Love Me Please

Love Me Please
Bab 44



ya. orang yang sedang berbicara dengannya itu adala Al, yang Fisya yakini barusan tidak akan datang untuk mengikutinya lagi, tapi semua yang diyakininya ternyata salah, malahan sekarang Al sedang berdiri di sampingnya.


"Huff"Fisya hanya bisa menghela nafasnya saja menanggapi kehadiran Al.


"Sini biar aku pijitin"!ucap Al yang langsung duduk di samping Fisya.


"Kemarikan kakimu".perintah Al


"Apa"!


Melihat Fisya yang bigung atas perintahnyapun segera saja Al mengangkat kedua kaki Fisya dan dia letakkan di atas pangkuannya untu dia pijat.


"Apa yang anda lakuka"? ucap Fisya yang merasa geram atas perlakuan Al


"Ya memijat kakimu apa lagi yang aku lakukan"!.


"Tidak usah, aku bisa sendiri".Fisya pun segera memindahkan kakinya tetapi tidak bisa karena Al menahannya.


"lepaskan".ucapnya yang mulai geram terhadap Al karena perbuatanya itu.


"Ck, kamu ini, biarkan aku memijatnya aku tau pasti kakimu ini lelah sekali setelah lari begitu jauh tadi, sudah seperti orang di kejar setan saja kamu ini, larinya kencang amat".tanpa mengindahkan ucapan Fisya,Al menahan kaki Fisya tetap berada di pangkuaannya dan mulai memijatnya.


"Apa anda tidak mendengar apa yang saya katakan".ucap Fisya lagi yang masih menahan emosinya.


"Apa kamu sudah sarapan?,kalau belum ayo kita cari sarapan bersama setelah aku pijat kakimu, biar jalannya nanti ngak sakit lagi",.


Tanpa memperdulika kata Fisya,Al malah mengalihkan pembicaraan yang lain.


Fisya yang mulai tidak bisa menahan emosinya yang sudah ingin meledak karena Al tidak memperdulika ucapanya pun segera mencekal pergerakan tagan Al.


"Kenapa"?tanya Al yang harus menghentikan kegiatannya itu karena merasakan genggaman tangan Fisya yang begitu kuat di pergelangan tangannya itu.


"Apa anda tidak mendengar apa yang saya katakan tadi".gigi Fisya gemertuk menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun dengan tangan yang semakin kuat mencengkeram tangan Al.


Al yang merasa cekalan tangan Fisya di tangannya yang semakin kuat saja,segera menatap sekretarisnya itu, sunguh dia merasa Fisya sangat banyak berubah, dia bisa merasakan tatapan mata sekretarisnya itu begitu dingin dengan menahan amarahnya.


"why"?Tanya Al lagi tanpa memperduli kan rasa sakit di tangannya akibat cengkraman tangan Fisya yang mungkin saja kukunyapun menancap di kulitnya.


"Kalau saya katakan tidak maka jangan pernah anda lakukan! apa yang anda inginkah"? ucap Fisya dengan tatapan yang begitu tajam.


"Aku hanya ingin hubungan kita seperti dulu Sya tidak seperti sekarang seperti orang yang tidak saling mengenal satu sama lain, apa keinginanku salah sya"?


"Berhenti mengatakan hal-hal bodoh, hubungan seperti apa yang anda maksud kita sama sekali tidak pernah memiliki hubungan apapun,anda harus ingat itu".


"Apa yang kamu katakan sya"?


"Hubungan kita hanya sekedar atasan dan bawahan saja selebihnya kita tidak pernah ada hubungan sama sekali, dan di luar hubungan pekerjaan kita tidak pernah mempunyai hubungan apapun jadi berhentilah untuk mengikuti aku".


"Dan satu lagi anda harus mengingatnya dengan baik-baik,diluar jam kerjaku berhenti menggangguku dan berhenti memerintahku seperti yang anda inginkan, karena aku bukan sekretarismu dan saya harap sebaiknya di luar jam kerja kita juga tidak saling mengenal satu sama lain".ingat Fisya kepada Al yang tidak ingin di ganggu oleh atasanya itu di luar jam kerjanya.


Setelah mengucapkan itu Fisya pun segera berdiri dan melangkahkan kakinya untuk menjauh dari atasanya itu.


Al yang hanya bisa menatap punggung Fisya yang semakin jauh dari pandangannya pun hanya mampu terdiam dengan fikiran yang begitu berkecamuk sulit di jelaskan tanpa bisa melakukan apapun.