
Beberapa minggu kemudian.
Setelah kejadian di mana Fisya menerima suapan dari Alkasy.Ternyata Al semakin berani saja memberikan perhatian yang lebih kepada Fisya,bahkan dia tidak segan-segan menunjukan perhatiannya di depan publik.
Bagi Fisya itu begitu menganggu tapi apa boleh buat,dia tidak bisa melarang Al yang ada Al bakalan semakin menjadi.
Bahkan sekarang, kemana saja dirinya ingin pergi pasti harus meminta izin dari Al dan jagan lupa satu lagi harus Al yang menemani.sungguh perlakuan Al terhadap dirinya seperti barang berharga saja yang takut akan pecah tiba-tiba.
semua perlakuan dan perhatian yang Al berikan kepada dirinya seolah-olah mereka itu pasangan kekasih,padahal mereka hanyalah rekan kerja saja yaitu atasan dan bawahan saja tidak lebih.Dan itu semua hampir saja membuat Fisya terbawa suasana yang Al ciptakan.seperti saan ini.
Fisya yang sedang memijit dahi nya yang merasa pening akan kelakuan Al yang begitu possesive terhadap dirinya membuat Fisya ingin berhenti saja bekerja di sini,walaupun nantinya dia akan menyesal karena mungkin gajinya akan berbeda kalau bekerja di tempat lain.
"Aku mohon, aku ingin pulang sendiri, lagian aku ingin membeli keperluan dapur yang sudah habis".ucap Fisya.
"Tidak,biarkan aku yang mengatarmu, kamu hanya perlu duduk manis saja di samping ku".
"Tidak perlu, aku tau kamu pasti lelah lebih baik kamu pulang duluan saja dan beristirahat,tidak perlu mengantarku, aku bisa sendiri".
"No, aku ingin menemanimu. kemana saja kamu ingin pergi aku akan siap selalu untuk menemani mu. aku tidak lelah kalau untuk hal yang satu ini, aku selalu siap menemanimu Sya,tolong jangan pernah menolak apa yang aku lakukan Sya".ucap Al yang mulai mengerakkan tangannya untuk menangkup kedua pipi Fisya dan mengelusnya dengan lembut pipi lembut itu.
Sungguh perhatian yang Al berikan membuat dirinya merasa begitu istimewa dan begitu diharapkan,diperhatinkan berlebihan seperti ini siapa yang tidak akan merasa meleleh dan dinding pertahanannya sedikit goyah, tapi dia harus bisa menahannya agar tetap kokoh.
"Tolong jangan seperti ini Al".ucap Fisya melepaskan tangan Al yang berada di pipinya.
"Tatap mataku Sya"?ucap Al sekali lagi.
"Ini tidak Baik Al".ucap Fisya yang memberanikan dirinya untu menatap balik bola mata milik Al.
"Tidak baik seperti apa maksudmu "?.
"Jangan membuat aku berharap lebih kepada mu Al".
"Aku tidak paham kemana arah pembicaraanmu itu Sya".saut Al dengan nada suara yang begitu lembut terdegar di telinga Fisya.
"Kamu tidak paham apa yang aku maksud"?ucap Fisya dengan tersenyum sinis.
"Apa tujuan mu selama ini memberi perhatian seperti ini kepada ku?. dan apa tujuanmu memperlakukan ku layaknya seorang kekasih?jagan membuat aku salah paham akan perlakuanmu Al".ucap Fisya dengan nanda yang mulai meninggi, dia sudah tidak tahan lagi merasakan perlakuan dari Al yang ujungnya akan membuat dia merasa patah hati.
"Salah paham apa yang kau maksud"?tanya Al yang masih belum mengerti kemana arah pembicaraan Fisya.
"Aku tahu kamu hannya ingin bermain-main dengan perasaanku,jangan pernah memberi harapan palsu kepadaku Al kalau akhirnya kamu akan memberi rasa sakit lagi di hatiku".ucap Fisya
Al yang mendengar pengakuan dari Fisya begitu terkejut,hanya bisa menatap bola mata di depannya begitu dalam tanpa menjawab sepatah katapun.