
waktu yang di tunggu Al sedari tadi akhirnya tiba juga, apa lagi kalau bukan ke acaranya tuan Dahlan wijaya, tapi bukan itu tujuan dia yang sebenarnya,sedari tadi dia menunggu kapan waktu ia akan menjemput Fisya.
setelah melihat penampilannya di depan cermin sekali lagi, untuk memastikan apakah gayanya sudah bagus dan terlihat keren tidak ada yang kekurangan sedikitpun,merasa semua sudah aman barulah dia melangkah turun ke bawah.
"Tunggu dulu".dengan menghentikan langkahnya "sepertinya masih ada yang kurang"gumam Al yang tiba-tiba merasa ada yang kurang dari dirinya.
"oh iya parfum".ia pun melangkah kembali mengambila parfumya lagi untuk ia gunanakan, padahal tadi sudah ia gunakan tapi masih juga merasa kurang takutnya nanti sekretarisnya itu tidak suka kalau bersama orang yang tidak wangi.
Setelah menyemprotkan parfumnya,Al pun sekali lagi melihat tampilannya di depan cermi,malam ini dia tidak henti hentinya melihat tampilannya di cermin apakan tampilannya sudah sempurna dia tidak ingin membuat Fisya malu berjalan dengannya kalau tampilannya tidak keren, padahal biasanya Al tidak seperti itu hari ini karena khusus untuk pergi berdua dengan Fisya dia sampai mandi saja butuh waktu satu jam entah apa yang dia lakukan didalam sana,memilih baju juga sampai satujam beberapa kali dia harus mengantinya karena merasa tidak ada yang sesuai pada tubuhnya dan terlihat tidak bagus padahal semua pakai yang dipakainya akan sempurna,dia merasa malam ini adalah malam spesial dia dengan Fisya jadi dia harus tampil sesempurna mungki di depan sekretarisnya.
Akhirnya setelah merasa benar-benar sempurna penampilannya malam ini, dia segera turun untuk menjemput Fisya jagan sampai sekretarisnya itu tau bahwa dia tinggal satu komplek bersamanya, dia tidak mau itu terjadi bisa-bisa nanti Fisya akan menghindarnya, jadi lebih baik besok pagi saja dia memberi tahu Fisya biar jadi kejutan, lagi pula besok kan ada mamanya jadi sekretArisnya itu pasti tidak akan menghindar dari dirinya.
"Malam ma,pa".sapa Al yang telah turun dari lantai atas untuk menemui orang tuanya terlebih dahulu untuk meminta izin.
Melihat tampilan putranya malam ini Mama Anita dan papa Adrew merasa heran mereka berdua saling melempar pandanga satu sama lain melihat tampilan putranya, tumben putranya itu ingin keluar malam, biasanya juga tidak.
Mama Anita yang paham akan tatapan suaminya hanya mengankat bahunya saja tanda tidak tau, lalu beralih untu melihat putranya lagi.
"Mau kemana tumben berpakai rapi gitu kamu malam ini"tanya mama Anita akhirnya.
"Iya tumben Al mau kemana memangnya"?timpal papa nya lagi yang heran melihat penampilan anaknya sudah rapi entah ingin pergi kemana.
"Ma ,pa gimana penampilan Al malam ini"? tanya Al yang ingin pendapat orang tuannya tentang penampilannya malam ini.
Mama Anita yang melihat penampilan anak lelakinya malam ini yang berbeda dari biasanya pun timbul pertanyaan.
"Tumben kamu berpenampilan seperti itu agak berbeda dari biasanya"?
"Giman bagus apa ngak"?tanya Al lagi yang ingin sekali mendegar pendapat dari orang tuanya itu.
"Lumayan"Jawab papa Andre.
"Kok cuma lumayan sih pa"Kesal Al mendegar jawaban yang di beri oleh papanya
"Jadi kamu mau papa ngomong gimana, kan memang lumayan kan ma",tanya papa andrew kepada mamanya yang ingin di benarkan perkataanya oleh istrinya.
"kan memang lumayan masa papa harus bilang sempurna iya ngak ma"?
"Hmmmeh pah".jawab mama Anita yang membela papanya untuk membenarkan jawaban suaminya.
"Betul cuma lumayan,baiklah tidak apa apa, padahal Al malam ini ingin pergi bersama calon mantu mamam sama papa lo"kata Al