
Heyy.. Fisha pun menggerutu akan mulutnya yang berkata sembarangan.tanpa memperdulikan Alkasy. Fisha pun segera berlalu dari hadapan Al.
Baru juga Fisha ingin membuka pintu mobilnya sudah di tahan oleh Al.
"Apaan sih"? ucap Fisha yang menepis tagan Al di pergelangan tangannya. buat mood paginya ini buruk saja.
"Eiiiitzzz kan sudah aku bilang kita berangkat bersama".ucap Al yang tidak menghiraukan keinginan Fisha.
"Tapi akunya ngak mau paham ngak sih"!omel Fisha.
"Ngak aku ngak paham! jadi ayo ikut dengan ku"!paksa Al.
"Al lepasin ngak! apaan sih, kamu asik paksa paksa aku buat ikutin kamu"! ucap Fisha sambil meronta minta di lepaskan.
geram sekali rasanya dia pagi-pagi sudah di ajak bedebat dengan Al. apa salahnya coba sehari saja Al memberi dia kebebasan tidak mengganggu dirinya.
"Ini aku teriak ya biar ibu ibu komplek keluar dan mukulin kamu karena udah paksain kemauan kamu ke aku".ancam Fisha .
"heh" dengan terseyum sini Al pun membalas ancaman Fisha. "teriak saja kamu kira aku takut, yang ada kita bakalan cepat- cepat di nikahkan aku sih ngak masalah malah semakin bagus kan"!?.
Pasrah! itulah yang Fisha lakukan sekarang. percuma berdebat dengan pria menyebalkan ini yang ada dia pasti kalah.
Setelah mereka berada di mobil. sama sekali tidak ada pembicaraan diantara keduanya. terutama bagi Fisha yang terus mengabaikan Al dan membuang arah pandangannya ke samping dia lebih memilih menatap arah luar melalui jendela sampingnya dari pada meladenin Alkasy.
"Sayang". panggil Al "Kamu masih marah"?tanya Al lagi.yang melirik ke arah Fisya.
Fisya masih saja diam. tanpa ingin memperdulikan akan panggilan Alkasy.
"Hey sayang". panggil Al lagi . mengenggam tangan Fisya yang ada di sebelahnya,. "jangan marah" ucap Al yang sesekali menatap Fisya " aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa denganmu, kamu tau kan aku begitu sangat mengkhawatirkan mu, jadi jagan marah lagi ya"! ucap Al yang mencium tangan Fisha.
"Udah jangan ngambek lagi!, udah sarapan"?tanya Al yang terus merayu Fisha supaya tidak ngambek lagi ke padanya.
Fisha sama sekali tidak menghiraukan ucapan Al. dia masih saja diam tanpa memperdulikan Alkash.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Baru saja Al turun dari mobil nya, dan hendak membuka pintu mobil untuk Fisha, sebuah pesan masuk di hp nya dia pun segera mengambil benda cangging itu yang berada di saku jasnya. tanpa memeriksanya lebih dulu. Alkasy lebih memilih membukakan pintu mobil untuk kekasihnya dulu.
Dia pun segera mengitari kab mobilnya dan membuka pintu untuk Fisha.
"Ayo"ajaknya sambil mengulurkan tangannya.
Walaupun masih tidak ingin berbicara dengan Al, tapi Fisha tidak menolak setiap perhatian yang Al berikan,.
Mereka pun segera masuk menuju ruangan mereka yang berada di lantai atas. tanpa memperdulikan tatapan patah hati para karyawan yang menatap mereka. Alkays yang sadar akan tatapan para karyawannya pun semakin mengerat kan rangkulannya di pinggang Fisha begitu possesive ingin memperlihat kan keromantisan mereka , membuat para karyawan terutama karyawan laki laki semakin patah hati saja. ahhh senang sekali rasanya Al bisa membuat mereka iri terhadapnya karena bisa memiliki Fisha.
"Tunggu dulu!.ucap Fisha yang menghentikan langkah Al.
Dengan mengerutkan keningnya Al pun segera mengalihkan tatapannya untuk sekretarisnya,.
Fisha yang paham akan tatapan Alkasy pu segera berkata. "Masuklah dulu, aku akan buat kan kopi untuk mu"! ucapnya
Mendengarnya Al pun terseyum lebar. memang istri idaman sekretarisnya ini. rasanya dia benar- benar seperti seorang suami saja.begitulah pikir Al.
"Kamu memang calon istri indaman, tau saja calon suamimu ini belum ngopi"! ucap Al terseyum menggoda menaik turun kan alisnya.
Mendengar apa yang di katakan Al . Fisha hanya menatap heran! padahal tugas ini kan memang sudah Fisha lakukan sedari dulu, kenapa di sangkut pautkan dengan bakal calon istrinya. dasar lebay.