Love Me Please

Love Me Please
Bab 41



Keesokan paginya Al sudah bersiap-siap dengan pakaian olahraganya sesuai dengan perkataan ibunda tercintanya. karena setiap libur kerja Fisya pastinya setiap paginya dia bakalan joging di sekitaran perumahan tersebut, jadi dia harus menggunakan pakainyan yang sesuai dengan ucapan mamanya.


"Sepertinya sudah ok".gumam Al yang masih berdiri di depan cermin untuk memastikan penampilannya.


Al pun segera keluar dari kamarnya, melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan mama tercintanya agar segera melaksanakan rencana dirinya bersama mamanya.


"Ma,mama.....! teriak Al memanggil mamanya


"Mama di sini Al".sahut mama Anita. "apaan sih pagi-pagi udah teriak-teriak kamu kira mama budek, udah macam di kebun binatang saja".omel mama Anita yang melihat kelakuan anaknya yang pagi-pagi sudah bikin ribut saja.


"Gimana jadi ngak ma"?tanya Al yang telah menghampiri mamanya yang sedang menikmati teh paginya.


"Apanya"?


"Ck.ma, mama jangan pura-pura lupa, semalam baru kita bahas".Al yang melihat mamanya pura-pura lupa itu pun berkata lagi. "ok kalau mama tidak ingat, berarti mama tidak ingin mempunya menantu dan pastinya mama juga tidak ingin punya cucukan yasudah kalau begitu batalkan saja rencana mama yang ingin mempunyai manantu itu".ancam Al lalu iya pun segera berbalik untuk melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga.


"Tunggu Al".


Baru juga beberapa langkah Al melangkahkan kakinya tapi sudah di cegah oleh mamanya.


"Ada apa ma"?tanya Al dengan senyum tipisnya yang kembali membalikkan badannya untuk menghadap mamanya.


"Ayo".ajak mama Anita,niat hati ingin mengerjai anaknya malah dia yang kelabakan mendengar ucapan anaknya.


"Kemana"?


"Tadi katanya kamu ingin ke rumah Fisyakan? jadi ayo kalau gitu".


"Tapi tadi mama ngak igat," sindir Al. " yang ingin menantukan mama Al gak apa-apa kok ma kalau mama lupa sama janji mama semalam".ucap Al dengan raut wajah yang di buat seolah-olah tidak masalah jika mamanya lupa


"Ck, ayo cepat nanti keburu Fisya nya pergi"!tanpa memperdulikan raut wajah Al yang terlihat kesal mama Anita langsung saja menarik tangan anak lakinya itu untuk segera mengikuti langkahnya.


Setelah sampai di teras depan rumahnya mama Anita langsung saja melihat suasana rumah di depan rumahnya tersebut apa perempuan yang ingin dia jadikan menantunya sudah keluar apa belum.


Mama Anita yang melihat calon mantunya itu baru saja keluar dari rumahnyapun langsung tersenyum.


"Kamu tunggu di sini dulu".perintah mama Anita.


"Kenapa? katanya mama ingin memperkenalkan Al pada Fisya"?tanya Al yang bingung mendengar ucapan mamanya.


"Ck". mama Anita berdecak mendengar ucapan putranya ini,kenapa putranya yang satu ini bodoh sekali." kamu ini, mana mungkin langsung ketemu sama Fisya, tunggu mama panggil dulu baru kamu temui dia kalau kamu langsung menemui dirinya bisa-bisa dia akan langsung menghidar, karena dia tidak menerima tamu lelaki".ucap mama Anita panjang lebar.


Memang ia selama Anita mengenal Fisya setiap ada lelaki yang ingin menyapanya atau ingi dekat dengannya selalu saja dia hindari.


"Hmmm, baiklah".akhirnya Al pasrah saja menerima perintah dari mamanya.


"Tapi apa lagi"?decak mama Anita yang baru saja ingin melangkahkan kakinya.


"Tapi apa Al sudah terlihat tampan ma?.apakah gaya Al sudah terlihat keren ma"? tanya Al yang tidak ingin terlihat buruk nantinya di hadapan sekretarisnya itu makanya dia menanyakan hal konyol tersebut.


"Kamu ya tampan lah kamu kan anak mama tidak ada yang bisa ngalahin ketampanan anak mama ini, mama yakin kalau Fisya bakalan menerima mu, dia tidak bakalan bisa menolak pesona anak mama ini".ucap mama Anita dengan penuh pujian.


Mendengar ucapan mamanya Al lagsung saja terseyum dengan senangnya dan dia pun merasa kepercayaan dirinya semakin meningkat,memang ucapan mamanya tidak salah,tidak ada yang bisa mengalahkan pesonanya batin Al yang terus terseyum.


"Yasudah kamu tunggu di sini dulu mama ingin menghampiri Fisya sebelum dia pergi".


Al pun mengangguk mendegar ucapan mamanya dan membiarkan mamanya pergi menemui sekretarisnya itu.


Fisya yang baru saja ingin beranjak dari rumahnya segera menghentikan langkahnya karena mendengar seseorang memangil namanya, Fisya yang melihat siapa yang memanggilnyapun segera menghampirinya.


"Kamu sudah ingin pergi"?Tanya mama Anita. ya siapa lagi yang memanggilnya kalau bukan wanita itu.


"Iya bun, ada apa ya bun"?


"Ada yang ingin bunda kenalin sama kamu, kamu ingatkan tempo hari buda pernah bilang ingin mengenalkan putra bunda kalau dia sudah pulang"!ucap mama anita yang mengingatkan Fisya atas ucapannya itu.


"Oh, i.. iya bun".ucap Fisya yang sebernarnya merasa tidak nyaman mendengar ucapan bunda Anita yang ingin mengenalkan dirinya ke pada putranya,ya pangilan Bunda itu permintaan mama Anita untuk memanggil dirinya dengan sebutan bunda jagan tante,katanya kalau Fisya memanggil dirinya tante rasanya ya seperti begitulah pahamkan maksudnya.


"Kalau begitu tunggu ya bunda panggil dulu"!


Fisya hanya mengagguk saja.


"Al"panggil mama Anita dengan meninggikan nada suaranya agar bisa di dengar oleh putranya.


"Al"guman Fisya yang mendengan sebutan nama panggilan untuk anak mama Anita


Fisya yang memperhatikan arah pandangan mama Anita pun terkejut.


Deg "Al".batinya.


*


*


*


...Maaf author baru bisa update lagi...


...🙏...