
"Yaa... tidak bisa juga".sungguh Fisya tidak tau harus memberi alasan apa atas penolakannya.
"Iya tapi kenapa"tanya Al lagi yang merasa penasaran atas penolakan yang di berikan oleh Fisya
"Saya...ya.. saya tidak mungkin mengaku anda sebagai pasagan saya, saya juga ingin berkenalan dengan tamu di sana manatau nanti saya bertemu dengan jodoh saya tuan".bohong Fisya yang tidak tau harus memberi alasan apa lagi atas pertanya Al.
Mendegar apa yang di katatan sekretarisnya Al menginjak rem mobilnya secara tiba-tiba membuat Fisya hampir saja kejedot dasboard mobil untung saja dia bisa menahan dengan tangannya, juga memakai seatbealt kalau tidak dia tidak tau apa yang akan terjadi dengan kepalanya.
"Apa yang anda lakukana tua"?teriak Fisya yang terkejut kenapa atasanya mengerem mobilnya sejara mendadak.
"Untung saja tidak ada mobil lain di belakan kita, kalau tidak saya tidak tau apa yang akan terjadi pada kita tuan".sambil mengelus dadanya Fisya berbicara ke pada lelaki yang duduk di sampingnya, dia sungguh sangat bersyukur untung tidak terjadi sesuatu kepada dirinya.
"Apa itu alasan kamu tidak ingin mengaku sebagai pasangan aku"?Al tidak memperdulikan Fisya yang masih shock dengan kejadia barusan,dia hanya ingin mendegar penjelasan sekretarisnya ini sejelas jelasnya apa karena itu dia menolak untuk menjadi pasangannya malam ini,sungguh rasanya begitu sesak mendengarnya.
"Maksudnya tuan"?Fisya yang tidak mengerti maksud atasannya pun merasa heran.
"Apa masih kurang jelas pertanyaan aku tadi"!
Fisya yang mendengarnya semakin bingung saja tidak tau maksud Al.
"Mendengar apa yan di ucap kan oleh Fisya membuat dirinya semakin kesal saja.
"Apanya yang tidak kamu paham aku menyuruh kamu untuk menjadi pasangan aku malam ini, tapi apa jawabanmu, kamu menolak ajakanku hanya karena kemungkinan-kemungkinan kamu yang akan bertemu jodoh kamu disana jawaban macam apa itu"?
"Memangnya kamu sudah ada pasangan"?tanya Al lagi dia sangat kesal mendengar apa yang di katakan oleh sekretarisnya ,hatinya tidak rela kalau Fisya di miliki oleh orang lain, sungguh perasaan yang aneh.
"yaa... tidak tuan".sambil menggaruk lehernya Fisya menjawab pertanyaan Al sungguh menyudutkan dirinya bossnya ini seperti ingin dirinya untuk menjelaskan kalau dia jomblo.
"Setidaknya saya disana bisa berkenalan dengan para pengusaha yang hadir di sana tuan, mana tau nantinya ada yang keselip jodoh saya tuan, kalau saya mengaku pasangan anda pasti selamanya saya tida akan menemukan tambatan hati saya tuan",jelas Fisya menghela nafasnya dan mulai terlihat lesu, bagaimana bisa dia membuka hatinya terhadap orang lain sedangkan hatinya masih di miliki oleh orang yang sama,orang yang pernah memberinya cinta dan orang itu pula yang telah mengoreskan luka di hatinya.
Melihat raut wajah Fisya yang terlihat lesu setelah mengucapkan perkataan itu, sebuah ide muncul di kepala Al."memang kamu sangat pintar Al selalu saja ada yang otak mu berikan, orang-orang memang tidak salah menganggapmu orang paling pintar,hahahha".batin Al memuji diri sendiri
"Buat apa kamu susah payah mencarinya Sya sedangkan sudah ada yang lebih sempurna di samping kamu,buat susah diri sendiri saja"ucap Al
"Lagian kita kan belum putus jadi buat apa mencari jodoh yang sudah jelas-jelas ada di samping mu,udah terima saja tawaran dari aku tadi ok"?ucap Al sambil menaik turunkan alisnya.