Love Me Please

Love Me Please
WANITA GILA



Pagi datang.


Matahari sudah berdiri dengan tinggi diatas langit yang menyinari bumi, Rio sudah bersiap pergi ke kantor hari ini, sudah memakai dasi dan berjalan keluar kamar, mendapati Sekertarisnya yang berada dibawah tangga sedang menunggunya.


Ibu dan adik adik Rio sudah berada dimeja makan untuk sarapan, karena Rio menghormati ibunya rio akhirnya berjalan kearah meja makan.


"Selamat pagi kak" ucap jeje adik pertama Rio.


"Pagi kak Rio" ujar jeni adik kedua Rio.


Rio hanya tersenyum tidak membalas sapaan pagi adik adiknya, memakan sarapan yang disediakan, Rio hanya memakan sandwich nya,karna Rio tidak suka makan makanan berat dipagi hari.


Setelah sarapan dia bersiap pergi menuju kantor.


"Aku pergi" ujar Rio kepada manusia yang ada dimeja makan,setelah nya pergi tanpa embel embel mencium ibu nya.


Saat sudah dimobil Rio melirik Sekertaris Mun.


"aku ingin kau membawa wanita kemarin kekantorku." ucap Rio dengan penekanan dia ingin di jawab ya.


"Baik Tuan saya akan membawanya" jawab Sekertaris Mun.


"Ah tidak tidak,aku ingin bertemu nya diluar saja, dijam makan siang" Ucap Rio.


"Baik Tuan."


"Bagus"


............................................................................


Dara sudah sampai di toko tadi,membantu karyawan nya membungkus barang pesanan yang akan dikirim, dara mengelola berbagai macam baju batik, dia membeli dan menjualnya, memang pendapatannya tidak sebanyak yang dia inginkan,tapi dari pada dia tidak punya kegiatan sama sekali,itu lebih buruk.


Saat sedang membantu karyawannya, ponsel Dara berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


"Mbak hp mbak ada yang nelpon nih" ucap rosa dan memberikan hp Dara kepadanya.


"Makasih ya ros" ucap dara meraihnya.


Dara menyerit,Ini nomor yang kemarin menelfonnya,kenapa dia menelfonnya lagi,padahal Dara sudah mengembalikan jas nya.


Mau apa lagi si ni orang.


Panggilan nya diterima oleh dara,lekas dara menelpelkan ponsel nya ditelinga nya.


"Halo?" ucap dara


"Maaf ya sekertaris aku tidak berminat,beritahu bos mu aku tidak ingin melakukannya" ujar dara setelah mendengar apa yang dikatakan sekertaris gila itu


"Tidak akan pernah,dan jangan lagi kau menelfonku! itu menganggu ku kau tau!?" segera Dara mengakhiri panggilannya, Dara jengah dengan pria itu.


"Siapa mbak?Pacar yah hehe?" tanya liya.


"Bukan,dia bukan pacarku,dia hanya orang gila yang salah alamat" ucap Dara kesal.


"Oh gitu" ucap liya melirik rosa


"Sudah lanjutkan,tidak usah memikirkan itu" ucap Dara.


....................................................................


Saat jam makan siang Dara dan karyawannya ingin makan di luar, tetapi semua nya terhenti karena ada seseorang yang dikenalinya berjalan mendekat kearahnya.


Kenapa dia tau tempat kerjaku?


"Selamat siang nona, Tuan ingin kau menemuinya" ucap sekertaris Mun.


"Kau tau dari mana tempat kerja ku?" tanya dara bingung.


"Tidak perlu dipikirkan nona,silahkan" ucap sang sekertaris Mun.


"Mbak dia siapa?" tanya rosa yang mendekat kearah Dara.


"Hm bukan siapa siapa,maaf ya aku tidak jadi makan bersama kalian,lain kali saja ya" ucap Dara yang tidak enak kepada rosa dan liya.


......................................................................


Setelah beberapa menit diperjalanan, akhirnya mereka sampai dimana tempat Dara akan bertemu pria kemarin.


Sekertaris Mun membuka pintu untuk Dara.


"Silahkan nona"


Dara turun dari mobil dan mengikuti arah Sekertaris Mun.


Pamdangan Dara melihat seorang pria yang sedang menunggu di meja vip khusus untuknya.


"Nona Dara sudah datang tuan." lapor sang sekertaris.


Dara yang berdiri disamping pria itu hanya memandang malas.


"Duduklah! Kau membuat leherku sakit" ucap pria sombong ini.


leher leher mu ini bukan leher ku! - maki dara dalam hati.


"Kau sudah makan siang?" tanya pria didepan dara.


kenapa dia bertanya, seperti sudsh kenal saja.


"Maaf tuan,aku tidak mengerti kenapa kau membawa ku kesini, aku sudah mengatakannya kan ditelfon tadi bahwa aku tidak mau bertemu denganmu." ujar Dara.


"Tapi aku ingin bertemu denganmu" jawab Rio enteng.


Dara menghela nafas sejenak.


"Jadi apa yang ingin kau biacarakan?" ucap Dara yang menatap pria didepannya.


"Aku sudah bilangkan, aku ingin kalau kau mengandung anakku" ucap Rio santai.


Wah wah enak sekali mulutnya bicara.


"Maaf tuan,aku juga sudah bilang kan kalau aku tidak mau." ucap Dara.


"Tapi aku ingin kau melakukannya" tunjuk Rio ke depan wajah Dara dengan telunjuknya


Dara jengah, menghela nafas panjang dan berkata.


"Apa kau kira aku ini jalang?Kau pikir mengandung itu pekerjaan mudah? aku akan mengandung anak dari orang yang tidak aku kenal. Bahkan nama nya saja aku tidak tau" ucap dara dengan nada kesal.


"Baiklah kalau begitu, kenalkan, aku Rio Sanjaya,kau pasti tau kan nama itu" ucap Rio.


"Aku tidak mengenal nama itu." ujar dara enteng.


"Kau tidak tau?" tanya Rio yang heran,kenapa dia tidak tau? Padahal seluruh penjuru negri tau siapa dia.


"Tidak tau dan tidak mau tau." ucap Dara.


Cih wanita ini benar benar.


"Tidak masalah,tapi setelah ini kau akan tau namaku jika kau mencarinya di internet" ujar Rio


Dia pikir dia siapa sampai dia ada di internet,dasar sombong.


"Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi aku akan pergi, waktu makan siang ku habis karna meladeni mu tuan. Aku permisi" ujar dara yang pergi meninggalkan Rio yang tercengang karna tingkahnya.


Apa dia bilang,aku membuang waktunya?yang benar saja,hei yang orang penting disini aku,ah dasar wanita gila..


Rio menggerutu dalam hati.


"Lihat saja,kau akan memohon padaku nanti"


ujar Rio menyeringai.


BERSAMBUNG.......