
Mereka begitu terkejut mendengar berita yang di berikan oleh Alkays,sedangkan Fisya hanya bisa menganga dengan mulut terbuka mendengar apa yang di ucapkan olah Alkays.berani sekali Al mengatakan bahawa dirinya calon suami Fisya.bahkan Fisya sendiri belum menyetujuinya sama sekali.percaya diri sekali dirinya.
"Ini ada apa sih kok pada rame rame di sini"?.gumam seorang ibu ibu yang tak lain adalah mama Anita yang menerobos para ibu-ibu komplek tersebut ingin tahu apa yang terjadi kenapa pada rame.
"Ada masalah apa sih kok pada rame".ujar mama Anita pada salah satu ibu-ibu yang berada di depan rumah Fisya.
"Itu Bunda pantesan selama ini Fisya selalu menolak anak kami yang ingin kami jodohkan dengannya rupanya dia sudah punya calon suami,lagian calon suami ganteng pula, pantesan dia tolak putra-putra kami,tapi anakku kan lebih ganteng dari pada laki itu".ujar salah satu ibu-ibu itu, sudah di puji di rebdahkan lagi.
Mama Anita pun langsung melirhat ke arah lelaki dan perempuan yang masih berdiri di depan teras rumah Fisya,hampir saja dia kecewa mendengar apa yang di katakan oleh ibu tadi kalau Fisya sudah punya calon suami,hampir membuat dirinya putus asa karena tidak bisa mencodohkan anaknya dengan menantu idamanya ini,rupanya setelah melihat semuanya dia tersenyum begitu bangga terhadap putranya.
"Ehh Al ada apa ini nak".?tanya mama Anita yang pura-pura bertanya pada anaknya, padahal dia sudah tau apa yang terjadi,dia hanya ingin memberitahukan kepada ibu ibu komplek itu bahwa lelaki yang beruntung menjadi calon suami Fisya adalah putra kesanyangannya,betapa bangganya dirinya sekarang bisa mengalahkan ibu-ibu yang lain.heheheh
"Anak"!. ucap ibu-ibu itu lagi terkejut kembali mendengar kebenaran satu lagi membuat mereka lesu seketika akan berita pagi ini.
Fisya yang sudah tidak sanggup lagi melihat semua kejadian di pagi ini yang membuat moodnya jadi burukpun segera angkat bicara,lebih baik dia mengajak Al untuk segera pergi dari sini, untuk segera berangkat kekantor, yang ada kalau semakin lama dia berada di sini semakin menbuatnya pusing saja.
"Lebih baik kita berangkat sekarang Al".ujar Fisya
Al yang mendengar perkataan Fisya langsung menyetujui perkataan wanitanya.
"Iya benar katamu sayang, lebih baik kita segera berangkat sayang".ucap Al kemudian.
Fisya sudah tidak perduli lagi terserah Al ingin memanggilnya dengan sebuta apa saja suka hatinya saja,dia tidak ingin ambil pusing lagi ,yang penting sekarang dirinya ingi segera pergi dari hadapan para ibu -ibu penggosib ini.