Love Me Please

Love Me Please
Bab 70



"Sekali saja, please". Mohon Al memelas agar Fisya menuruti permintaannya itu.


"kalau ngak ya ngak"!.


"Please aku mohon".


"Kamu mau kita terlambat,hanya karena permintaanmu itu,kalau aku sih ngak masalah,tapi... kalau kamu ntahlah aku juga ngak tau kamu bakal bermasalah karena telat datang kesana. lagian aku juga tidak tahu ingin ngapain kamu di sana".


"Hmmm baiklah!.Padahal aku cuma minta sekali saja,buat kamu panggil aku dengan panggilan yang aku ingin kan.apa susahnya coba sih sekali saja mengabulkan keinginanku".gumam Al yang menghentakkan kakinya karena kesal terhadap Fisya.


Fisya yang masih bisa mendengar gumaman Al hanya terbengong melihat tingkah Alkays yang tidak seperti biasanya,seperti anak perawan ngambek saja.ia hanya bisa mengelengkan kepalanya memikirkan sikap Al,sunggung dia tidak habis fikir kalau Al bisa merajuk seperti itu, hilang sudah sifat jentlemannya.


Setelah mereka sama-sama sudah masuk dan duduk di tempat masing-masing.Al masih saja menunjukan raut kesalnya,ternyata dia masih mode merajuk.


"masih ngambek juga,hanya karena sebuah panggilan"?tanya Fisya yang geram atas sikap Alkays


"Ngak".jawab Al ketus, terlihat sekali kalau dia masih ngambek.


"Baiklah! kalau masih mau ngambekan lebih baik aku turun saja, kamu pergi aja sendiri, hanya karna masalah sepele saja sampai marah segitunya".ancam Fisya,dia pun segera ingin membukakan pintu mobil kembali.


Belum juga sempat dia membukanya, sudah terdegar seruan dari Alkaya.


"Jangan".ujarnya "iya aku ngak marah lagi".ucamnya lagi.


"Nah gitu donk,kalau begini kan enak, kalau begitu ayo kita jalan, nanti kita terlambat lagi".


"iya-iya, ni juga udah mau jalan".


Suasana di dalam mobilpun seketika kembali menjadi sunyi karena tidak ada yang ingin memulai pembicaraan kembali di antara keduanya.


"Hmmm"jawab Fisya hanya dengan deheman saja, dengan arah pandang nya masih fokus kedepan.


Akhirnya setelah beberapa menit mereka saling diam satu sama lain,Alkays pun memberanikan diri memanggil Fisya.


"Apa aku boleh bertanya"?.


"Boleh".angguk Fisya "Mau nanyak apa? kalau bisa aku jawab. pasti akan aku jawab".


" Jangan marah tapi ya"?tanya Al lagi


Fisya hanya menganggukan kepalanya saja.


Al pun yang melirik le arah Fisya yang hanya memberikan anggukan sebagai jawabannya pun kembali bertanya.


"Tapi janji ya jangan marah"?


"iya apaan sih, kenapa betele sekali, bukan nanya terus".ucap Fisya yang merasa kesal terhadap Al


"aaaa...emmm... emm..".


"Apaan sih aa..emmm.... aaa..emmmm... aja dari tadi" ujar Fisya yang merasa aneh terhadap Al,katanya tadi ingin menanyakan sesuatu tapi sedari tadi asik aaa emmm doank.


"Jangan marah, aku hanya ingin nanya? kenapa dulu kamu pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku!? bahkan kamu tidak memberi tahu aku kemana kamu ingin pergi ! tega sekali kamu Sya pergi begitu saja tanpa memberikan sepatah kata pun kepada ku,bahkan kamu hilang begitu saja tanpa jejak, aku selama ini selalu mencarimu kemana-mana,tapi aku tidak pernah tau di mana keberadaanmu selama ini! apa aku tidak penting di hidupmu Sya? apa aku tidak berarti sama sekali di hatimu?makanya kamu tega pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku".tanya Al panjang lebar.


Deg..


"Apa ini"? bati Fisya