Love Me Please

Love Me Please
Bab 22



Alkasy yang masih memperhatikan sekretarisnya tanpa mengalihkan perhatiannya terpesona akan kecantikan perempuan yang sedang duduk di hadapannya,dia memperhatikan setiap inci wajah yang ada di hadapanya,dari rambutnya,mata hidung pipi bibir bahkan dagu perempuan itu dia perhati degan sangat teliti.


"Canti"hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Al kenapa baru sekarang dia memperhatikan nya , membuat dirinya menyesal saja kemana saja selama ini, baru sadar kalau Fisya begitu cantik."Bahkan tanpa polesan make up di wajahnya dia begitu canti kemana saja kamu selama ini Alkasy".batin Al yang merasa geram pada dirinya sendiri yang pernah memanfaatkan Fisya, kalau saja Fisya tau semuannya pasti dia tidak akan pernah memaafkan Alkasy.


"Tuan ini airnya di minum dulu".


Al yang masih melamun terkejut mendegar perkataan dari Fisya dia segera tersadar dari lamunannya,"Ternyata sudah habis saja nasinya",dia segera mengambil minuman yang di beri oleh Fisya.


"Te-terimaksi"ucap Al degan gugup


Fisya hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab perkataan dari Al.


Lalu dia segera membersihkah semua peralatan makan Al dan menelpon OB untuk mengabilnya.setelah semua selesai Fisya pun segera berdiri ingin kembali kemejanya.


"Nafis"panggil Al


Fisya yang mendegar namanya di panggil segera melihat kepada atasannya.


"Tuan apa boleh saya bicara"?bukan menjawab panggilan bossnya Fisya malah berkata yang lain


"Iya silahkan"


"Tuan kalau bisa berhenti memanggil saya dengan nama itu".


"Kenapa"


"Saya tidak suka mendengar panggilan nama itu tuan"


"tapi kenpa"?


"Saya harap anda mengerti tuan, anda bisa memanggil dengan Fisya saja tuan".


"Itu dulu tuan dan sekarang saya tidak suka, dulu dengan sekaran itu berbeda tuan, jadi berhentilah anda menyamakan saya dulu dengan sekarang" ucap Fisya.


"Sekarang kita hanya sebatas atasan dan bawahan jadi bersikaplah layaknya atasan dan bawahan tuan".


Deg.


"tapi apa alasanya"?ucap Al dengan sediki lirih


"itu hanya nama panggila yang di berikan oleh orang-orang yang memanfaatkan saya saja tuan, dan nama itu hanya panggilan untuk ejekan saja".ucap Fisya dengan santai bahkan tidak ada nada marah sedikitpun.


Deg deg deg.


Dia hanya bisa menutup matanya Medengar penuturan dari Fisya membuat Al merasa sangat bersalah, dia hanya bisa menundukkan kepalanya tidak tau harus berkata apa.


"Dan saya harap anda mengerti tuan".ucap Fisya


"Ba-baiklah, Fisya apa kita tidak bisa seperti dulu lagi"? tanya Al dengan hati-hati takutnya Fisya masih belum bisa menerima ajakannya.


"Apa yang saya katakan tadi apa masih kurang jelas tuan, saya tidak ingin mengenang ataupun mengenal orang-orang di masalalu saya, karena itu tidak patut untuk saya kenang, saya harap anda paham dengan maksud saya".dengan menegaskan setiap kata-katanya, Fisya segera kembali melangkan ke arah mejanya.


Mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulu sekretarisnya,ia hanya bisa menghela nafasnya,sekarang Fisya sangat susah untuk didekatin,benar yang dikatan oleh Fisya dulu dan sekarang itu berbeda, sangking berbedanya Fisya bahkan tidak ingin mengenalnya.


🎄🎄🎄🎄🎄🎄


Dua bulan kemudian.


Ya, sudah dua bulan Al dan Fisya bekerja bersama sebagai Boss dan sekrataris, selama itu pula tidak ada pembicara yang seperti di harapkan oleh Al,Fisya benar-benar hanya berbicara seperlunya saja dengannya , dia benar-benar menganggab Al hanya sebagai atasanya saja tidak lebih.


Setelah kejadi hari itu Al dan Fisya benar-benar hanya berbicara seperlunya saja,Al masih berharap Fisya akan seperti duli lagi tidak seperti sekarang sangat dingin dan kaku.tapi harapanya hanya sia-sia saja.