Love Me Please

Love Me Please
Bab 106



Malam harinya.


Malam yang sedari tadi begitu di nanti-natikan oleh Alkasy tiba juga. sedari tadi dia begitu gugup menanti akan kehadiran Fisha, bahkan dirinya merasa begitu tidak tenang , sungguh dirinya tidak sabar menunggu akan kedatangan Fisha.


Alkasy pun tidak henti hentinya mondar mandir kesana kemari tidak jelas seperti setrikaan.gelisah akan penantiannya yang belum terlihat akan tanda-tanda kedatangan Fisha. dan bahkan degup jantungnya pun begitu berdebar bahkan dirinya bisa merasakan sendiri bagaimana detak jantungnya yang terus berdetak begitu kenjang, sungguh malam yang begitu mendebarkan bagi dirinya, tidak pernah dirinya merasakan berdebar dan gugup seperti yang dia rasakan malam ini. bahkan bertemu dengan seorang pejabat penting di negerinya pun tidak pernah merasakan gugup seperti ini.


Dia tidak bisa menenangkan debaran jantungnya yang terus memompa dengan kencang,sungguh dirinya tidak sabar. rasanya jantungya pun malam ini seperti ingin keluar dari tempatnya,bahkan tangannya sampai dingin. dirinya pun tak henti-hentinya berdoa agar rencananya malam ini lanjar, dan sama sekali tidak ada kendala dan dia juga berdoa agar Fisha menerima akan apa yang ingin dia utarakan malam ini, semoga saja dia tidak akan mendapatkan penolakan dari Fisha.


"Kenapa lama sekali".gumamnya yang terus menatap ke arah pintu yang sama sekali belum ada tanda-tanda akan hadir nya seseorang.


"Semonga saja tidak ada kejadian yang akan membuat Fisha tidak hadir malam ini, semoga saja tidak ada kejadia sakit perut lagi malam ini".gumamnya lagi harap cemas.


Karena sebelumnya dirinya juga ingin mengutarakan akan maksud isi hatinya akan tetapi apa yang ingin ia katakan harus dia urungkan niatnya itu karena tiba-tiba perut Fisha sakit dan berakibat akan dirinya gagal ingin mengutarakan keinginannya.semoga saja malam ini tidak terulang lagi kan ngak lucu.


Langit yang sebelumnya cerah pun tiba-tiba saja berubah menjadi mendung, sungguh Alkasy harap-harap cemas.


"Apa malam ini akan gagal juga".gumamnya menatap lagit yang mulai mendung


"Huff bahkan langit pun tidak mendukung akan niatku malam ini".gumamnya yang semakin lemah.


"Apa aku sudah telat".ucap seseorang yang tak lain adalah Fisha.


Dia begitu terpana melihat perempuan yang berada di depannya sekarang ini, dengan gaun berwarna pink peach yang dia berikan sebelumnya, dia benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatiaanya tidak salah dirinya memiling gaun tersebut, begitu cocok dan pas di tubuh wanitanya.


"Hey apa aku terlambat"?tanya Fisha yang tidak mendapatkan jawaban dari Alkasy.


"Sayang".panggilnya lagi.


"Ah ya".ucap Alkasy yang sadar dari kekagumannya."Kamu tanya apa tadi"?tanyanya yang memang tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh pujaan hatinya.


"Ck. kenapa sepi sekali"?tanya Fisha mengendarkan pandangannya kesegala arah, karena tidak mendapatkan orang lain kecuali hanya dirinya dan Alkas tanpa ingin menjawab pertanyaan yang Alkasy ajukan terlebih dahulu


"Katamu kita hanya makan malam saja"?tanyanya lagi.


"Ehem".deham Alkasy menetralkan degup jantungnya yang semakin kencang saja. "ya kita memang hanya makan malam saja".ucap Alkasy lagi.


"Tapi kenapa sepi"?


"Ya. ya karena aku ingin".ucap Alkasy lagi. "Sudah tidak usah memikirkan itu, ayo kita makan dulu aku sudah lapar". ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Fisha pun mengangguk mengiyakan ajakan Alkasy.