Love Me Please

Love Me Please
Bab 85



Setelah Fisha turun dari mobil Alkasy, Alkasy pun segera melajukan mobilnya ke arah rumahnya. Dia pun turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam rumahnya dengan lesu. wajahnya terlihat begitu kusut sekali bahkan sama sekali tidak sedap di pandang .


Tanpa memperdulikan keberadaan kedua orang tuannya Alkasy segera menaiki tangga menuju kamarnya.


"Kenapa putra mu pa, kusut sekali wajahnya"? tanya mama Anita kepada suaminya.


Papa hanya mengangkat kedua bahunya saja pertanda dia juga tidak tau kenapa wajah putranya terlihat murung begitu." ntahlah".


" Bahkan dia mengabaikan kita pa, tidak biasanya dia seperti itu! apa lagi ada masalah ya pa"?tanya mama Anita lagi ke pada suaminya.


"Ntah lah ma, coba nanti mama tanyakan saja padanya apa terjadi sesuatu di kantor atau mungkin lagi ada masalah di kantor, tapi kalau papa perhatiin sepertinya ini bukan masalah kantor ma., mungkin saja dia lagi patah hati kali ma sama menantu idaman mama itu tu". ucap papa Andrew bercanda


"Hah benarkah!?,iss papa jagan ngomong gitu dong. ihh... mama ngak mau itu terjadi pa, papa jangan ngomong sembarangan dong. mama ngak mau calon menantu idaman mama di ambil orang pa". ucap mama Anita merajuk kepada suaminya karena telah bicara sembarangan.


"Mungkin saja ma, lagian kita ngak tau apa yang sebenarnya terjadi, dari pada mama penasaran lebih maik nanti mama tanyakan saja pada Al".ucap papa Andrew selanjutnya.


Alkasy yang baru saja masuk kedalam kamarnya pun segera menghela nafas kasarnya "Hufff" dia pun segera membukakan pakaian yang melekat di tubuhnya dan segera melemparkan pakaianya kotornya ke dalan keranjang baju kotor.


Alkasy pun mulai berjalan ke arah kasur dan segera menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya, dengan salah satu tangannya dia letakkan di atas dahinya, memikirkan nasip hubungan percintaan yang di jalani dirinya bersama Fisya. tidak ada kemajuan sama sekali bahkan hubungan yang mereka jalani, hanya begitu saja tanpa ada kata romastis sedikitpun. sama sekali tidak layak di sebut sebuah hubungan.


padahal sudah beberapa bulan mereka menjalin hubungan ini.walaupun Fisha tidak menerima ajakannya untuk menjalin hubungan percintaan ini, tapi selama ini Fisha sama sekali tidak menolak segala perhatian yang dirinya berikan, jadi dia pun menyimpulkan kalau Fisha menerima ajakannya, walaupun sampai detik ini. Fisha masih saja menjaga jarak dengannya , harus dengan cara apa lagi dia membuat wanita yang di cintainya mau menjalani hubungan dengan dirinya ini seperti pasangan yang lainnya.


Memikirkan itu semua yang ada membuat dirinya pusing saja, dia pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. mungkin setelah membersihkan tubuhnya, dan sedikit berendam akan mengembalikan kerja otaknya .dan fikirannya pun akan kembali tenang dan bisa berfikir dengan lebih baik. tidak seperti sekarang, seperti benang kusut saja.


Hampis satu jam Alkasy menghabiskan waktunya di kamar mandi, rasanya badanya kembali segar lagi, dan fikirnnya pun mulai tenang tidak seperti sebelumnya.


Dia pun mengambil pakaian santai nya,dan segera memakainya. tanpa ingin makan malam terlebih dahulu, Alkasy lebih memilih duduk di balkon kamarnya yang berhadapan dengan kamar sekretarisya ini. dia ingin tau apa yang sedang di lakukan oleh kekasih pujaan hatinya malam ini, apakah dirinya sudah tidur atau hanya pura pura tidur agar untuk menghindar darinya lagi.