Love Me Please

Love Me Please
Bab 40



"emmmhh". lengguh Fisya yang masih memejamkan matanya.


Sungguh suara lenguhan Fisya terdengar begitu sexy di telinganya.kalau seperti ini ingin sekali rasanya dia mengulang kembali untuk mencium bibir Fisya sekali lagi dan ********** lebih lama lagi." tahan...Al tahann.... jangan sampai kamu lepas kendali lagi Al".bati Al


"Sya bagun sudah sampai".ucap Al sekali lagi


"Eummm sudah sampai ya tuan"?ucap Fisya yang mulai membuka kedua matanya lalu Fisya segera menegakkan tubuhnya untuk mengembalikan kesadarannya diapun mengucek kedua matanya agar dapa melihat dengan jelas dan memperhati sekelilingnya ternyata benar dia sudah sampai.


Kelakuan Fisya yang baru bangun dari tidurnya itu sungguh sangat lucu di mata Al rasanya ingin sekali dia mencubit kedua pipinya sunggu gemas sekali rasanya.


"Ma-maaf tuan saya ketiduran".sungguh Fisya merasa tidak enak dengan atasannya karena dia membiarkan atasannya menyetir sendiri sedangkan dirinya tertidur dengan sangat nyamanya.


"Iya tidak apa-apa".


"Kalau begitu saya permisi tuan".tanpa menunggu jawaban dari atasanya Fisya segera menyampingkan badannya untuk membuka pintu mobil dan segera ingin keluar.


Baru saja Fisya ingin membuka pintu mobil tapi sudah harus terhenti karena mendengar panggilan dari atasannya.


"Sya"!


"Iya tuan"?Fisya pun segera membalikkan badanya untuk menghadap atasannya.


"Terimakasih karena kamu sudah mau meluangkan waktumu untuk menemani saya malam ini.ucap Al


"Iya tidak apa-apa tuan,itu sudah tugas saya ,kalau begitu saya permisi tuan"?ucap Fisya lagi yang sebenarnya sudah sangat mengantuk ingin segera keluar dari dalam mobil atasannya ini.


"Pakailah payung ini Sya agar kamu tidak kehujanan"kata Al lagi yang membuat pergerakan Fisya yang ingin segera keluar terhenti kembali.


Sebenarnya ia masih ingin berlama-lama dengan sekretarisnya ini makanya dia mengajukan pertanyaan yang konyol bagai mana tidak konyol,padahal hujan di luar tidak sederas tadi lagi hanya tinggal gerimisnya saja tapi Al malah menawarkan Fisya payung sungguh tawaran yang tidak masuk akal sekali.


Rasanya matanya ini sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi ingin segera menuju ke pulau kapuk sepertinya. dia tidak memperdulikan atasanya lagi apakah dia marah atau tidak karena dia langsung keluar tanpa menunggu jawaban darinya dia tidak peduli, yang penting sekarang dia harus segera memejamkan matanya.


"Malam juga Sya semoga mimpi indah"ucap Al walaupun Fisya tidak mendegarnya


Al yang hanya bisa memandangi siluet tubuh Fisya yang semakin menjauh dari pandangan matanya hanya bisa menghela nafasnya saja, sekretarisnya itu masih saja dingin terhadap dirinya.


Dia pun segera memutar mobil nya untuk menuju kerumahnya.


Dia pun segera turun dari dalam mobilnya dan segera menuju ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"Ahhh lelah sekali rasanya".ucap Al yang baru saja merebahkan tubunya di kasur empuknya.


Diapun mulai terbayang kejadia di dalam mobil tadi ,sambil terseyum sendiri dia mulai meraba bibirnya sungguh dia tidak percaya bisa merasakan kelembutan bibir Fisya dia benar-benar sudah gila karena berani mencuri ciuman dari bibir sekretarisnya itu tanpa sepengetahuan dari pemiliknya.dia masih bisa merasakan manisnya bibir sekretarisnya itu.


"Ahhhh rasanya tidurku malam ini sangat nyenyak sekali hehehhe"masih dengan senyuman seperti orang gila Al nyegir-nyegir sediri dengan memeluk bantal guling semakin erat saja"ingin sekali rasanya aku memelukmu seperti ini Sya".


"Bagai mana ya reaksi Fisya besok kalau dia tau aku tingal satu perumahan dengannya, sungguh aku tidak sabar menunggu hari esok, aku harus tidur secepatnya ini kalau tidak besok aku tidak akan terbagun".gumam Al yang segera memejamkan matanya dengan bibirnya yang masih terukir senyuman bahagianya.


*


*


*


...Maaf baru bisa up date lagi 🙏😊...