
Setelah sebelumnya terjadi sedikit drama antara ibu dan anak yang kembali pisah lagi, akhirnya Ayah Radit dan bunda Sofia pun pulang.
kembali ke kampung halamannya di antar oleh supir papa Andrew. padahal ayah Radit sudah menolaknya, tapi sahabatnya itu malah memaksa,ayah Radit akhirnya pun menerima tawaran sahabatnya tersebut karena tidak ingin terjadi perdebatan antara dirinya dan papa Andrew yang bakalan membuatnya menunda kepulangannya kembali.
Sebenarnya dirinya bisa saja meminta di jemput oleh putranya, tapi karena dirinya tidak ingin mengganggu putranya yang mungkin saja sibuk dengan pekerjaannya, atau pun sedang menghabiskan waktunya bersama anak dan istrinya. ia pun memilih untuk pulang dengan taxy saja , lagian jaran kota dengan tempat tinggalnya hanya menghabis sekitar 4 jam perjalanan saja. tapi karena paksaan temannya yang meminta dirinya agar pulang di antar oleh supir papa Andrew pun menerima tawaran tersebut.
Setelah kepulangan orang tuanya, Fisha pun segera memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya kembali.
"Syang".panggil Alkasy menahan pergerakan Fisha.
Fisha pun segera menoleh menatap Alkasy.
"Ada apa"?.
"Nanti malam jangan lupa".ucap Alkasy.
Fisha pun hanya dapat menghela nafasnya mendengar penuturan Alkasy.
"Apa harus"?tanya nya.
"Ya harus lah sayang". saut Alkasy.
"Tapi aku males Al, kamu aja yang pigi aku di rumah saja, aku sama sekali tidak berminat"!
"No, no. tidak ada penolakan, sebelumnya kamu kan sudah mengiyakannya jadi ngak bisa di ubah lagi, lagian aku ada kejutan buat kamu di sana nantinya".ucapnya seraya terseyum manis.
"Aku benar-benar males Al, kamu tau sendirikan selama ini aku sama sekali tidak pernah mau ikut reoni bahkan aku selalu menghidari yang namanya reoni, apa lagi sama anak kampus . aku sama sekali tidak ingin menghadiri acara itu".ucap Fisha.
"Ck. dasar , main sosor aja".decak Fisha kesal.
Alkasy hanya terseyum mendengar decakan Fisha kepada dirinya.
Walaupun ia merasa kecewa karena sampai sekarang ia belum bisa mengutarakan maksud hatinya kepada kedua orang tuanya Fisha, bahkan sampai mereka kembali pulang pun ia sama sekali belum bisa meminta Fisha kepada kedua orang tuanya.entahlah kenapa jalannya untuk melamar Fisha selalu saja terhalang lagi-lagi halangan nya ulah dari mama atau papa nya..
Tapi walau pun rasa kecewa itu lebih dominan di hatinya . dengan mengecup Fisha tadi rasanya sedikit berkurang , sungguh Fisha benar-benar bisa membuat dirinya tenang.
***
Malam harinya.
Fisha begitu malas rasanya menghadiri acara reoni malam ini , walaupun dirinya sudah siap dengan gaun yang dia kenakan malam ini tapi ia masih ingin bermalas-malasan ,ia merasa enggan untuk beranjak menyudahi kegiatannya yang sedang memoles wajahnya denga make up,bahkan ia sama sekali tidak bersemangat malam ini.ia tidak ingin menyelesaikan kegiatannya itu dengan cepat, ia ingin berlama-lama.
Di setiap kegiatannya beberapa kali ia hanya dapat menghela nafasnya saja.
"Biariarkan saja Alkasy menunggu lama".gumamnya , mana tau dengan begitu Alkasy akan berubah.dan membatalkan niatnya mengajak Fisha untuk menghadiri acara yang begitu di hindari olehnya.
Alkasy pun yang sudah beberapa menit menunggu Fisha sedari tadi di depan rumah Fisha pun selalu saja menatap jam di pergelangan tangannya.
"Kenapa lama sekali".gumamnya ."ngapain dia di dalam sana, kalau begini bisa-bisa telat sampenya".gumamnya yang sudah tidak sabar manunggu Fisha yang begitu lama,ntah apa saja yang ia lakukan. batin Alkasy.
Alkasy pun segera memutuskan untuk memanggil Fisha dengan mengedor pintu rumah Fisha.
"Tidak di kunci".ucapnya yang baru saja ingin mengedor pintu tersebut, tapi baru saja sedikit dorongan dari tangannya ternyata tidak di kunci oleh Fisha , Alkasy pun segera memutuskan untuk masuk kedalam,sambil berteriak memanggil nama kekasih hatinya.