
"Kamu tidak mengenalku"?tanya Radit
"Siapa"?tanya Andrew balik yang memang tidak mengenal lelaki yang ada di hadapannya , tapi dia merasa heran kenapa laki-laki ini mengenalnya.
"Kamu benar-benar tidak mengenalku"?tanya Radit lagi.
Papa Andrew pun menganggukan kepalanya mengiyakan akan pertanyaan yang di tanya oleh Radit untuk kedua kalinya.
"Ck, kamu ini masa tidak mengenal aku, Radit Aditya yang sering kamu juluki kutu buku"!ucapnya.
Mendengar nama yang di ucapkan oleh Radit, Andrew mengerutkan dahinya serasa mengenal akan nama yang di dengarnya barusan.
"Ah.. ya... ya.. aku ingat, aku ingat".ucapnya kemudian yang mengingat akan sahabatnya yang sering di juluki kutu buku olehnya, bagaimana tidak kemana pun mereka pergi sahabanya ini sama sekali tidah bisa jauh dari buku. sangking kutu bukunya Andrew pun sering mengatainya profesor apa lagi denga kacamata bulat yang di pakai oleh sahabanya itu, tapi ngomong-ngomong soal kacamata kenapa sekarang sahabanya ini tidak memakainya lagi? sampai membuatnya tidak mengenali Radit sama sekali, setaunya sahabatnya ini memakai kacamata!?.
"Hahahah ya. ya aku ingat sekarang".ucap Andrew lagi . "tapi kamu benar Radit Aditya kan"?tanyanya lagi.
"Ck, kamu ini, udah dari tadi aku jawab, masih juga kamu tanya lagi".decak Radit
"Bukan begitu maksudku, kamu beda sekali, aku bahkan tidak mengenal mu sama sekali, kalau kamu tidak mengatakannya"!.
"Ck, gimana kamu mau kenal coba, lihat saja bahkan kulitku sudah mulai kerutan, sudah tua wajar saja kalau terlihat berbeda".ujar Radit memperlihatkan tangannya yang mulai berkerut menurutnya.padahal itu hanya perasaanya saja.
"Eh, mana ada terlihat tua jangan ngomong seperti itu. kita bukan tua tapi hanya cukup matang saja". kelakarnya yang mengudang tawa di antara keduanya.
"Bahkan para gadis masih mau sama kita kalau di ajak nikah,malahan mereka lebih memilih bersama pria seperti kita ini, apa lagi gadis zaman sekarang ini .makin tua makin mereka incar, di mata mereka kita ini om-om , bukan aki-aki".ujar Andrew lagi yang makin asik akan pembicaraan diantara keduanya tanpa memperdulikan istri mereka yang sudah terlihat geram akan pembicaraan mereka yang tidak berfaedah itu.
" Kita ini sama sekali tidak terlihat tua, ingat hanya cukup matang saja bukan tua"!ujarnya lagi yang semakin mengundang tawa diantara keduanya , bahkan tatapan tajam yang di layangkan oleh istri mereka masing-masing sama sekali tidak mereka sadari.
"Oh begitu ya pa".ucap mama Anita yang begitu terlihat murka akan kelakuan suaminya yang tidak sadar akan umur." kalau begitu cari saja gadis muda yang mau nikah sama papa, yang mau memijat kaki papa yang sering kram itu, cari gadis yang mau urus papa yang sering sakit sakitan, ayo di cari ngapain masih di sini? mama mau lihat siapa yang mau sama papa, sama orang tua yang ngak sadar ama umurnya".ucap mama Anita merepet.
"Mas juga"?tanya Sofia "ayo di cari kalau memang ada yang mau".ucap Sofia dengan tatapan tajamnya.
Seketika itu membuat tawa di antara keduanya terdiam mendengar ucapan dari istri-istrinya itu. "Hehhe ngak dek.! ngak ma"? ujar papa Andrew dan Radit bersamaan kepada istri-istri mereka.
"Papa hanya becanda saja ma". ucap Andrew. "Mana mungkin papa mau cari yang lain sedangkan di rumah sudah ada bidadari surga papa".rayu Andrew agar istrinya tidak marah lagi.
"iya dek ngak mungkin mas ngelakuin itu, mas kan hanya becanda dek"ucap Radit lagi.
Akhirnya mereka pun saling membujuk istri mereka masing-masing akiba ulah mereka sendiri.