
Fisya yang mendengar ajakan Al sama sekali tidak memperdulikannya, jagankan untuk menerima ajakan Al.
Bahkan Fisya sama sekali tidak berminat untuk menjawab atau menerima ajakan dari atasannya itu.
Tanpa memperdulikan atasannya Fisya segera melangkahkan kakinya untuk menjauhi Alkasy tanpa memberika jawaban atas ajakan atasannya.
Melihat Fisya yang beranjak dari hadapannya tanpa menerima ajakannya, Al hanya bisa menghelakan nafasnya saja.
Al pun segera melangkahkan kakinya untuk mengikuti Fisya mana mau dia berdiri disini seperti orang bodoh saja, niatnyakan hari ini memang untuk mendekati sekretarisnya kembali.
Jadi walaupun Fisya tidak menerima ajakannya tidak masalah yang pasti dia akan terus mengikuti kemana Fisya pergi hari ini.
Setelah sedikit berlari untuk menyusul langkah Fisya yang sudah menjauh dari dirinya,akhirnya Al dapat jugan mensejajarkan langkahnya dengan Fisya.
Fisya yang sadar bahwasanya Al mengikutinyapun segera mempercepat langkahnya dia tidak ingin hari indahnya ini di ganggu oleh Al.
Sudah cukup mereka bertemu di kantor setiap hari,jadi untuk hari ini dia tidak ingin berurusan dengan atasannya ini.
"Pelan-pelan saja Sya",ucap Al yang melihat sekretarisnya ini bukan joging pagi,melainkan seperti orang yang lagi di kejar pencuri saja.
"Ck, kamu ini kayak orang lagi di kejar maling saja, kalau kamu lari seperti itu bukan olahraga namanya Sya".ucap Al lagi yang mempercepat langkahnya untuk bisa terus sejajar dengan langkah Fisya.
Fisya yang masih tidak ingin memperdulikan perkataan Al semakin mempercepat saja langkah kakinya untuk lari semakin menjauhi Al.
"Kalau kamu lari secepat itu kamu akan cepat lelah Sya yang ada nanti kamu bakalan pingsan Sya pelan-pelan saja".ingat Al
"Hufff" hela Al yang menghentikan langkahnya dan melihat Fisya yang semakin cepat saja larinya.
"Bahkan dia sama sekali tidak mau menjawa perkataanku".gumam Al
Karena tidak ingin kehilangan jejak Fisya yang semakin jauh saja dari pandangannya,dia pun memutuskan untuk mulai mengejar Fisya kembali,Al pun segera berlari dengan cepat.
"Hah hah hah".hembusan nafas Fisya yang terasa begitu lelahnya.
"Huff lelah sekali sepertinya dia tidak akan bisa mengikuti aku lagi,aku tadi melihat kalau dia berhenti disana aku yakin itu, syukurlah kalau dia tidak mengikuti aku lagi".gumam Fisya yang sangat yakin kalau Al tidak akan mengikutinya lagi karena tadi dia sempat melirik ke pada Al.
"Hah lelah sekali rasanya sungguh aku ngak sanggub lagi untuk sekedar berjalan kalau bukan karena lelali brengsek itu ngak bakalan aku kelelahan seperti ini, huff".ucap Fisya yang mulai menghentikan langkahnya untuk mengatur nafasnya yang gosgosan itu.
Untuk beberapa menit Fisya yang yakin tidak ada yang menganggunya lagi,mulai mendudukkan dirinya di kursi yang ada di bawah pohon tempat di mana dia berhenti.
Fisya mulai meluruskan kakinya yang terasa begitu pegal karena larinya yang begituk cepat tadi rasanya sendi-sendi kakinya begitu lemas semua,dia pun mulai memijit kakinya untuk menghilangkan rasa pegalnya.
"Kan udah aku bilang tadi jagan lari,bisa buat kamu cepat lelah,sekarang pasti kakimu pegal kan, dibilagin ngak nurut,bandel sih kamu"!.
Fisya yang mendegar suara yang sangat di kenalinyapun segera mengalihkan pandagannya untuk melihat orang tersebut.
Deg
"Ya ampunn......".batin Fisya
Yang terkejut karena Al sudah berada di samping dirinya dan mata keduanyapun saling bertatapan.
*
*
*
...mohong dukungannya agar author semagat dalam menulisnya😊...