Love Me Please

Love Me Please
MENOLAK



Setelah mendengar apa yang di katakan Tuan itu tadi Dara bingung harus memikirkan apa, kenapa orang itu tau ayahnya sedang di rawat dirumah sakit.


Sejujurnya Dara juga sedang bingung dengan biaya pengobatan ayahnya, karana biaya itu sangat mahal jika tidak mahal Dara pasti sudah bisa membayarnya,tapi sekarang dia harus bagaimana?


Ah memikirkan nya saja membuat ku ingin muntah, apa dia bilang, aku akan mengandung anaknya? biacara nya enteng sekali


Drttttttt.....


Ponsel yang ada disaku celana dara bergetar,segera di lihatnya dan mengangkat telfon dari rosa karyawannya.


"Iya ros ada apa?" tanya Dara


"Mbak dimana? Masih dirumah sakit ya?"


"Enggak,aku dijalan mau ke toko,kenapa?"


"Oh gak papa kok mbak, aku kira mbak ga ketoko"


"Karna aku lagi diluar kamu mau apa?Belum sarapan kan?" tanya Dara yang berhenti dari langkahnya menunggu jawaban rosa.


"Hehe iya mbak belum,kalau gitu apa aja deh mbak" ucap rosa.


"Oke sampai jumpa"


"Oke mbak"


Dara melanjutkan jalannya dan sembari mencari toko yang menjual roti, lebih baik mereka sarapan roti kan, biar tidak terlalu kenyang dan tidak terlalu lapar.


Setelah mendapatkan apa yang di pikirkan nya tadi Dara langsung menaiki bus menuju toko nya.


.........................................................................


SANJAYA GROUP


Seorang pria sedang berlutut dihadapan pria yang lebih muda daripada nya,karna kesalahan yang diperbuatnya dia akan menangung semua akibat nya, dia bahkan tau bahwa bos nya ini arogan,dan kejam.


"Kau tidak bisa menyelesaikan masalah ini?" tanya Rio kepada pria dihadapannya.


"Maaf Tuan, saya bersalah" ujar pria yang sedang berlutut.


"KAU MEMANG SALAH!" ucap Rio dengan nada tinggi dan melemparkan beberapa lembar kertas di depan pria itu.


"Kau tidak becus bekerja dan hanya menjadi parasit saja, masalah seperti ini kau tidak bisa mengatasi nya, aku sudah bilang kan kepada kalian jika aku tidak menerima proyek gagal, jika kalian masih saja membuat apa yang tidak aku sukai, kalian sama saja menentangku" lanjut Rio seraya menunjukan jarinya didepan wajah pria itu.


"Tolong ampuni saya Tuan, saya akan menerima hukumannya Tuan, beri saya kesempatan Tuan,saya minta maaf Tuan" Ucap Pria itu dengan nada memohon.


"Baiklah,aku beri kau kesempatan,kau harus bisa mengatasi masalah ini,jika kau gagal lagi, kau,keluarga,serta kerabatmu, kau pasti tau apa yang akan terjadi kan?" ucap Rio dengan senyum menyeringai.


"Baik Tuan, terima kasih atas kebaikan anda tuan, saya akan melakukan yang terbaik tuan,Terima kasih tuan"


"Enyah dari hadapanku sekarang!" ucap Rio dengan nada mengusir.


Pria itu pergi meninggalkan tempat nya berlutut tadi, Rio sudah menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya dan menghela nafas panjang,semuanya terasa sulit saat ayahnya sudah tidak ada disini.


"Mun kau awasi dia, jika dia gagal cepat hukum dengan apa yang dia perbuat" ucap Rio yang memejamkan matanya.


"Baik Tuan" patuh sekertaris Mun.


....................................................................


Dara sampai ditokonya, ditoko dia melihat tiga karyawannya sedang mengepak barang yang akan dikirim hariini,sungguh rajin pikir Dara.


"Aku datang" ucap Dara saat memasuki pintu


"Eh mbak Dara datang" ucap Liya karyawannya yang paling muda.


"Maaf ya aku ngerepotin kalian lagi, aku lupa,aku bawa sarapan,pada belum sarapan kan?" tanya Dara pada semua karyawannya.


"Sebenarnya si sudah mbak, tadi bi Sur membuatkan nasi goreng untuk kami" ucap liya.


"Yah sayang dong berarti Roti nya"


"Gak papa mbak biar aku sama Rosa yang makan nanti,makasih loh mbak untuk sarapannya" ucap Liya


"Iya sama sama,oh iya ngomong ngomong bi Sur dimana? tanya Dara.


" Ada di belakang mbak" jawab liya


"Aku kebelakang dulu ya"


Dara berjalan ke arah belakang,dan mendapati bi Sur yang sedang membuat teh di dapur.


Bi Sur adalah wanita yang bekerja untuk ayahnya,yang mengurus segala kebutuhan rumah nya dulu,dari mencuci,menggosok,dan merawat dara dengan setulus hati dari kecil hingga sekarang,dulu waktu dara berusia 5 tahun,saat dirinya masih diasuh oleh ibu tirinya,Dara selalu mendapatkan perlakuan buruk dari ibu tiri nya.


Semenjak ayahnya mengetahui bahwa Dara sering dipukuli,ayahnya segera menceraikan ibu tirinya itu,Ayah bilang jika dia tidak menyangi Dara dia juga sama saja tidak menyayangi ayah,karna ayah sangat menyayangi dara.


Mangka dari itu Dara sangat menyayangi ayahnya lebih dari apa pun.


"Dara,kau sedang apa?" tanya bi Sur yany menyadari ada dara di disini.


"Tidak bi,bibi sedang buat teh ya?" tanya dara


"Kau mau?" tawar bi Sur


"Tidak bi,aku naik keatas dulu,mau liat setoran" ucap Dara.


"Hm baiklah" ucap bi Sur.


Dara segera meninggalkan dapur dan berjalan ke arah tangga,dan membaca setoran dari hari kemarin.


....................................................................


Hari sudah menunjukan malam akan datang, Rio yang sedang ditunggu ibu nya itu pun pulang kerumah, entah apa yang akan dibicarakan ibunya itu,pastu tentang pernikahan dan anak yang akan menjadi topik pembicaraannya nanti.


Mobil Tuan muda nya kini sudah berada di gerbang utama, saat sampai di pintu utama terlihat Rio membuka pintu mobil nya dan berjalan ke arah pintu,semua Pelayan atau pekerja rumah menunduk memberi hormat pada sang tuan yang pulang kerumah.


"Selamat datang Tuan" ucap sang kepala pelayan.


Rio tak menanggapi dan hanya melenggang pergi dari hadapan sang kepala pelayang rumah, berjalan ke arah ruang santai, dan mendapati ibunya sedang terduduk dan membaca koran atau majalah entahlah Rio tak ingin tau.


Ibunya menoleh saat Rio berjalan dan mendekat kearahnya.


"Kau sudah sampai" ucap sang ibu senang.


"Hal apa yang ingin ibu bicarakan?" ujar Rio.


"Kenapa kau dingin sekali pada ibumu?" Ucap ibu dengan nada sedih.


"Aku bertanya bu" ujar Rio agak sedikit kesal


Nyonya besar itu mendekat kearah sang putra dan menggengam tangan putra nya dan mengatakan.


"Kapan kau akan menikah Rio?" ucap sang ibu


"Nanti" jawab Rio sekenanya.


"Nanti kapan?Kau ingin melihat ibu tua dulu baru kau akan menikah?" Tanya sang ibu.


"Ibu!" bentak Rio.


"Kau hanya tinggal menikah dengan Reta apa susahnya" ujar ibunya.


"Aku tidak menyukai nya dan tidak mengenalnya" jawab Rio muak ibunya selalu menjodohkannya.


"Kau bisa berkenalan dan berkencan seharian,,atau kau masih menunggu wanita itu kembali?" ucap sang ibu.


Rio diam tidak menjawab.


"Ibu benar kan?Kau masih menunggunya?" Tanya ibu


"Tidak"


"Kalau begitu menikahlah dengan Reta"


"Aku sudah mempunyai pilihan ku bu"


"Baiklah kalau begitu,ibu ingin menemuinya akhir pekan,bawa dia ke hadapan ibu,ibu ingin tahu seperti apa pilihanmu." ucap sang ibu dan pergi meninggalkan Rio yang kalut dengan pikiranya.


Apakah wanita itu mau atas tawarannya?bagaimana jika sampai akhir pekan dia tidak ingin?


Rio pergi menuju kamar nya dan menghempaskan tubunya dan tertidur disana.


*Semoga besok kau berubah pikiran Dara agustina.


BERSAMUNG*.....