Love Me Please

Love Me Please
AYAH SAKIT I



Pagi hari menyapa pagi yang cerah,Dara sudah bersiap akan ke toko hariini, pekerjaan ditoko jadi semakin numpuk setelah apa yang terjadi kemarin,karna si pria sombong itu pekerjaan nya terbengkalai. Malangnya aku.


Dara sudah memesan ojek online tapi sampai sekarang ojek itu tidak datang datang, dengan kesal dara menghentakan kaki nya dan berjalan kearah pagar rumah,menutup nya.


Saat hendak membalikan badan ternyata si ojol sampai.


"Mas gimana si,saya udah lama loh nunggu" protes Dara.


"Maaf mbak,soalnya tempatnya gak sama di titik penjemputannya" ujar sang ojol.


"Yaudah deh buruan anter saya" Ucap dara dan menunjuk helm yang terletak di dasboard motor.


"Iya mbak,mangga atuh"


...................................................................


Tujuan dara sampai, memberi uang kepada ojek online dan langsung masuk ke dalam toko,Dara mendapati karyawannya sedang sarapan, ah dara saja sampai lupa kalau ia belum sarapan.


"Mbak dara, mbak udah sarapan belum?kalo belum sarapan bareng yuk" Tawar Rosa


"Cukup?" tanya dara.


"Lebih dari cukup mbak" ujar lia


"Oke deh"


.....


Setelah sarapan mereka melanjutkan kegiatan nya masing masing,ada yang membalas orderan, ada yang membungkus paket, dan dara sedang menghitung setoran minggu ini.


Apa yang aku harapkan?


berharap uang yang ada digenggaman ku berubah dua kali lipat.


Dara menghela nafas,jika dengan pendapatan segini bagaimana dia akan mengoprasi ayahnya?Ahh sungguh dara bingung dibuatnya.


Bersandar di punggung kursi dan memejamkan matanya sebentar,siapa tau bisa menghilang penat dara sedikit.


.....


Sanjaya Group


Setelah menghadiri beberapa rapat Rio kembali ke kantornya.


Rio berjalan diarea lobi, dan semua mata tertuju kepadanya, menyapa,memberi salam, dan tersenyum semua yang dilakukan para pegawai kantornya setiap bertemu bosnya.


Reaksi Rio biasa saja, tidak menjawab ataupun tersenyum.


"Mun apa dia belum menghubungi mu?" tanya Rio yang berjalan didepan sekertarisnya itu.


"Belum Tuan, nona dara tidak menelfon saya" ucap Sekertaris Mun.


"Keras kepala sekali wanita itu" gumam Rio.


"Apa saya bisa memilih wanita lain tuan? dari pada menunggu nona dara?" tanya sekertaris Mun.


"Tidak. aku hanya ingin dia, keras kepala nya membuat ku semakin penasaran dengannya, kau tunggu lah, pasti dia akan menelfonmu" ujar Rio


"Baik tuan"


........


Dikediaman Sanjaya, ibu dari Rio sedang duduk santai menikmati indahnya sore hari, seraya meminum jus yang dibuatkan pelayan tadi,dia tersenyum sendiri melihat ponsel genggamnya,entahlah apa yang membuat nya sesenang itu.


Saat sedang asik dengan ponsel nya, kepala pelayan pak Han memberitahu bahwa ada nona Reta diruang tamu,segera ibunya pergi menghampiri calon menantu terbaik nya itu.


"Selamat sore Bibi" sapa Reta.


"Kenapa tidak menelfon ku jika ingin datang?" tanya sang ibu.


"Han beri Reta minuman" ujar sang ibu kepada kepala pelayan.


"Baik nyonya"


"Ngomong ngomong, dimana jeni dan jeje bi?"tanya Reta


" Ah jeni masih dikampus,dan jeje mungkin sedang bertemu kekasihnya" jawab ibu.


"Lalu dimana Rio bi?" tanya Reta


"Rio masih dikantor sepertinya, apa aku perlu menelfonnya?"


Suasana menjadi cangung setelah Reta menanyakan rio, hanya suara pelayan yang memberikan minuman dimeja depan mereka.


"Silahkan nona" ucap pelayan.


"Bibi, Jadi bagaimana?Apa rio menyetujuinya?" tanya Reta.


"Akan kucoba tanya,sabar lah sebentar lagi" ujar ibu rio.


sampai kapan aku harus bersabar - batin Reta.


.........


Dara sudah selesai menghitung semua setoran minggu ini, dan sekarang dara sedang berada didepan lemari es, minum air dingin akan lebih baik pikirnya.


saat sedang menegak air yang ada didalam gelas ponsel yang ada disaku nya berdering,segera mengeser tombol hijau dan menempelkannya di telinga nya.


"Halo?" sapa dara


"Nona dara cepat kemari,ayahmu kritis"


Prangggggg...


Gelas yang ada di genggaman dara seketika jatuh,tangan serta tubuhnya melemas sekarang,bagaimana ini ayahku,ayahku..


Tidak, jangan berfikiran yang tidak tidak.


"Mbak dara kenapa?" tanya rosa panik


"Akuu,, akuu,, harus kerumah sakit" ujar dara yang sedikit terisak.


Segera berlari dan meninggalkan semua karyawannya yang khawatir melihatnnya, segera memanggil taxi seperti orang gila yang sambil terisak.


Ayah ku mohon bertahanlah,ayah,jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup jika kau tidak bersama ku,tolong tuhan tolong kuatkan ayahku -batin dara berseru.


Tidak mendapati taxi,lantas dara berlari kearah rumah sakit, jarak dari tokonya dan rumah sakit hanya 10 menit jika menggunakan taxi,tapi jika dia berlari mungkin sedikit lebih lama.


Dara berlari di pinggiran kota dengan terisak,hingga menabrak orang yang sedang berjalan pun dia tak hiraukan, yang dia khawatirkan sekarang adalah ayahnya,dunia nya.


Setelah beberapa menit dia berlari sampai juga didepan rumah sakit, lekas dia berlari menuju ruangan ayahnya, saat sudah sampai depan ruangan ayahnya dara melihat dokter serta suster panik berlari masuk keruangan ayahnya, tak sabaran dara juga memasuki kamar ayahnya dengan nafas tersenggal.


"Ayah,, ayahh" ucap dara


"Dokter bagaimana dengan kondisi ayahku?" tanya dara dengan raut wajah khawatir


"Ayahmu mengalami kerusakan jantung, harus segera dioprasi,dan mencari donor jantung" ucap dokter.


"bagaimana ini" dara menangis.


"Kuatkan dirimu" ucap dokter


"Kau harus segera melaukan oprasi,dan menandatangani suratnya" ujar dokter kemudian pergi.


Dara menghampiri ayahnya yang sudah lebih baik dari pada sebelumnya,dara menggenggam tangan ayahnya dan menangis disana, apa yang harus dia perbuat sekarang,dia harus segera mengoprasi ayahnya, tapi bagaimana dengan biaya nya?


Saat sedang menangis kepala nya memikirkan pria sombong itu,kenapa dengan kepalanya ini disaat sepertiini kenapa dia yang harus diingat.


Dara teringat pria itu menawarkan pekerjaan, tapi pekerjaan itu tidak mudah, dia harus mengandung anak nya dan setelahnya apa yang akan terjadi?


Tetapi dara melihat ayahnya lagi,dia tidak tega melihat ayahnya menahan sakitnya, bergegas dara membuka tas nya dan melihat nomor telfon yang ada di kartu nama itu,tapi ternyata ponsel nya mati.


Terpaksa dia harus pergi menuju gedung bertingkat itu dan harus menemui Rio,hanya dialah satu satu pilihan nya sekarang.


........


Rio dan sekertaris Mun berjalan ke arah lift menunggu lift terbuka dan memasuki lift.


Pekerjaan Rio sudah selesai dan akan segera pulang,didalam lift rio bertanya kepada sekertarisnya.


"Apa dia belum menelfonmu?" tanya Rio.


"Belum tuan"


Rio diam tidak menjawab, dentingan lift terdengar dan menandakan bahwa lift sampai dilantai tujuan,saat hendak keluar lift Rio melihat seorang wanita yang berjalan kearahnya dengan penampilan yang sedikit mengenaskan.


"Aku akan menerima pekerjaan itu,mengandung anakmu" ucap Dara dengan nafas tersenggal


Rio sempat tercengang,tapi detik berikutnya dia menyeringai


BERSAMBUNG