
"Kenapa kamu memaksa sekali?,kalau aku harus mau menerima ajakanmu itu,kalau tidak, ya tidak paham ngak"! ucap Fisya dengan tegas menolak ajakan Boss pemaksanya ini untuk pulang bersamanya.kenapa hari ini seolah-olah kesabarannya seperti sedang di uji untuk menahan segala nafsu amarahnya karena kelakuan Ben dan Al seharian ini, selalu saja amarahnya ingin meledak-ledak? ada apa dengan kedua pria itu sebenarnya
"Tapi niat aku kan baik,supaya kamu enggak lelah bawa mobilnya, jadi lebih baik aku yang antar".ucap Al dengan raut wajah yang di buat se.......memelas mungkin,agar Fisya tidak jadi marah kepadanya,dan juga Fisya akan merasa bersalah kepadanya karena telah menolak niat baik darinya untuk mengantarnya pulang.Lalu Fisya pasti akan menerima ajakannya.sungguh ekting yang begitu sempurna, seharusnya Al jadi artis saja jagan jadi CEO.ektingnya sungguh menipu.
"Huff".Fisya hanya dapat menghela nafasnya untuk meredakan segala amarahnya yang sudah di ubun-ubun yang sudah siap untuk meledak kapan saja, lelah rasanya menghadapi sikap Al yang ingin semua keinginannya harus di patuhi.
Menyesal sekali rasanya dirinya mau saja berbaikan dengan atasannya ini.
"Apa-apaan raut wajahnya itu sungguh menggelikan saja".batin Fisya yang melihat raut waja memelas Alkasy. "seperti iya saja".gerutunnya dengan tatapan sinisnya mencemoh perubahat raut wajah Al.
Fisya pun dengan gerakan cepatnya, segera saja keluar dari ruangan itu,tanpa memperdulikan Al,yang masih menatap Fisya dengan pandangan menyedihkan. dia tidak ingin masih berlama-lama di dalam ruangan itu bersama atasanya,yang ada nanti dia tidak bisa mengontrol amarahnya.
Dengan langkah yang lebar dan cepat sudah seperti orang lari saja,Fisya melangkahkan kakinya untuk segera menuju lif dan menjauh dari atasanya itu.
"Sya".Panggil Al yang terkejut atas kelakuan Fisya yang begitu cepat pergi dari hadapanya, seperti memiliki kekuatan superhiro saja yang dapat berlari dan menghilang itu. bisa-bisanya dia masih berdiri disini hanya bisa memandangi Fisya yang pergi semakin jauh darinya.
Al pun segera berlari untuk mengejar Fisya yang sudah masuk kedalam Lif."ahh.. sial,sial".ucapnya karena keburu Fisya menghilang dari hadapanya,kalau sudah begini pasti tidak bisa lagi membuat Fisya mau menerima ajakannya, akhirnya Al hanya bisa pasrah menerima nasipnya hari ini yang di tolak ajakannya oleh Fisya.
"Ah akhirnya sampai juga".ucap Fisya dengan buru-buru dia memasuki rumahnya itu, agar tidak ada yang memanggil atau menyapanya yang berujung dengan obrolan yang semakin panjang,tanpa bisa iya hindari, biasalah kalau tinggal di perumahan komplek seperti ini,biasa ibu-ibu komplek mah kalau sudah soal mengobrol itu bisa ntah kemana-mana sampainya dan jangan lupa pasti bisa berjam-jam sampai lupa untuk pulang kerumahnya.
Lagian dia juga lagi menghindar dari Al, kalau Al tiba-tiba sudah sampai kan bisa berabe juga pasti laki-laki itu akan menahannya lagi untuk menanyakan ini itu.Sunguh Fisya tidak ingin itu terjadi dia sudah sangat lelah sekali hari ini tidak ingin ada yang mengganggunya lagi.
"Aku hanya ingin kamarku untuk saat ini".batinya.
*
*
*
*
...Haii jangan lupa like dan komenya ya, jangan bosan membaca karya author ya.terimakasih๐๐๐๐...