
Hari yang di tunggu akhirnya datang, hari ini Leo memenuhi janjinya mengajak Zoe ke London bersamanya.
"Sayang kau yakin ingin meninggalkan Dad dan Mom?"Tanya Martin sembari merapikan rambut putrinya.
"Yes Dad, Zoe hanya pergi beberapa hari kenapa Dad terlihat begitu sedih?"Tanya Zoe dengan mengusap wajah Daddy nya lembut.
"Dad cemas melepaskan kau berpergian jauh."Ucap Martin dengan jujur, jika saja bisa dia ingin sekali menemani Zoe ke London.
"Dad tidak perlu cemas kan ada papa yang menjaga Zoe, Iyah kan pah."Zoe melirik ke arah Leo.
Leo menganggukkan kepalanya dengan tersenyum pada Zoe.
Martin memeluk Zoe dengan erat dan mengecup seluruh wajah cantik putrinya karena mereka akan berpisah selama beberapa hari.
"Mom!"Panggil Zoe setelah mengurai pelukan dengan Daddy nya.
Zhi tersenyum manis sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Zoe."Ingat kau tidak boleh nakal!"peringat Zhi dengan menoel pelan hidung mancung Zoe." Jangan menganggu papa saat bekerja, mengerti?"Tanya Zhi dengan menaikan alisnya.
"Mengerti Mom."Jawab Zoe dengan memeluk ibunya. "Zoe pasti akan sangat merindukan Mommy, sayang sekali Mom tidak bisa ikut."Ucap Zoe sedih karena Mommy nya tidak bisa ikut.
"Lain kali kita akan pergi liburan bersama-sama, sekarang Mommy tidak bisa pergi tapi Zoe tenang saja Mama Shaki juga sedang berada di London nanti Mommy akan meminta mama Shaki menemui Zoe di London."Jelas Zhi dengan mengusap kepala Zoe.
"Zhi!"Ucap Martin yang terlihat tidak suka saat istrinya itu meminta Shaki mengunjungi Zoe nantinya yang otomatis membuat Leo juga ikut bertemu Shaki.
"Leo tidak masalah bukan? Aku hanya tidak ingin Zoe merasa kesepian!"Tanya Zhi dengan menatap Leo tanpa memperdulikan peringatan Martin untuk tidak meneruskan ucapannya.
"Hmm tentu saja."Jawab Leo dengan berusaha tersenyum.
Sekarang mereka semua sudah berada di halaman Mansion Smith, Leo yang hendak masuk ke dalam mobil melirik ke arah Martin yang terlihat begitu tidak rela melepas Zoe pergi bersamanya.
"Kau tidak perlu khawatir aku akan menjaga Zoe karena dia sudah aku anggap sebagai putriku sendiri. Lagian seharusnya kau senang aku membawa Zoe!"Lanjut Leo sambil memasang kacamata hitamnya.
Martin mengerutkan keningnya saat Leo berkata seperti itu."Maksud kau?" Mana mungkin dia merasa senang di tinggal oleh putri semata wayangnya.
Leo melirik Martin dengan tersenyum penuh arti."Selama aku membawa Zoe kau bisa membuat adik untuknya dengan bebas tanpa ada yang menggangu." Ucap Leo pelan yang membuat wajah Martin seketika menjadi berbinar.
"Astaga kenapa aku tidak kepikiran kesana! Kau benar-benar teman yang pengertian, kalau begitu kembalilah lebih lama agar aku bisa membuatkan kau keponakan yang banyak."Ucap Martin yang terharu dengan Leo yang memikirkan dirinya.
"Sialan kau! Masalah membuat anak kau paling cepat!"Leo menatap Martin dengan kesal karena pria yang tadinya tidak rela membiarkan Zoe pergi tiba-tiba menyuruhnya untuk membawa putrinya itu lebih lama.
Martin tersenyum ke arah Leo."Ayolah aku selama ini terlalu sibuk bekerja hingga lupa kalau sudah waktunya memberikan adik untuk Zoe."
"Papa ayo!"Panggil Zoe yang sudah masuk kedalam mobil yang di antar oleh Mommy nya.
Leo menganggukkan kepalanya, sebelum pergi dia menatap Martin yang berada di sampingnya."Bisakah wajah kau itu biasa saja? Aku merasa geli melihatnya."Ucap Leo dengan bergelidik ngeri."Dan ingat nanti setelah aku kembali kau harus membayar mahal untuk ini!"
"Kau tenang saja, sekarang pergilah! Setelah kau kembali kita akan membicarakannya lagi."Usir Martin dengan sengaja karena dia sudah tidak sabar berduaan dengan istrinya.
"****."Umpat Leo dengan segera masuk ke dalam mobilnya.
Zhi memandangi mobil Leo yang keluar dari mansion Smit sampai mobil tersebut menghilang dari pandangannya.
"Kau harus di hukum!"Ucap Martin yang tiba-tiba berada di samping Zhi seraya merangkul pinggang ramping istrinya.
"Kenapa masih memaksa untuk mendekatkan Shaki dengan Leo hem?"Lanjut Martin saat Zhi menoleh ke arahnya.
Zhi menghelah nafasnya, dia sudah menebak kalau Martin akan membahas ini."Shaki masih mencintai Leo! Bukankah Leo sekarang sendiri? Jadi aku rasa tidak masalah mencoba mendekatkan mereka kembali, sampai kapan Leo akan hidup seperti ini? Aku saja kasihan melihatnya tidak ada yang mengurus."
Martin membenarkan ucapan Zhi, sejujurnya dia juga tidak tega melihat kehidupan Leo yang tidak tentu arah seperti sekarang.
"Kau tidak jadi menghukum ku bukan?"Saat Martin tidak menyahut ucapannya.
"Tentu saja jadi!"Jawab Martin dengan seringai di wajahnya yang membuat Zhi menjadi merinding.
Martin mendekatkan wajahnya ke telinga Zhi."Hukumannya kau akan aku buat mendesah sepanjang malam."Bisik Martin dengan suara yang di buat begitu menggoda.
Martin mengulum senyumnya saat melihat wajah istrinya yang memerah."Aku rasa sudah saatnya kita memberikan Zoe adik."Sambung Martin dengan mengelus pinggang Zhi lembut.
"A-ku aku lupa belum menyiapkan makan malam."Ucap Zhi dengan gugup dan segera berlalu ke dalam dengan melepaskan tangan nakal Martin yang melingkar di pinggangnya.
"Siapkan yang banyak sayang, kita perlu energi ekstra untuk nanti malam!"Teriak Martin yang masih bisa di dengar oleh Zhi.
Martin tidak bisa lagi menahan tawanya, rasanya sungguh menyenangkan menggoda istrinya itu.
Dia tidak pernah menyangka akan berada di fase sekarang ini, tidak ada terbesit dalam pikirannya akan mempunyai keluarga, menikah dan mempunyai seorang anak apalagi menikah dengan gadis seperti Zhi yang begitu bar-bar, tapi setelah menikah Martin menjadi tahu kalau Zhi sebenarnya adalah perempuan berhati baik yang penuh dengan kasih sayang.
Awal-awal pernikahan memang begitu berat untuk di jalani mengingat bagaimana awal hubungan mereka, tapi setelah mencoba saling memahami satu sama lain sekarang Martin malah sangat mencintai istrinya yang begitu menggemaskan apalagi saat dirinya membahas tentang hubungan intim yang membuat wajah Zhi Seketika memerah, Martin tidak mengira kalau Zhi ternyata masih malu ketika dirinya membahas hal-hal yang berbau vulgar padahal usia pernikahan mereka sudah hampir memasuki umur enam tahun.
Martin tersenyum puas dengan kehidupannya yang sekarang, dia bersyukur memiliki Zhi dan Zoe yang memberikan warna dalam hidupnya yang begitu hampa dahulunya. Dengan langkah gontai dia masuk ke dalam ikut menyusul Zhi yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Bersambung.