
Setibanya di rumah,
Fisha dan Alkasy pun memilih untuk segera berpisah. terlebih Fisha yang sudah begitu rindu dengan orang tuanya, Alkasy pun tidak mempermasalahkan itu semua. ia juga ingin bertemu dengan kedua orang tuanya untuk memberi taukan niat baiknya itu.
"Tunggu aku nanti malam".ucap Alkasy sebelum Fisha turun dari mobilnya.
Fisha pun mengerutkan keningnya mendengan ucapan Alkasy. " buat apa"?
"Ya buat minta restulah sama camer sayang"!.
"Secepat itu"?tanya Fisha lagi.
"Iya . lebih cepat lebih baik kan"?.ucapnya terseyum
"Hmm baiklah!. kalau gitu aku turun ya".
"Kiss dulu".ucap Alkasy memoyongkan bibirnya.
"Iss kebiasaan kamu main minta-minta aja!, ni cium cium ".ucap Fisha tertawa sembari menempelkan botol minuman di bibir Alkasy dan segera turun tidak ingin meladeni Alkasy yang sudah cemberut.
"Awas kamu ya".ucap Alkasy sedikit keras.
Tanpa menghiraukan ucapan Alkasy, Fisha segera masuk ke dalam rumahnya ingin secepatnya bertemu dengan kedua orang tuannya, dan menghabis kan waktu sehariannya ini bersama mereka .
*******
Malam harinya,
ternyata tidak seperti yang Alkasy harapkan,niat hati malam ini ingin meminta restu kepada kedua orang tua Fisha nyatanya harus gagal.,
Sebab malam ini papanya ingin mengajak sahabatnya untuk jalan-jalan. katanya dirinya juga sudah lama tidak jalan-jalan apa lagi mengelilingin ibu kota di malam hari. jadi papa Andrew memutuskan malam ini mereka akan jalan-jalan bersama sesekali kapan lagi coba mereka bisa berkumpul begini , jadi kesempatan bagus kan bisa jalan bersama keluarga kan asik kalau jalannya bareng keluarga dan sahabat dengan mengelilingin ibu kota dan menikmati suasana ibu kota di malam harinya yang begitu indah, semakin indah saja rasanya apa lagi di temani oleh orang terdekat yang kita sayangi.
Papa Andrew begitu senang mengetahui sahabatnya setuju dan menerima akan ajakan nya malam ini berarti tidak sia-sia usulannya itu.
"Ck. Apanya yang sudah lama ngak jalan-jalan, padahal baru dua hari lalu papa sama mama jalan berdua kesini ".ucap Alkasy berdecak kesal.baru juga turun dari mobilnya sudah mendengar perkataan papanya yang membuatnya kesal saja.
Gagal sudah rencananya malam ini karena papanya yang pakek ajak jalan-jalan segala udah tau anaknya ingin meminta rentu sama camernya malah di halangin segala ntah kenapa?, padahal sebelumnya papanya itu yang selalu saja terus menyuruh nya untuk segera mencari calon istri eh giliranya sudah ada malah ngak peduli.
"Sama sahabat papa kan belum pernah".
"Ck. alasan saja"!ucap Alkasy cemberut bersedekap dada sambil berjalan mengekori papa dan sahabat papanya dari belakang.
"Sabar".ucap Fisha yang berada di samping Alkasy. "Masih bisa di bicarakan besok, masih ada hari esok".ucap Fisha menenangkan balonya(bakal calon suaminya).
"Ck".Sedari tadi Alkasy hanya dapat berdecak kesal, tanpa bisa melakukan apapun kalau sudah yang mulia paduka raja yang berbicara ia hanya bisa pasrah saja.
"Biarkan malam ini mereka menikmati waktu bersama, biarkan mereka bernostalgia akan kelakuan mereka dulu,lagian sudah lama mereka tidak bertemu jadi biarkan saja, lagi pula ayah tidak lama di sini, jadi kamu jangan cemberut begitu, kan ada aku di sini"!.ucapnya terseyum.
Mendengar perkataan Fisha akhirnya Alkasy pun bisa menenangkan perasaannya yang begitu kesal terhadap orang tuanya, walaupun sebelumnya ia begitu kesala akhirnya bisa terseyum kembali apa lagi setelah melihat seyum yang begitu manis yang di berikan oleh Fisha .benar apa yang di katakan Fisah mereka sudah lama tidak bertemu, lagi pula di sampingya juga sudah ada calon istrinya yang sedari tadi terus berada di sampingnya jadi tidak baik baginya untuk cemberut, yang ada nanti Fisha bakalan meninggalkan dirinya dan memilih berjalan dengan orang tuanya, ia tidak mau itu terjadi.
Alkasy pun mulai terseyum bahkan kekesalah yang semula begitu jelas di wajahnyapun hilang entah kemana. Dengan lembut ia pun menggenggam tangan Fisha menyatukan jari-jari mereka.
Inikan kesempatan bagus juga baginya dan Fisha, jadi jangan sampai di sia siakan. batinya terseyum menyeringai.
"Apa kita lebih baik pergi saja dari sini ngak usah ikutin mereka". ucap Alkasy menyeringan karena tiba saja mendapatkan ide yang begitu cemerlang di kepalanya
"No".jawab Fisha begitu cepat akan usulan Alkasy. "Sudah jangan berfikir yang bukan bukan lebih baik sekarang kita susul mereka jangan sampai nanti hilang".ajak Fisha menarik tangan Alkasy agar segera mengikutinya. dia tau akan isi kepala Alkasy.
"Ayolah sayang.... ya ya ya".goda Alkas lagi, hingga tawanya pun lepas . rasanya ia begitu bahagia bisa menggoda Fisha apalagi dengan wajah Fisha yang sedang kesal terlihat begitu imut di matanya.