
Baru kali ini Al melihat Fisya berpenampilan seperti itu,dulu perempuan yang ada di hadapannya ini selalu berpakaian biasa saja , tapi malam ini tampilan Fisya membuat nya terpukau, selama ia mengenal sekretarisnya itu tidak pernah berpakainya seperti ini , setiap teman yang menyuruh Fisya untuk berdandan dia pasti tetap degan pendiriannya berpakaian dengan sederhana.
"Apa mungkin selama ini Fisya menutup kecantikannya itu, tapi entahlah".batin Al yang merasa kacau melihat penampilan sekretarisnya malam ini.
Kalau sudah seperti ini pasti selalu terdegar alunan music di telingan Al melihat Fisya yang begitu cantik seakan-akan ada sura yang sedang bernyanyi di telinganya," terpesona aku terpesona memandang wajahmu yang yang manis dan cantik",itulah alunan music yang terdegar di telingannya.
"Tuan apa kita bisa pergi sekarang".?tanya Fisya lagi yang melihat tidak ada pergerakan sama sekali dari atasannya.
Seketika itu juga lamuna Al buyar mendegar panggilan dari sekretarisnya sekali lagi.
"Ah..ii-iya jadi ayo masuk".
Al mengitari mobilnya untuk membuka pintu untuk Fisya duduk di sebelah nya nanti.
Fisya yang melihat Al sampai harus membuka pintu untuknya jadi merasa tidak enak, baginya tidak seharusnya Al repot -repok memperlakukanya seperti itu diakan hanya seorang bawahan jadi tidak pantas di perlakukan sedemikin oleh atasannya.
"Tuan, biar saya saja yang nyetir".
Mendegar perkataan sekretarisnya seketika rasanya emosi Al naik, ingin rasanya dia marah kepada Fisya tapi dia tahan agar dia tidak memarahi sekretarisnya ini.
"Kamu ini cepat masuk, tidak ada tapi-tapian".Al tau Fisya pasti akan berbicara seperti itu jadi lebih baik dia mengucapkannya lansung dari pada nanti sekretarisnya itu menyela lagi.
"Saya bisa membukan pintu mobilnya sendiri tuan tidak perlu anda melakukannya tuan",.
"Kamu ini berhentilah bersikap seperti atasan dan bawahan, untuk kali ini saja , saya mohon sama kamu agar menjadi pasangan ku untuk malam ini, jadi apa yang aku lakukan aku harap kamu bisa mengerti".melihat Fisya yang ingin menjawab kembali perkataanya segera Al berkata lagi.
"Jadi saya sangat-sangat memohon Sya ,aku ingin kamu jadi pasangan ku malam ini untuk datang keacaranya pak Dahlan,apa kata orang Sya kalau saya datang tanpa membawa pasangan,orang-orang disana menganggap aku tidak laku lagi nanti Sya ,aku mohon.
"Baiklah"pasrah Fisya
"Terimaksih"dirinya begitu senang mendegar jawaban dari Fisya,dengan seyum yang semakin lebar Al menyuruh Fisya untuk masuk ke dalam mobil.
"Kalau begitu silahkan masuk,hati-hati kepalannya".dengan seyum yang semakin lebar saja Al menyuruh Fisya untul segera masuk.
Fisya hanya bisa menaikan sebelah alisnya saja mendegar perkataan Al.
lalu Al segera menutup kembali pintu mobil, setelah itu Al segera berjalan memutari mobilnya untuk ia masuk kembali kedalam mobil, lalu membawa roda empat itu menuju ke kediaman tuan Dahlan wijaya.
Al merasa suasana di dalam mobil begitu sepi,ia tidak ingin suasana seperti ini langsung saja ia berkata.
"Nanti di sana kamu harus memanggil ku dengan Mas ya atau sayang juga boleh".
Fisya mengerutkan dahinya mendegar apa yang Al katakan.
"Kenapa"?
"Tidak apa,apa sih",hanya saja kamu kan malam ini jadi pasangan aku jadi harus bersikap seperti yang aku katakan".
"Tidak bisa" ia tidak ingin berpura pura menjadi kekasih Al,iya tidak ingin kejadian masalalu terulang lagi.
"Kenapa".langsung saja Al mengarahkan pandangannya ke arah sekretarisnya itu mendegar jawaban yang di berikan oleh wanita itu.