
"Aaaa cepat buka mulutmu biar aku suapin".ucap Al yang memerintah Fisya untuk segera menbukakan mulutnya.
"Aa-apa yang anda lakukan"?ucap Fisya terbata-bata,gugup karena mendengar ucapan Alkasy.
"Apa lagi yang aku lakukan kalau bukan menyuapimu makanan ini, cepat buka mulutmu jagan ngebantah"..
"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri".
"Udah cepat buka mulutmu jangan menolak, ini perintah.jadi kamu harus menurutinya, tidak ada penolaka".ucap Al
"Tapi ak".Baru juga ingin menjawab ucapaan Al, untuk tidak menuruti perintah boss pemaksanya ini, sudah duluan Al masukan sesuap nasi kedalam mulutnya tanpa bisa ia tolak lagi.
"Bagus".ucap Al dengan mengusap kepala Fisya,tidak lupa pula dengan seyum penuh kemenangan karena berhasil menyuapi Fisya tanpa bisa perempuan itu tolak.
"Menyebalkan sekali".Bati Fisya, kenapa kelakuan Al semakin hari semakin menyebalkan.dia akui memang perlakuan Al begitu romantis kepada dirinya setelah dia memberikan kesempatan untuk lelaki di depannya ini,tapi bukan begini juga maksudnya.dia harus rela menerima segala sesuatu yang di perintah dan dikatakan oleh Al terhadap dirinya tanpa mau di bantah.
"Buka lagi mulutmu Sya".
"Sini aku bisa makan sendiri".Fisya segera mengambil makanan yang ada di tangan Al untuk ia makan sendiri.
"Tidak. biar aku saja yang menyuapimu".ucap Al yang menahan piring makanan yang ada di tangannya untuk tidak di ambil oleh Fisya.
"Aku bisa makan sendiri,jadi kemarikan".minta Fisya
"No".
"AL aku bukan orang sakit yang harus kamu suapi,jadi berikan kepadaku biar aku makan sendiri".
"No, aku memaksa, cepat buka mulutmu jangan berbicara kalau lagi makan".
"Ck.kesal sekali rasanya Fisya terhadap lelaki yang satu ini,ingin sekali rasanya dirinya memaki lelaki yang ada di hadapannya ini,yang suka sekali memaksa akan kehendaknya.
Dengan terpaksa Fisya menerima suapan dari tangan Boss pemaksa ini.
"Hmmm nanti siang kamu ingi makan di mana"?.tanya Al yang memulai membuka percakapan diantara mereka setelah sebelumnya menyuapi Fisya beberapa suap nasi.
"Gimana mau cari makan di mana nanti waktu jam istirahat"?tanya Al lagi.
Dengan masih mengunyah nasi yang masih ada di dalam mulutnya.Fisya masih saja diam tanpa ingin memberikan jawaban untu pertanyaan yang Al ajukan kepadanya.
"Jawab dong Sya".ucap Al yang sudah kesal terhadap sekretarisnya ini, yang sedari tadi hanya diam tanpa memberikan sebuah jawaban atas pertanyaannya.
"Tuan Alkasy yang terhormat apa anda tidak melihat saya sedang apa?, tadi anda sendirikan yang mengatakan kalau lagi makan itu jangan berbicara, apa anda lupa?, anda tidak mungkin lupakan atas pernyataan anda barusan"?.
Deg
sungguh jawaban yang di berikan oleh Fisya seperti bomerang bagi dirinya sendiri.Al pun langsung terdiam tampa bisa mengucapkan sepatah katapun.
Diapun segera menyuapi Fisya kembali tanpa ada niat untuk mengajak Fisya berbicara dengan dirinya lagi.
Sampai selesai Fisya makanpun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Alkasy.
"Terimakasih ".ucap Fisya sedikit membuka obrolan diantaran keduanya, setelah selesai menghabiskan makanan yang di berikan oleh atasannya.
"It ok, minumlah dulu".jawab Al dengan menyerahkan sebotol minuman untuk Fisya.
Kemudian mereka pun segera kembali ke posisi mereka masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang tertunda.
*
*
*
*
...Terimakasih bagi para pembaca setia karya author yang pertama, jagan bosan ya untuk selalu menunggu apdate dari author...