
Al terus saja membawa Fisya mengikuti langkahnya untuk segera keluar dari restoran ini,"sial,sial".batin Al bisa-bisanya klaennya ini mengajak wanita yang sedang di gandeng olehnya ini untuk keluar bersamanya malam ini, ingin marah tapi mengingat di antara mereka masih ada kotrak kerja terpaksa Al harus menahan emosinya yang sudah siap untuk di keluarkan itu.
"Masuklah".ucap Al setelah membukakan pintu mobil,dan segera menyuruh Fisya untuk segera masuk dan duduk di kursi penumpang yang berada di sampingnya itu.
Setelah menutup pintu mobil yang di duduki oleh Fisya,dia pun segera mengitari mobilnya untuk segera masuk dan mengendarai mobilnya untuk balik lagi ke kantor.
Di dalam perjalan tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara, Al dengan fikirannya yang masih kesal terhadap Ben terpaksa mengabaikan perempuan yang sedang duduk di sampingnya dengan Termenung.Fisya juga merasa kesal terhadap atasannya ini, bisa-bisanya dia mengaku dirinya sebagai kekasihnya di depan CEO muda itu padahal Fisya sama sekali belum menerima Al kembali, seenaknya saja dia mengatakan yang bukan-bukan Fikirnya.
Sampai di lobby kantorpun mereka masih juga tidak saling bicara satu sama lain.
Al segera turun dari mobilnya,dan segera membukakan pintu untuk sekretarisnya itu, walaupun dia masih kesal atas kejadian tadi,walaupun dia sempat mengabaikan Fisya tapi dia tetap memperlakukan Fisya denga istimewa.
Segera saja dia menarik tangan Fisya, sembari untuk dia genggam kembali tanpa mau melepasnya.Al pun segera masuk kedalam lif untuk menuju kedalam ruangannya kembali.
"jangan pernah mau di ajak jalan sama lelaki lain keculi aku,dan jangan dekat-dengan dengan pria mana pun".ucap Al memperingati Fisya setelah mendudukan Fisya di kursi kerjanya.
"Apa-apaan dia ini.apa hak dia melarangku untuk dekat dengan laki-laki, aku rasa dia sudah gila".batin Fisya yang menatap Al dengan pandagan mata sinisnya,bisa-bisanya Al ingin mengaturnya.
Fisya tidak ingin menghiraukan ucapan bossnya yang sudah gila menurutnya karena berani memerintah dirinya untuk hal yang bukan urusan atasannya.Dia pun mulai mengerjakan pekerjaannya kembali tanpa memperdulikan atasanya yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Setelah beberapa jam bekerja,akhirnya tiba waktunya pulang kerja.
Fisya segera membereskan semua pekerjaanya yang berserakan di mejanya itu, diapun segera bagun dari tempat duduknya tak lupa dia mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Mau pulang"?tanya Al
"Hmmm maksud aku apa kamu ingin mampir dulu beli sesuatu mungkin"?.tanya Al kembali yang merasa pertanyaannya tadi salah.
"Tidak"!
"Hmmm kalau begitu ayo biar aku antar kamu pulang".ucap Al
"Tidak perlu".
"oh come on, biarkan aku mengantarmu".
"Tidak perlu aku bawa mobilku sendiri, jadi tidak perlu".ucap Fisya yang masih menolak ajakan Alkasy.
Al yang punya seribu cara untuk membuat Fisya menerima ajakannya pun tidak pantang menyerah ada saja caranya untuk membuat sekretarisnya ini mengabulkan keinginannya.
"Tidak apa-apa mobilmu biar aku nanti yang urus".ucap Al lagi
Geram sekali rasanya Fisya terhadap Bossnya ini,ada saja ucapanya yang membuat dirinya harus menerima ajakan Boss pemaksanya ini.iya mulai sekarang bukan Alkasy lagi namanya tapi(Pemaksa).
*
*
*
...Maaf baru bisa up date ,jagan lupa like,comenya ya😊🙏...