
"Sial" umpat Viona dengan mengepal kan kedua tangannya dia begitu marah kepada Fisya " awas saja kamu Nafis, kamu sudah berani bermain main dengan ku lihat saja apa yang akan aku lakukan". batin Viona yang akan membalaskan dendamnya kepada Fisha karena telah mempermalukannya.
"Lebih baik kita juga pulang saja ".ucap Jack yang mengalihkan perhatian kedua temannya yang sedari tadi hanya pasrah saja menatap kepergian Alkasy dan Fisha.
Kalau Al dan Fisya pergi begitu saja tanpa memikirkan makanan yang sudah dia pesan, makan berbeda dengan Danil yang kebingungan "Tapi makanan ini bagai mana"?tanya Danil yang bingung akan makanan yang sudah dia pesan, mau di bawa kemana makanan sebanyak ini. " tidak mungkin kan kita membiarkan begini saja! kamu tidak dengar tadi apa yang di katakan Nafis!? tidak boleh menyia nyiakan makanan mubazir jadinya".ujar Danil lagi
"Ya..... di bungkus saja kalau begitu".ucap Jack yang baru sadar juga akan makanan yang sudah mereka pesan, mau di kemanakan makanan sebanyak ini fikirnya " ya benar. kita suruh bungkus saja, sayang juga lagian belum juga kita sentuh".ucapnya lagi
"Tapi... apa tidak malu kita meminta untuk di bungkus makanan ini"? tanya Jefri
"Kenapa harus malu! memangnya kamu malu meminta semua makanan yang ada di sini di bungkus dan kita bawa pulang"?tanya Jack.
"hmmm eh " .angguk Jefri.
"Ok kalau kamu malu! Danil"panggi Jack " bungkus saja semua makanan ini dan jagan berikan kepadanya ok".ujar Jack kepada Danil sambil menunjukan jari telunjuknya kepada Jefri
Danil yang paham akan maksud Jack pun terseyum dan segera mengagukkan kepalanya.
"Bares itu" ucap Danil.
"loh kenapa seperti itu"?tanya Jefri tiba-tiba yang heran akan perkataan keduan sahabatnya ini.
"Kenapa? tadi katamu kamu malu kan memintan semua makanan yang ada di meja ini untuk di bawa pulang! jadi karena kamu malu, lebih baik makanan ini untuk kita berdua saja karena kami tidak malu meminta waiters untuk membungkus makanan ini, lagian kita membayarnya,ya kan Nil"?.ucap Jack
Danil pun segera meminta waiters untuk segera membungkus semua makanan yang ada di meja itu, setelah menerimanya mereka pun segera pergi dari tempat itu tanpa memper dulikan rengekan Jefri yang meminta makanan itu di bagi untuknya juga.
Mereka bertiga pun segera keluar dari ruangan itu , tanpa mengajak Viona untuk pergi bersama mereka.
"Nona" panggil seorang pelayan kepada Viona yang sedari tadi melamun entah apa saja yang perempuan itu rencanakan sampai tidak menyadari dirinya di tinggal kan.
"Ah iya".ucapnya yang tesada dari lamunanya.
"Mau pesan apa nona"?
Viona yang bingungpun merasa heran kenapa pelayan di depannya ini menanyakan itu, padahal sudah jelas-jelas tadi dirinya sudah mengatakan pesanan nya kepada Jack.
Dia pun segera ingin memaki pelayan ini apa dia tidak bisa melihat kalau sudah ada makanan di mejanya bahkan begitu penuh, bisabisanya pelayan ini menanyakan lagi.
"Kamu....".ucap Viona yang menghentikan perkataannya karena dia sadar setelah melihat kesekelilingnya ternyata tidak ada lagi makanan pesanannya di atas meja ini, dan apa lagi ini Jack dan teman-temannya ternyata sudah meninggalkan dirinya sendiri. "Sial ". umpatnya
"gimana nona ingin pesan apa"? tanya pelayan itu lagi.
"Tidak ada".ucapnya lalu segera berdiri untuk keluar dari restoran ini. "Sialan awas saja kalian ya berani-beraninya meninggalkan aku sendirian disini". umpatnya memaki mereka semua yang sudah membuatnya malu hari ini. tapi untung saja tadi dirinya belum sempat memaki pelayan tadi kalau tidak mau tarok di mana wajahnya ini, bisa doble malu kan jadinya. dia pun terus melangkan sambil mengupat kasar akan perlakua Fisya, Alkays dan sahabatnya itu