
📍Jangan lupa untuk like dan vote dan comment sepanjang membaca.
Setelah dari restoran bergaya jepang,rio membawa dara kesebuah rumah sakit kandungan di pusat kota,dara menyerit bingung kenapa mereka berada disini,apa yang akan mereka lakukan disini nanti.
Rio turun dari dalam mobil nya dan mengetuk kaca dimana dara duduk,dara membuka pintu dan menoleh bingung ke arah rio "Tuan kenapa kita kesini?"
"Memeriksamu" ujar rio
"Aku? untuk apa?"
Rio tak menghiraukan dan berlalu begitu saja,dara mengikuti rio di belakangnya, menatap punggun rio dan berhenti disebuah ruangan dengan papan 'Ahli kandungan'
Dara masuk mengikuti rio yang masuk seenak nya membuka pintu,padahal didepan ruangan ada yang sedang mengantri,tapi seorang rio tidak perlu mengantri jika menyangkut hal hal sepele sepertiini,dia bisa membayar lebih dan mendapatkan pendahuluan.
Aroma obat menyapa indera penciuman dara,seseorang dengan jas putih bersih tersenyum ke arah rio,dengan senyum ramah dokter dengan wajah tampan mendekat "Wah ada apa dengan kedatanganmu kemari?"
Rio duduk dengan santai di kursi ruangan dokter dengan papan nama kevin,dara hanya menunduk mendengarkan apa yang mereka bicarakan "Kau perlu memeriksanya" ujar rio tanpa menunjuk dara yang berdiri disebelahnya
Dokter kevin menoleh menatap dara dan beralih menatap rio meminta penjelasan "Dia akan mengandung anaku nanti" seakan tau apa arti tatapan kevin,rio segera menjawab.
Mata kevin membelak tak percaya, jadi rio benar benar dengan perkataan nya jika ia ingin mempunyai anak tanpa ikatan pernikahan "Sekarang?" tanya kevin
"Kau tau aku sibuk kan, jika tidak sekarang lalu kapan?" ujar rio dengan nada kelewat dingin.
Kevin mengangguk mengerti dan berbicara dengan dara "Kau bisa ikut aku"
Dara mengangguk dan mulai mengikuti kevin yang lebih dulu didepannya,dengan batasan gorden yang menutup kegiatan mereka dara menghela nafas "Kau akan baik baik saja" ujar kevin.
Dara mencoba rileks dan menutup matanya,memikirkan bagaimana ia bisa hamil nanti.
"Kau sangat sehat,tidak ada masalah" ujar dokter kevin yang tersenyum ke arah dara
Dara yang melihat senyuman menjadi salah tingkah,kadar ketampanan yang memumpuni membuat dara jadi sedikit beruntung berada di ruangan itu,kapan lagi melihat pria tampan dengan senyum ramah.
"Benarkah? lalu apa aku akan cepat hamil kalau begitu?"
Kevin mengangguk jelas,dan membantu dara turun dari ranjang tinggi "Terima kasih"
Kevin membuka gorden dan melihat rio yang sedang memegang ponsel nya dengan senyuman dibibir, kevin berdehem dan mengalihkan pandangan rio "Sudah selesai?"
Kevin mengangguk dan berjalan ke meja diikuti rio dan dara setelahnya "Bagaimana?"
"Dara sehat, tidak mempunyai catatan medis yang serius, dan sekarang dara dalam masa subur" jelas dokter kevin
Rio mengangguk dan berdiri dari duduknya disusul dara yang juga ikut berdiri "Baiklah kalau begitu,aku pergi"
Setelah mengucapkan itu kepada sahabatnya rio berlenggang pergi dara yang sedikit kesal karena tidak mengucapkan kata terima kasih menunduk kepada dokter kevin "Terima kasih dokter kevin" ujar dara sebelum berlari menyusul rio yang sudah jauh meninggalkannya.
Kevin aja tersenyum menatap dara,gadis polos yang akan mengandung anak dari seorang Rio Sanjaya,apakah itu bisa?
***
Rio berdiri didepan rumah sakit menunggu dara yang masih menyusulnya dibelakang,mengeluarkan beberapa lembar uang dan menatap dara yang berada dihadapan nya dengan nafas tersenggal "Pulang dengan taksi,aku ada urusan" rio memberikan beberapa lembar uang itu di depan dara.
"Kau membuat tanganku kebas" dara mengambil uang itu dari tangan rio dan menatapnya.
Dara menelan ludah kasar setelah mendengar perintah rio,apa maksud dari ucapannya tadi? dara tidak mengerti, otaknya seperti sedang koslet memikirkan hal yang tidak tidak.
Segera menyadarkan diri dari fikiran aneh nya dara segera memanggil taksi dan pergi menuju tempat kerja nya.
***
Wanita cantik dengan kaca mata hitam yabg menggantung di permukaan hidung mancung nya tengah menunggu seseorang yang akan menjemput nya, menekan beberapa nomor dan menempelkan ponsel nya ditelinga "Aku sudah sampai"
Begitulah kata yang diucapkan dan tak lama kemudian seorang pria dengan setelan jas menghampiri dan membukakan pintu mobil untuk wanita cantik itu masuk ke dalam "Apa kau merangkak? aku sudah sampai dari tadi dan kalian baru sampai? dimana sopan santun kalian?" gadis cantik sedang memarahi bawahan nya yang telah membuat nya lama menunggu dengan wajah jutek dia memasuki mobil mewah itu dengan gaya anggun dan angkuh.
Selama perjalanan gadis itu menatap jalanan kota kelahirannya, merasa rindu dengan suasana kota ini yang membesarkannya, dari umur 21 tahun pergi ke amerika untuk melanjutkan karir nya dan rela berpisah dari matan kekasih nya yang sangat mencintainya, dia jadi merindukannya, apakah dia semakin tampan? dia jadi ingin segera bertemu.
Mobil mewah itu memasuki perkarangan rumah besar dan berhenti dipintu utama, pelayan segera membuka pintu untuk nona muda mereka "Selamat datang nona jane"
Tini sang kepala pelayan yang berusia 40 tahunmenunduk memberi salam pada nona muda rumah besar ini "Terima kasih tini,apakah ibuku ada didalam?"
"Nyonya berada di kolam renang"
Wanita cantik bernama jane itu membawa kaki jenjang nya menuju kolam renang,melihat ibunya sedang melakukan pergerakan senam semacam yoga jane tersenyum "Aku pulang ibu" ujar jane.
Wanita paruh baya menoleh dan tersenyum melihat putri semata wayang nya tengah berdiri didepan sana "Kau sudah sampai, kau pasti lapar. aku sudah meminta tini memasak makanan enak hari ini, ayo kita ke meja makan" ujar sang ibunda.
"Tapi sepertinya selera makan ku bisa hilang jika kau masih di banjiri keringat"
Sita tersenyum mendengar ucapan jane "Baiklah aku akan mandi terlebih dahulu"
"Aku juga akan mandi dulu, aku akan turun makan malam setelah selesai dengan mandiku" ujar jane dan berlalu ke kamar lama nya.
Didalam kamar jane melihat semua benda di kamar itu, berkeliling melihat lihat,ternyata masih sama dengan tujuh tahun yang lalu, tak terasa tujuh tahun sudah berlalu, jane melirik ke nakas yang terdapat figura kecil dengan foto didalamnya, jane meraih benda itu dan tersenyum menatap sang mantan kekasih yang masih memenuhi hatinya itu sampai sekarang "Aku merindukanmu, apa kau merindukan ku juga?" gumam jane
Mengelus foto dan tersenyum senang jane berkata "Aku tidak sabar menemuimu besok, sampai bertemu besok Rio" jane meletakan benda itu kembali dan melangkah ke arah kamar mandi.
***
Jam menunjukan pukul delapan malam, melirik arloji dan mulai mengemas barang yang berada didalam tas nya, Rosa dan Liya menyerit melihat bos nya sudah bersiap siap pulang "Ros kalian boleh pulang, aku akan pulang cepat malam ini, ada yang harus aku kerjakan" ujar dara.
"Mbak mau kencan ya?" tanya liya dengan polos.
Dara yang tiba tiba merasa wajahnya panas setelah mendengar perkataan liya hanya tersenyum kikuk "Tidak, jangan sok tau deh kamu"
"Yaudah mbak, hati hati ya" Ros mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku titip toko ya ros"
"Baik mbak"
Dara pergi menuju rumah nya, setelah sampai dara membersihkan diri dari keringat dan kuman nya, setelah bersih dara membuka lemari dan memilih beberapa baju yang akan dikenakannya, memilih milih dara menjadi bingung ingin memakai apa, lalu dara sadar kenapa dia jadi seperti ini, padahal dia hanya menemui rio bukan bapak presiden.
Dengan baju seadanya yang ada didalam lemari kecil nya akhirnya dara memilih dress dengan warna cream diatas lutut, dengan riasan make up tipis sudah membuatnya tambah semakin cantik, menambahkan lip bam dan memakai sling bag nya, ponselnya berdenting tanda pesan masuk dara membaca isi nya 'Dimana kau? apa kau lupa jika aku menyuruh mu kemari?' dengan cepat dara menuju tempat dimana ia akan bertemu rio.
TBC..