Love Me Please

Love Me Please
Bab 96



Di kantor Fisha dan Alkasy lagi sibuk dengan pekerjaanya, jika Fisha begitu serius maka berbeda dengan Alkasy yang sedari tadi asik curi-curi pandang kepada kekasihnya, sesekali dirinya memanggil kekasihnya hanya untuk mendegar suaranya saja lalu terseyum sendiri memikirkan kelakuan nya yang dengan berani telah mencium Fisha beberapa kali.


kalau diingat lagi dirinya ingin mengulang kembali kegiatannya tadi, sepertinya bibirnya Fisha sudah menjadi candu baginya, rasanya begitu lembut dan manis seperti masrmelow kenyal-kenyal gimana gitu.


"Sayang".panggil Al begitu mesra.


"Hmm" jawab Fisha hanya dengan deheman saja,karena dirinya masih fokus dengan pekerjaannya.


Alkasy menghela nafasnya kembali karena hanya mendapatkan deheman saja sedari tadi, "ha, hemm" doang. dia pun segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Fisha di meja kerjanya, tanpa Fisha sadari Alkasy sudah berdiri di belakangnya.


"Grep".


Peluk Al begitu saja buat Fisha begitu terkejut akibat kelakuan Alkasy hampir saja jantungnya copot! kapan dia sudah berasa di belakang nya fikir Fisha.


"Kenapa suka sekali bikin jantungan"?tanya nya kesal.


"Heheh maaf sayang, habis kamu terlalu fokus, sampai melupakan aku".ucap Alkasy yang merasa bersalah.


"Apanya yang terlalu fokus bahkan sedari tadi kamu terus memanggilku,menganggu setiap pekerjaan yang ingin aku lakuka"!. kesal Fisha yang fokusnya selatu terganggu akan panggilan Alkasy yang tidak jelas sama sekali.


"Akukan hanya ingin mendapat kan perhatianmu".ucap Al cemberut. "Tapi kamu sama sekali tidak mengubris panggilanku makanya aku menghampirimu".ujarnya lagi terseyum,memeluknya begitu erat dengan posisi masih seperti semula dan terus menghadiahi kecupan-kecupan mesra di pipi Fisha.


"Jangan seperti ini, kita lagi ada di kantor"!ucap Fisha merasa was-was, takut ketahuan jika tiba-tiba ada yang masuk keruangan nya ini.


" Berarti kalau lagi di mobil atau di rumahmu boleh"ucap Al terseyum jail.


"Ck, ngak juga kali"! ucap Fisha mengerlingkan matanya malas. "udah lepasin".


"Sebentar saja". ucap Alkasy "lagian tidak akan ada yang berani masuk kesini, tidak perlu khawatir". ujarnya lagi yang tau akan ke khawatiran kekasihnya. "kalau pun ada biarkan saja mereka melihat kita, biar mereka tau kalau kamu itu milikku".jawab Al yang sama sekali tidak khawatir kalau karyawannya memergoki dirinya sedang bermesraan dengan Fisha.


"Ck".Kesal sekali mendengar jawaban dari Al, apa dia tidak punya malu batinnya. Ah dia baru sadar! mana punya malu lelaki yang mendekapnya ini, di dalam lif saja dia berani melakukannya apa lagi di sini di ruangannya, yang hanya ada mereka berdua saja!.


Mengingat itu semua membuatnya malu, hingga semburat merah di pipinya muncul.bisa-bisanya dia mengingatnya kembali,bahkan dia sampai menikmati setiap sentuhan yang Alkasy berikan tanpa memikirkan posisi mereka di mana.


"Tidak usah malu".ucap Al melihat rona merah yang muncul di pipi Fisha.


"Apaan sih, udah sana jangan dekat-dekat kita bukan mahram".ujar Fisha yang tidak ingi mengulang kembali kejadian yang beberapa hari lalu.


"Kalau begitu ayo kita menikah, supaya menjadi halal dan akupun bebas melakukan apa saja yang aku inginkan".ucap Al menyeringai.


"Loh kok kotor, emangnya aku mikirin apa coba? hayo mikir apa coba".goda Al mengedipkan matanya.


"Apaan sih udah sana".jawab Fisha salah tingkah.


"ekhmm ekhmm".deham Fisha menetralkan kegugupnnya ."besok kita harus keluar kota".ucapnya yang mengalihkan pembicaraan di antara keduanya.


"Untuk apa"?tanya Al.


"untuk melihat para pekerja di sana".ucap Fisha asal, yang geram akan tingkah Alkasy yang malah bertanya untuk apa?


"Buat apa"?


"Ck".Fisha memutar matanya malas mendengar pertanyaan Al untuk apa keluar kota. untuk melihat kinerja karyawan disanalah buat apa lagi coba, sekalian mengecek mungkin saja di sana ada kendala walaupun sampai hari ini tidak ada laporan terjadi kesalahan apapun di sana setidak nya selaku pemiliknya harus memperhatikan karyawan dan perkembangan di setiap cabang kantornya yang ada.


"Kamu belum pernahkan mengunjugin kantor cabang yang di sana selama kamu di sini"?


Alkasy hanya menganggukan kepalanya, mengiyakan ucapan Fisha memang benar dirinya sama sekali tidak pernah berkunjung kesana, dia hanya menyuruh seseorang untuk memeriksa perkembangan di sana . dirinya memang tidak terlalu fokus dengan perusahaan yang ada di indonesia selama ini, dia lebih mengutamakan perusahaannya yang ada di luar negeri selama ini.


"Apa terjadi masalah di sana"?tanya Al yang sedikit melonggarkan dekapannya


"Ck, kamu harus kesana sesekali melihatnya sendiri bagaimana kinerja karyawan di sana jangan selalu mengutus orang lain untuk mengontrolnya, kamu harus tau apa saja yang terjadi di sana, jangan sepenuhnya mempercayai segala hal kepada orang lain".ucap Fisha panjang lebar.


Alkasy yang mendengar usulan dari Fisha terdiam membenarkan ucapan wanitanya, dia memang harus melihat kondisi perusahaan nya di sana, selama ini dirinya hanya mengutus orang lain untuk mengelolah ataupun memperhatikannya, bahkan sejak pertama kali adanya anak cabang perusahaannya di sana, dia sama sekali tidak pernah hadir malah menyerahkan kepada orang lain untuk di kelola, mungkin sekarang dia harus kesana.memantau sendiri segala kegiatan yang terjadi.


"Berapa hari"?tanya nya.


"Hanya sehari saja"!.


"What? hanya sehari"? tanya Al


"Kenapa? kamu ingin berbulan-bulan di sana"?tanya Fisha " tidak masalah kalau kamu ingin berlama-lama di sana".


"Bukan begitu, setidaknya dua hari atau tiga hari gitu".ucapnya dengan tujuan lain. mungkin ini kesempatannya bisa berdua dengan kekasihnya walau hanya beberapa hari yang penting tidak ada yang mengganggunya.


"Baiklah kalau itu keinginanmu maka kita akan berada di sana dua atau tiga hari,"! ucap Fisha yang akan mengatur segala keperluan mereka di sana selama beberapa hari, tanpa tahu tujuan Alkasy mengajaknya berada beberapa hari di sana.


"Ok".ucap Al terseyum menyeringai.