
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di luar bersama sahabat serta keluarga, baik ayah Radit maupun papa Andrew pun
Memutuskan untuk pulang,jarum jam pun sudah menunjukan pukul 11:20, mereka pun memutuskan untuk segera kembali.
Jika ayah Radit dan papa Andrew yang sedari tadi asik tertawa sembari mengenang masa lalu mereka dulu yang begitu bandel yang penuh dengan canda tawa pun merasa begitu bahagia. akhirnya mereka bisa mengulang kembali masa masa indahnya dulu, dan bisa merasakan itu kembali bersama sang sahabat,. apa lagi dengan suasana malam di ibu kota yang begitu ramai membuat suasana diantara kedua keluarga itu pun semakin akrab,bahkan semakin membuat mereka bertambah dekat saja ,dan tertunya semakin membuat dua keluarga itu bahagia menikmati waktu kebersamaannya malam ini yang jarang sekali terjadi, bukan jarang malahan memang tidak pernah terjadi.
Karena akhirnya mereka bisa mengabulkan keinginan kecil mereka dulu, yaitu janji yang mereka buat dulu yang berkeinginan jika nanti mereka punya pasangan masing-masing mereka ingin double date bareng . akhirnya bisa terpenuhi juga, walaupun bisa di katakan bukan double date lagi karena mereka sudah pada tua malahan sudah ada buntutnya lagi, tapi itu semua tidak menjadi masalah yang penting keinginan kecil mereka dulu terkabulkan dan tentunya begitu membuat mereka senang bisa merasakan momen yang jarang terjadi ini di antara keduanya.
Walaupun di setiap kesempatan mereka harus melihat wajah kesal Alkasy karena setiap kali ia ingin membahas soal ia yang ingin meminang Fisha, pasti selalu saja ada halangannya baik dari ayah Radit maupun papa Andrew selalu saja memotong pembicaraannya.ada saja yang mereka bahas bahkan Alkasy sendiri merasa heran akan kelakuan papanya? sama sekali tidak memberi dirinya kesempatan untuk membicarakan akan kelangsungan masa depannya.bahkan mereka masih saja tertawa tanpa memperdulikan dirinya yang sudah kesal,rasanya malam ini dirinya seperti mahkluk tak kasat mata di mata mereka. bahkan mereka pun sama sekali tidak merasa bersalah akan kelakuan mereka itu yang terus menghalanginya berbicara sedari tadi. malahan itu semua menjadi hiburan tersendiri bagi mereka malam ini.sungguh menjengkelkan bukan kelakukan para bapak-bapak.
Ah..... rasanya ingin sekali dirinya berteriak,marah dan memaki sekaligus. tapi apa boleh buat tidak mungkin ia marah kepada papa serta calon mertuanya, yang ada nanti dirinya bakalan di eliminasi, belum juga melamar Fisha sudah duluan tidak lolos menjadi calon suami yang baik bagi Fisha karena kelakuannya itu . lagi pula ia masih waras tidak mungkin melakukan hal itu, ia harus tetap menghargai orang yang lebih tua darinya. jadi sebisa mungkin ia harus menahan kejengkelannya yang sudah berada di level terakhir.
Bahkan sampai dirinya merajuk pun sama sekali tidak ada yang perduli.Seolah malam ini adalah waktu bagi para orang tua saja.
Di dalam perjalanan pulang pun dirinya masih saja di cuekin ,mode ngambeknya pun sama sekali tidak mempengaruhi para orang tua untuk melanjutkan nostalgianya dulu. bahkan sama sekali tidak menjadi halangan bagi para orang tuan melanjutkan ceritanya itu.
Padahal pembahasan mereka sama sekali tidak ada yang menarik.tapi mereka tetap saja tertawa di mananya letak lucunya batin Alkasy menggerutu.
Fisha yang sedari tadi ada di sampingnya hanya bisa menenangkan Alkasy agar tidak terbawa emosi akan kelakua para bapak - bapak.