Love Me Please

Love Me Please
Bab 94



"Oh ya tadi istri mu katanya ingin bicara? mau bahas tentang apa emangnya"?tanya Radit mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak lagi merajuk.


"ya. tadi kita mau bahas tentang apa ya ma"?tanya Andrew kepada istrinya lagi yang paham akan kode yang di berikan Radit.


Memang sahabat berdua ini paling paham akan kode yang begituan, tanpa harus ada penjelasan terlebih dahulu.mereka sudah paham.


"Ngak usah ngalihin pembicaraan pa"! ujar mama Anita yang masih merajuk.


"Kok gitu ma, jadi ngak usah kita lanjutin ini? benarkan ngak mau di bahas"?tanya papa Andrew.


"Beneran ini ya"? tanya nya lagi menyakinkan istrinya. " ok ngak masalah sih bagi papa, hmmm jadi keinginan mama untuk bisa punya cucu kita tunda lagi"!.


"Eh jangan, kok gitu sih papa ngomongnya"!ujar mama Anita yang tidak terima akan ucapan suaminya.


"Kan tadi mama sendiri yang bilang ngak usah"!


"Ngak ada mama ngomong gitu ya".ujar mama Anita.


Merasa istrinya sudah melupakan permasalahan tadi, Andrew segera memberi kode kepada sahabatnya dengan mengedipkan matanya, ternyata usaha mereka tidak sia-sia.


Radit yang paham pun sedikit terseyum kepada sahabatnya.


"Yaudah papa aja yang bicaranya"! ujar mama Anita.


"Ekhem". deham papa Andrew terlebih dahulu sebelum memulai berbicara.


"Sebelumnya kami selaku orang tuanya Alkasy meminta maaf terlebih dahulu mung...!


"Huff".Andrew menghembuskan nafasnya kasar.dasar resek, padahal dirinya lagi serius berperan sebagai seorang ayah yang ingin melamar anak gadis orang untuk putranya. tapi usahanya langsung di tepiskan oleh omongan sahabatnya ini. bisa- bisanya dia berbicara begitu.


"Dasar kutu buku".umpat Andrew


"Jadi begini sebenarnya kami ingin melamar putrimu,".ujar Andrew membuat Radit dan istrinya terkejut akan perkataan Andrew .


"Sebenarnya kami berniat ingin pergi menemui orang tua nya Fisha, meminta izin anaknya untuk kami jadikan menantu di keluarga kami ini.ternyata tuhan begitu baik kepadaku" ujarnya lagi . "tidak perlu susah-susah mencari keberadaan kalian tenyata udah nongol aja".ucapnya lagi terseyum merekah. "Bahkan aku ngak percaya kalau menantu idaman ibu komplek di sini itu anak mu!, jadi sekalian saja kami memberitahukan tujuan kami sebelum di duluan orang lain, istriku sudah kebelet gendong cucu katanya. jadi....gimana"?tanya papa Andrew menatap sahabatnya.


"Menantu? maksudnya gimana"?.tanya Radit yang masih bingung


"Ck, kenapa lamlod begini sekarang kamu ini".ujar papa Andrew yang kesal.


"Bukan lamlod"ucap Radit menatap tajam sahabatnya, enak saja mengatai dirinya lamlod.


"Heheh kalau bukan lamlod? apa coba namanya".tanya papa Andrew salah tingkah, mendapat tatapan tajam dari sahabat lamanya ini.


"Maksud aku itu, memangnya putriku kenal sama anak mu? aku tidak ingin memberi jawaban karena yang menjalin pernikahan itu anak ku, jadi kalau untuk soal menikah aku memberinya kebebasan untuk memilih sendiri siapa calonnya, aku tidak ingin menerima lamaramu takut putriku tidak mau nantinya, lagian selama ini dia tidak pernah membicarakan soal laki-laki, membahas tentang pernikahan saja tidak pernah, sekalinya kami menanyakan kapan dirinya menikah jawabannya selalu saja sama ,belum kepikiran kesitu katanya!. mungkin saja dia memang masih betah sendiri. jadi aku tidak ingin mengambil keputusan ini sepihak".


"Ck".decak papa Andrew. "putrimu dan putraku itu sebenarnya lagi menjalin hubungan asal kamu tau"?


"Kok bisa "?ujar papa Radit yang kembali terkejut sepertinya hari ini jantungnya sedikit bermasalah karena hampir tiga kali dalam satu hari ini dirinya terkecut.


"Ya bisalah orang putraku tampan, mapan, kaya lagi. kurang apa coba? mana mungkin putrimu menolak pesona putra ku itu".ujar Papa Andrew sombong membanggakan anak kesayangannya.