
Ayah Radit yang melihat istrinya bersedih pun mulai mendekatinya , dia tau apa yang dirasakan istrinya walau tidak mengatakannya, dia mengusap punggung istrinya memandangi mobil yang membawa Fisha semakin jauh dari hadapannya.
"Lebih baik sekarang kita masuk bun".ujar ayah Radit
Bunda Sofia pun mengangguk mengiyakan ajakan istrinya.
Di dalam mobil Alkasy suka sekali menggoda Fisha, hingga membuat Fisha begitu malu, akan gombalan yang di lontarkan oleh Alkasy.
"Gombal".ucap Fisha yang sudah memerah wajahnya seperti kepiting rebus.
Suka sekali Alkasy melihat wajah malunya Fisha, ingin rasanya dia kecup itu pipi, tapi tidak mungkin karena dirinya lagi menyetir. dia pun memilih untuk mengusap pipi itu dengan lembut.
Fisha begitu berdebar debar menerima perlakuan Alkasy yang begitu romantis menurutnya, padahal hanya sebuah usapan yang Alkasy berikan tapi mampu membuatnya luluh.
"Fokus nyetir, jangan asik ngegombal ngak bakalan mempan".ucap Fisha.
"Yang benar ngak mempan? tapi wajah mu sudah merah masa sih ngak mempan"?jawab Alkas terseyum jail menaik turunkan alisnya menggoda Fisha kembali.
"Udah ah, kamu ini nyebelin tahu ngak"! rajuk nya cemberut, membuang wajahnya kesamping menutupi wajah malunya yang begitu merah karena Alkas tidak hentinya menggodanya.
"Iya iya ngak lagi. maaf".ucap Alkasy yang merasa bersalah. karena telah membuat Fisha merajuk akibat ulahnya hingga Fisha kesal kepadanya. tidak ingin Fisha semakin merajuk.iya pun mulai memanggil Fisha dengan panggilan sayangnya supaya Fisha tidak marah lagi ke padanya. "sayang". pangginya yang tidak mendapatkan respon dari Fisha. "aku janji ngak bakalan gitu lagi".ujarnya.
"Hmm".jawab Fisha yang masih menatap arah luwar melalui jendela mobil sampingnya.
Tapi belum sempat tangannya menyentuh pipi lembut Fisha, sudah duluan di tepis oleh perempuan itu.
"Jagan pegang-pengang".ucapnya ketus menepis tangan Alkasy yang ingin memengangnya dan dirinya juga tidak ingin menatap pria itu.
Meneriman penolakan dari Fisha Al pun segera mengambil tangan Fisha yang semula di dekapnya di dada.lalu mengarahkannya ke bibirnya, dia kecup punggu dan telapak tangan Fisha kemudian
merematkan jari-jari tangan Fisha dengannya,dan menggenggamnya begitu erat.
"Jangan marah , aku mohon".ujar Akasy. "aku janji tidak akan mengulanginya lagi".mohon Al
Fisha yang sedari tadi hanya berpura-pura merajuk pun begitu berdebar akan perlakuan yang Alkasy lakukan yang berusaha untuk membujuknya supaya tidak ambekan lagi. Dia pun tidak menyangka akan mendapatkan perhatian sebegitunya, perlakuan Al yang begitu di luar dugaannya sebelumnya sungguh berbeda sekali. jika dulu Alkasy yang begitu tidak perduli akan dirinya malahan kalau dirinya sedang merajuk jangankan untuk merayunya meminta maaf saja tidak apa lagi untuk perduli ke padanya, malahan terkadang Alkasy lah yang marah-marah terhadapnya jika dirinya ambekan.
"Kamu sih, suka sekali ngejaili aku".ucap Fisha yang sudah kembali ke posisi semula.
"Kok ngejailin sih yang"?
"Kalau bukan ngejailin apa coba namanya"?
"Kan aku berkata yang sebenarnya sayang apa yang aku katakan barusan bukan hanya gombalan semata, melainkan isi hatiku yang paling dalam, kamunya aja yang berfikir buruk terhadapku, padahal Aku mengatakan apa yang hatiku rasa selama ini".ucap Al yang kembali mencium punggu tangan Fisha. "I love you".ujar Alkasy
Yang kembali membuat pipi Fisha memerah