
Setelah menuntaskan hajatnya rasanya Alkasy merasa lebih baik . ia pun segera ingin kembali kedalam di mana acara reoni di adakan, menemui kekasih hatinya yang sebelumnya ia tinggalkan bersama sahabatnya. dan ia pun ingin melanjutkan niatnya yang sebelumnya harus tertunda karena dirinya yang ingin kekamar mandi.
"brrrrr ah... rasanya begitu lega".gumamnya. "Memang kalau tugas negara yang satu ini kalau tidak cepat di tuntaskan bisa berabe semua urusannya".gumamnya lagi sambil mengancingkan resleting celananya, dan segera keluar dari kamar mandi tersebut.
Baru saja dirinya keluar dari kamar mandi , dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, terpaksa harus ia hentikan ,karena mendengar seseorang memanggil namanya dan suara panggilan itu begitu dia kenali.
"Alkasy".panggilnya lagi
"Sial". batinya.Rasanya dirinya begitu sial malam ini, bisa-bisanya ia harus berjumpa dengan perempuan ini lagi.
Padahal sebelumnya dirinya sudah mengatakan kepada Jack, untuk mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menghadiri acara reoni malam ini. tujuannya hanya satu agar perempuan pengganggu ini tidak hadir, kalau sudah seperti ini ia harus waspada, bisa jadi niatnya yang ingin memberikan kejutan untuk Fisha malam ini bisa gagal.
"Kenapa mereka ceroboh sekali, membiarkan perempuan licik ini berada di sini".batin Alkasy.
Alkasy tidak ingin kejadian di rentoran kemarin terulang lagi, ia harus extra waspada kali ini. jangan sampai perempuan licik ini menggagalkan kejutannya malam ini.
"Dasar pengganggu". gumamnya yang dapat di degar oleh Viona. tanpa memperdulikan raut wajah Viona yang berubah masam akan perkataannya.
Ya. orang yang memanggilnya barusa adalah Viona siapa lagi kalau bukan dia, perempua yang begitu menyebalkan. ntah kenapa dirinya dulu bisa menyukai perempuan seperti dirinya, sungguh bodoh sekali ia dulu.
Dengan terpaksa dirinya pun harus meladeni perempuan menyebalkan ini.
"Menganggu saja".ucapnya menatap perempuan yang sudah berdiri sedari tadi di depannya ini.
"Ada apa?".tanyanya ketus dengan raut wajah datarnya.
"Rupanya beneran kamu Al? aku fikir aku salah lihat rupanya benaran dirimu".ucap Viona terseyum begitu manis tanpa memperdulikan ucapan yang Alkasy lontarkan barusan, walaupun sakit tapi sebisa mungkin dia besikap biasa saja, jangan sampai dirinya terlihat marah seperti sebelumnya, bisa-bisa Alkasy bakalan meninggalkan dirinya lagi.
Ia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan Alkasy kembali setelah pertemuan sebelumnya.
Rasanya begitu bahagia mengetahui kalau Alkays hadir juga di acara reoni kali ini . tidak sia- sia rupanya dirinya mendegarkan perkataan sahabatnya untuk menghadiri acara reoni ini,bahkan menyuruhnya untuk merias dirinya secantik mungkin. bahkan dirinya menghabiskan waktu begitu lama hanya untuk memilih pakaian yang sesuai di tubuhnya menghadiri acara ini.
Ia bahkan begitu antusian mempersiapkan dirinya malam ini secantik mungkin setelah mendegar nasehat dari sahabatnya yang menyakinkan dirinya kalau Alkasy pasti bakalan hadir.
Sebenarnya sebelumnya dirinya begitu malas menghadiri acara reoni malam ini ,apa lagi ikut bergabung bersama teman kampusnya . baginya itu hanya buang-buang waktu saja. apa lagi tujuan nya mau mengikuti reoni ini hanya ingin bertemu Alkasy saja , kalau bukan karena Alkash ia ogah sekali bergabung bersama teman kampusnya.
Apa lagi setelah mendegar kabar kalau Alkasy membatalkan niatnya untuk menjadi ketua panitia di acara reoni tersebut dan di ganti oleh Jack.sungguh ia begitu putus asa sebelumnya, tapi sekarang apa yang dia lihat,Alkasy berada di depannya sekarang sungguh ia benar-benar bahagia, sepeti pepatah mengatakan "pucuk di cinta ulam pun tiba". itu lah kata yang patut di sematkan untuk dirinya sekarang.
Ia benar-benar bahagia bahkan ia berjanji bakalan berterimaksih ke pada sahabatnya dan juga akan mentraktir mereka, karena merekalah dirinya mau hadir malam ini. mereka yang terus saja memaksanya untuk ikut menghadiri acara malam ini. dan terus menyakinkan dirinya bahwa Alkasy pasti datang. dan sekarang terbukti akan perkataan mereka ., ternyata tidak sia -sia ia mau menerima ajakan sahabatnya itu. akhirnya dirinya bisa berjumpa lagi dengan Alkasy mantan kekasihnya dulu.
Ini kesempatan paling bagus buat dirinya untuk bisa mendekati Alkasy lagi. iya pun sama sekali tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang sudah ada di depan matanya kali ini.
Sungguh ia begitu bodoh kalau saja dirinya menolak ajakan sahabatnya itu.
"Sayang".panggilnya manja dengan nada suara yang di buat-buat.
"Jangan memanggil ku seperti itu dengan mulutmu yang menjijikan itu ".ucap Alkasy sadis, rasanya ia begitu muak dengan perempuan di depannya ini, berani sekali memanggil dirinya dengan panggilan itu.
"Kamu tau? kalau aku kagen sekali ke pada mu".ujarnya lagi ingin memeluk Alkasy.
Tapi sayang belum juga Viona sempat memeluk Alkasy, tubuhnya sudah mendapatkan dorongan dari Alkasy.
"Jangan pernah berani memeluk tubuh ku dengan tubuh kotormu itu".ujar Alkasy marah, rasanya ia begitu geram akan kelakukan Viona.
Ingin sekali rasanya ia mencekik perempuan ini.
"Sayang. kenapa sekarang kamu berubah begini? apa kamu tidak rindu kepada ku? padahal kita sudah lama tidak bertemu".ucap Viona yang sama sekali tidak memperdulikan raut kemarahan dari wajah Alkasy.
Dia hanya berfikir kalau Alkasy sedang berusaha untuk menghindarinya saja, dan ucapan kasarnya barusan itu hanya pura-pura saja untuk menutupi rasa cintanya yang masih bersemanyam di hatinya untuk dirinya, karena perbuatannya dulu yang pernah membuat Alkasy kecewa ke padanya.
Dan ia juga yakin hubungannya dengan Fisha itu juga hanya untu memanasinya lagi sama seperti dulu.
Baginya Itu tidak menjadi masalah, ia paham kalau Alkasy marah kepadanya. biarkan saja Alkasy meluapkan kemarahannya dulu, dirinya pun dengan senang hati menerima makian tersebut.
Dan setelah merasa Alkasy tenang, ia yakin bisa membuat Alkasy kembali bertekuk lutut kepadanya . sedikit bersabar tidak masalah baginya menghadapi sifat Alkasy yang begitu menjengkelkan sekarang.
Dan setelah ini lihat saja apa yang akan dia lakukan.
mungkin sedikit rayuan dan permintaan maaf kepadanya dengan mengakui semua kesalahannya dan mengaku kalau dirinya merasa menyesal atas perbuatannya dulu akan membuat Alkasy luluh kembali kepadanya seperti belumnya.
Hanya mengandalkan air mata buauanya saja Alkasy pasti bisa ia miliki kembali, lihat saja.
Sungguh Viona begitu percaya diri sekali akan pemikirannya kali ini, kalau Alkasy bakalan mau balikan bersamanya lagi. yang penting sekarang ia akan terus berusaha untuk membuat Alkasy yakin, dan kembali padanya, dan tujuannya kali ini harus berhasil.
"Ck. pergi dari hadapanku dasar wanita murahan".
****
Sedangkan di tempat lain.
Fisha yang sedari tadi sudah menunggu Alkasy, dan sudah hampir setegah jam meninggalkan dirinya belum juga kembali.ntah apa saja yang di lakukan Alkasy di kamar mandi.
padahal dirinya merasa begitu risih berada di sini, apa lagi melihat sahabat Alkasy ini yang sedari tadi selalu menatapnya dengan pandangan begitu menjijikan baginya.
Ia pun segera beranjak dari tempat duduknya ingin mencari Alkasy.
"Mau kemana?". tanya Jefri menatap Fisha.
"Bukan urusan mu".ketus Fisha tanpa memperdulikan panggilan dari Jefri.
ia pun segera pergi mencari Alkasy. tapi baru saja dirinya ingin memanggil Alkasy sudah di kejutkan dengan sebuah pemandangan yang begitu menyakitkannya.