Love Me Please

Love Me Please
Bab 108



Alkasy yang masih memeluk Fisha, terus mengusap punggungnya menenangkan kekasih hatinya,karena menagis katanya terharu mendapatkan kejutan indah dari dirinya. pun segera melepaskan pelukannya, dan mulai berjongkok di hadapan Fisha.


"Sha".panggil Alkasy yang berjongkok dengan tangannya mengenggam tangan Fisha.


Fisha yang mendapatkan panggilan dari Alkasy segera mengalihkan tatapanya menatap Alkasy dengan mata yang masih basah dengan air mata. pun mengerutkan keningnya melihat Alkasy yang tiba-tiba sudah berlutut di hadapannya.


"Kenapa"?tanya Fisha.


"Sha". panggilnya lagi menatap Fisha. "Aku minta maaf kalau dulu aku sering menyakiti hatimu, aku sering mengabaimu dan aku juga sering memperlakukan dirimu begitu tidak baik, aku benar-benar minta maaf, aku menyesal".ucap Alkasy dengan tulus meminta maaf ke pada Fisha atas perlakuannya dulu.


Fisha yang semula masih sesenggukan akibat menagis karena mendapatkan kejutan yang tidak dia duga sebelumnya pun seketika terdiam mendengar ucapan Alkasy. bingung ? hanya satu kata itu yang ada di benaknya, kenapa dengan Alkasy tiba-tiba saja berlutut dan meminta maaf kepadanya, kenapa lagi dengan lelaki di depanya ini sudah terlalu sering meminta maaf kepadanya.


" Sha". panggilnya lagi. "aku ingin kita memulai semuanya dari awal lagi, tanpa mengingat yang pernah terjadi di antara kita dulu Sha".ucap Alkasy lagi yang semakin membuat Fisha bingung saja.


"Kamu ini kenapa sih tiba-tiba aneh begini? pakek acara berlutut segala. dan satu lagi pake minta maaf lagi,aku bahkan sudah bosan mendegarnya!.atau jangan-jangan kamu berbuat salah lagi di belangkang ku iya? kamu selingkuh"? tuduh Fisha


"Bukan! enak saja nuduh aku selingkuh""! jawab Alkasy menepis tuduhan Fisha dengan cepat enak saja dirinya di tuduh selingkuh mana mungkin selingkuh dirinya kan setia,bahkan dirinya begitu jijik dengan lelaki yang suka selingkuh menurutnya itu bukan lelaki sejati , lelaki sejati tidak akan pernah menyelingkuhi kekasihnya. walaupun dirinya pernah menjadikan Fisha sebagai pelampiasan saja tapi dia sama sekali tidak pernah menduakan Fisha selama menjalin hubungan dengannya.


"Aku kan lelaki setia sayang"! ucap nya lagi.


"Iya. setiap tikungan ada kan"?.ucap Fisha sinis


"Ck, mana ada seperti itu"! ucap Alkasy berdecak kesal


"Jadi kalau bukan itu apa coba?, lagian udah berapa kali kamu ngomong begituan, bahkan mulutku ini sudah hampir berbuih selalu menjawab pertanyaan yang sama terus menerus.berapa kali lagi aku harus menjawabnya kalau aku sudah memaafkan mu dan kita juga akan memulai hubungan ini dari awal lagi".ucap Fisha kesal di tegah -tegah dirinya lagi senang karena mendapatkan kejutan eh di buat kesal lagi dengan pernyataan Alkasy yang sama terus menerus, sudah berapa puluh kali dia mengatakan itu, kayak tidak ada pertanyaan lain aja.


"Ck, ap...".


" Will you marry me".ucap Alkasy segera memotong perkataan Fisha, sebelum Fisha melanjutkan ucapannya kembali.


Bahkan Fisha yang semula kesal akibat Alkays yang memotong ucapannya begitu saja , seketika terdiam setelah mendengar perkataan yang di ucap oleh Alkasy. bahkan sekarang dirinya tidak bisa berfikir dengan jernih , degup jantungnya pun mulai menggila begitu kencang berdetak,rasanya ini seperti mimpi Alkasy melamarnya,apa dirinya tidak salah dengar batinya.


"Will you marry me"? ulang Alkasy kembali yang belum mendapatkan jawaban dari Fisha.Alkasy pun segera mengeluarkan kotak yang berwarna merah di saku jas nya dan segera membuka kota tersebut menampakkan sepasang cinci yang begitu indah di sana.


"Apa aku sekarang lagi di lamar oleh Alkasy".batinnya begitu bahagia.


Fisha sebenarnya begitu terkejut mendengar Alkasy melamar dirinya. dirinya benar-benar tidak menyangkannya sama sekali


"A-apa kamu serius"?tanya Fisha gugup sungguh dirinya tidak menyangka malam ini akan mendapatkan dua kejutan sekaligus


"Aku serius Sha, apa aku terlihat seperti sedang bercanda?.tatap mataku Sha, aku serius ingin melamarmu menjadikan dirimu milikku sepenuhnya".ucapnya sungguh-sungguh.


Fisha pun menatap dalam kedalam bola mata Alkasy, menelisik dalam bola mata itu sama sekali tidak ada kebohongan di mata itu, dia berharap Alkasy benar-benar akan ucapannya.


"Aku serius Sha, aku ingin menjadikan dirimu tempat pelabuhan terakhir di hatiku untuk selamanya,aku ingin menjadikan dirimu ratu di hidupku dan menjadikan dirimu ibu dari anak-anak ku Sha ,hanya kamu wanita satu-satunya yang ada di hati ku selama ini Sha tidak ada yang dapat menggatikan posisi mu di hatiku Sha, aku tidak ingin kehilanganmu lagi maafkan aku yang pernah menyakiti mu. tolong terimalah lamaran ku Sha".ucap Alkasy berharap agar Fisha menerima lamarannya.


"Apa aku harus menjawabnya sekarang"! tanya Fisha berkaca-kaca begitu terharu akan ungkapan Alkasy.


"Bagun lah".ucap Fisha mengajak Alkasy untuk berdiri jangan terus berlutut pasti itu akan terasa sakit.


Alkasy pun mengiyakan ajakan Fisha dan segera bagun dari berlututnya.


"Jawab lah Sha".ucap Alkasy yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari bibir Fisha. begitu berdebar-debar rasanya.


Tanpa aba-aba Fisha pun segera mengecup bibir lelaki yang begitu dia cintai baik dulu maupun sekarang, hanya Alkasy yang ada di hatinya selama ini tidak ada lelaki yang bisa menggantikan posisi Alkasy di hatinya , dia tidak menolak lamaran Alkasy kesempatan inilah yang dia tunggu selama ini.walaupun dirinya pernah mencoba untuk melupakan Alkasy tapi tidak dia pungkiri di lubuk hatinya yang paling dalam dirinya masih menginginkan Alkasy.


Alaksy yang mendapatkan serangan tiba-tiba pun terpaku tanpa mampu membalas kecupan yang di berikan Fisha.dia tidak percaya Fisha berani menciumnya biasanya dirinyalah yang selalu duluan mencium Fisha, tapi sekarang ketika Fisha dengan berani menciumnya bukannya di balas malah terdiam tidak mampu membalasnya.padahal inilah yang dia ingin kan dari kemarin.


Fisha pun segera melepaskan ciumannya dan segera menunduk, dia merutuki dirinya yang dengan berani mencium Alkasy duluan, sungguh begitu malu, bahkan pipinya sudah begitu panas sekarang dia bisa merakannya karena pipinya yang mulai menghagat.


Alkasy pun mulai tersadar dari keterkejutannya setelah Fisha melepaskan tautan bibirnya.


"A-apa itu artinya kamu menerimanya"?tanya nya gugup.


Fisha hanya dapat menundukan kepalanya tanpa berani menatap Alkasy "Iya".jawabnya menganggukan kepalanya.


"Benarkah"?


Sungguh Fisha benar -benar tidak ingin menjawabnya lagi dirinya begitu malu sekarang akibat ulahnya sendiri. "iya "ucapnya lagi yang masih menunduk.


"Yes, yes, yes." . ucap Alkasy begitu bahagia , benar -benar bahagia,.


"Hey, tatap mataku".ucap Alkasy.


"Ngak".jawab Fisha malu


"Hey".ucap Alkasy yang segera mengangkat dagu Fisha agar bisa menatap wanita yang dia tau kalau sekarang dia malu. "tatap mataku".


Fisha pun segera membuka matanya yang semula dia tutup karena tidak berani menatap Alkasy.


Keduanya pun mulai saling memandang satu sama lain.hingga Alkasy mengecup kening Fisha. " terima kasih telah menerima ku".ucap nya mulai ******* bibir manis Fisha.


Mereka pun saling ******* satu sama lain hingga beberapa menit ciuman itu pun lepas.


"Aku ingin istirahat".ucap Fisha gugup.


Cup


"Good night" ucapnya segera berlalu dari hadapan Alkasy tanpa mendengar jawaban Alkasy terlebih dahulu.


"Sayang".panggil Alkasy terseyum bahagia. "Tunggu aku".ucapnya yang menyusul Fisha.