Love Me Please

Love Me Please
Bab 84



Waktu jam pulang kantor pun tiba, Fisha segera membereskan segala kertas dan dokumen yang berserakan di mejanya.


"Udah mau pulang"? tanya Al yang tiba-tiba sudah berdiri di depan mejanyan.


"Astaga" . ucap Fisha yang terkejut akan keberadaan Alkasy. "kamu itu bisa ngak! ngak bikin aku jantungan, kamu ingin aku cepat-cepat mati iya"? ucap Fisha yang kembali terkejut akan kehadiran Alkasy yang tiba tiba saja sudah berada di depannya.


Hari ini sudah tiga kali lelaki yang berdiri di depannya ini bikin dirinya nya terkejut.


"Maaf". ucap Al merasa bersalah. " kamu beneran sudah ingin pulang"? tanya nya lagi.


"Iya" ucap Fisha meletakan segala kertas yag sudah dia susun begitu rapi dan di letakkan di tempat yang semestinya.


"Kenapa cepat sekali"? tanya Al yang kecewa karena harus berpisah dengan wanitanya, walaupun dia bisa menghampiri wanita yang di cintainya itu kapan saja, tapi kalau seandainya seperti malam kemarin lagi, pasti itu akan membuat dirinya kecewa lagi.dia tidak mau itu terulang lagi.


"Apanya yang cepat ini memang sudah jamnya pulang kerja, bahkan ini sudah lebih dari waktu yang di tetukan, kamu ingin aku bekerja sampai besok iya? terlalu bekerja sampai larut malam pun percuma, kamu tetap akan membayar gajiku segitu kan? percuma!,lagian buat apa coba aku berlama lama di sini! lembur pun gaji ku tetap segitu gitu aja jadi buat apa aku lembur, lembur ngak lembur tetap saja gajiku segitu tidak bakal naik" ucapnya. "yang penting kinerja ku selama ini tidak pernah mengecewakan kamu, kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan membuat perusahaan mu bangkru kok walaupun aku pulang tepat waktu". lanjutnya lagi menyakinkan Al bahwa kinerjanya bisa di andalkan.


"Kalau begitu ayo kita pulang" ucap Al memutuskan segera pulang saja agar tidak ada perdebatan di antara mereka. yang berakhir Fisha kesal kepadanya.


Di dalam mobil Alkasy pun berinisiati menanyakan kembali apakah wanitanya ingin membeli sesuatu atau mungkin ingin berhenti sebentar di tempat yang dia ingin kan.


"Apa ada yang perlu kamu beli Sha atau mungkin kamu ingin singgah di mana gitu"? tanya Alkasy.


" Hmmmm sepertinya tidak, lebih baik kita pulah saja" . jawab Fisha.


" Hufmm" Al pun kembali menghela nafasnya. kecewa! tentu saja mungkin itu yang di rasakan oleh Alkasy sekarang, kenapa setiap kali Al bertanya atau mengajak Fisha ke suatu tempat pasti selalu di tolak oleh Fisha. apa ini balasan untuk dirinya yang dulu selalu mengerjai Fisha bahkan memperalatnya, apa dia sekarang sedang merasakan karma akan perbuatan nya dulu, ntahlah yang jelas sepertinya dia harus memperbanyak stok kesabarannya saja.


"hmm, baiklah ". ucap Alkasy dan kembali fokus menatap jalan .