
Di sisi lain Fisya yang masih terlelap dengan tidurnya itu pun masih belum terbangun,bahkan dia sampai melupakan makan malamnya mungkin efek terlalu lelah bekerja jadi dia tidak menyadari kalau di luar sudah malam bahkan jam di dinding sudah menunjukan jam 11:20. tapi Fisya masih saja betah dengan alam mimpinya tanpa merasa risih akibat pakaian kerja yang masih melekat di tubuhnya sangking lelah dirinya tanpa sempat membukakan pakaian kerjanya dahulu.
ππππππππ
Pagi harinya.
krruk kruk kruk kruk bunyi suara perut Fisya yang menandakan bahwa pemilik tubuh itu merasa lapar.
"Huammm jam berapa sekarang".ucap Fisya yang baru terbangun dari tidurnya itu,sambil"hmmm baru jam setegah 7,pantesan perutku sudah meronta-ronta ingin segera di isi rupanya sudah jam makan malam".Fisya pun segera bagun dari tidurnya dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuhnya.
"Ah rasanya segar sekali tubuhku". ucap Fisya "Tapi kenapa di luar terang sekali".gumam Fisya merasa heran,dia pun segera melangkah menuju jendela kamarnya dan segera membuka tirai kamanya.
"Aa-apa ini?apa sudah pagi".Fisya yang terkejut pun segera berlari untuk melihat jam.
"Astaga, pantesan perutku terasa lapar sekali rupanya aku tidur begitu lama".Fisya pun segera bergegas untuk memakai bajunya dengan buru-buru bagai mana tidak dia sudah terlambat.
Tanpa memoleskan wajah nya sama sekali,rambutnyapun di biarkan tergerai saja,Fisya pun segera keluar dari kamarnya dan mengambil kunci mobilnya yang berada di gantungan dan segera keluar dari rumahnya menuju mobil dan segera pergi menuju kekantor.
"Hufff sampai juga".setelah memarkirkan mobilnya ,Fisya segera bergegas memasuki lobby kantor dan menuju ke ruangannya.
Tapi terlebih dahulu Fisya mengambil kacamatanya untuk ia pakai agar sedikit menutupi wajahnya yang tentunya terlihat sedikit pucat karena lupa memoleskan lip balm di bibirnya itu,walaupun dia masih terlihat cantik tanpa polesan make up.tapi sedikit membuatnya terlihat tidak percaya diri karena terlihat pucat akibat tanpa pemerah bibir itu.bisa-bisanya dia melupakan benda kecil keramat sejuta wanita itu,tidak apa-apa kalau wajahnya tanpa make up tapi kalau tidak memakai pewarna bibir itu terasa begitu sulit untuk di katakan.
"Iya".jawab yang satunya lagi. "makin buat aku klepek-klepek saja".
"Tapi sayang sudah ada pawangnya kalian tidak akan bisa bersaing dengannya bukan lawan kalian kalau yang satu itu".ucap karyawan perempuan yang tiba-tiba saja sudah berada di samping mereka.
Mereka hanya bisa menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan karyawan perempuan tersebut.
Di sisi lain Fisya yang baru saja sampai di depan ruangan atasannya,yang sekarang sekalian merangkap menjadi ruangannya itu pun ,menghembuskan nafasnya "Huff"sebelum membuka pintu itu.
"Maaf tuan saya telambat".ucap Fisya setelah masuk kedalam ruangan itu.Sungguh dia merasa tidak enak karena datang terlambar hari ini.
Al yang sedari tadi memang menantikan kehadiran Fisya bahkan sampai membuatnya khawatir karena tidak biasanya sekretarisnya itu tidak datang apa lagi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.Mendengar suara lembut wanita yang di nantinyapun segera saja mengarahkan pandangan matanya yang semula melihat layar di depannya pun segera melihat wanita yang di tunggunya sedari tadi.
*
*
*
...mohon like,comen dan dukungannya, agar author semagat dalam menusnyaπππ...