiga orang yang berada di situ heran kenapa Radit kenal dengan Andrew.