
"Bunda sama ayah jadi pulang hari ini "? tanya Fisha,melihat bundanya yang sudah rapi dan sudah bersiap-siap untuk pulang dengan koper yang sudah ditangan.
Ya. Bunda Sofia dan ayah Radit memutuskan untuk segera pulang ke kampung halamannya, lagian sudah cukup bagi mereka berada di sini, sudah hampir seminggu mereka berada di kota tempat putrinya bekerja jadi sudah waktunya bagi mereka untuk pulang ke rumahnya.
"Iya adek , putri bunda yang paling cantik, Ayah sama bunda pulang hari ini". sahut bunda Sofia seperti biasa selalu saja memanggil Fisha dengan panggilan nama kecilnya dulu.padahal Fisha sudah besar tidak pantas lagi di panggil dengan panggilan Adek.
"Tapi Fisha masih rindu bun"! ucap nya sedih, seraya memeluk bundanya dari belakang, menyandarkan kepalanya di punggu bundanya, sebentar lagi dirinya akan kembali sendiri lagi karena akan di tinggal pulang oleh kedua orang tuanya.
"Udah ngak usah sedih". ucap bunda Sofia mengusap tangan putrinya yang ada di perutnya.
"Gimana ngak sedih bun , cuma sebentar bunda di sini, udah mau balik lagi, lagian kenapa ngak tinggak di sini aja sih bun? kalau begini Fisha bakal sendirian lagi".ujarnya.
"Mana bisa begitu, lagian ayah juga tidak mau tinggal di kota,adek kan tau sendiri gimana sifat ayah?, kalau udah bilang A tetap A ngak boleh di rubah-rubah, lagi pula ayah itu udah nyaman tinggal di desa mana mau tinggal di kota, ayah cinta mati sama tanah kelahiranya asal adek tahu!".ujar bunda Sofia yang membuat raut wajah Fisya semakin pias saja, mendegar penuturan bundanya, memang kalau sudah bersangkutan dengan prinsip ayahnya itu pasti susah sekali untuk di ajak negosiasi.
"Tapi... mana tau ayah berubah pikiran mau tinggal di sini kalau adek yang minta".ujar bunda Sofia lagi. "di coba aja dulu,coba utarakan keinginan adek sama ayah mana tau berhasil , jangan sama bunda, bunda ngak bisa jawab karna yang punya kendali itu ayah,".
"Kalau ayah nolak lagi gimana bun"? tanya Fisha takut gagal lagi, karna dulu pernah ia utarakan keinginannya itu tapi ayah nya menolak.
"Ya.. berarti anda belum beruntung, coba lagi"! ucap bunda Sofia terseyum melihat wajah putrinya yang cemberut. " jangan sama bunda aja adek ngomongnya kalau bunda mah kemana ayah pergi bunda ya ngikut-ngikut aja!, makanya kalau ngak mau merasa sendiri cepat nikah biar ada temannya, jadi ngak sedih lagi kalau bunda tinggal pulang". ujar bunda Sofia.
"Lagian kamu ini juga aneh, seharusnya kamu yang pulang jenguk ayah sama bunda di kampung, ini malah bunda yang selalu datang ke sini buat jeguk kamu, sekalian kalau pulang nanti jangan lupa bawa pulang calon mantu".goda bunda Sofia.
"Ini, ni selalu saja gitu jawabannya. padahal kamu itu udah pantas dan matang buat nikah, udah mau 30 kan?memangnya kamu mau jadi perawan tua? ngak kan? bunda sama ayah juga udah pada tua pengen lihat anak perempuan satu-satunya segera menikah, udah ada yang jagain tentunya jagan seperti ini tiap bunda tinggalin adek di sini sendirian pasti khawatir sama putri bunda yang tinggal sendiri di kota orang, ngak usah cemberut gitu kalau di bilangin sama orang tua".ucap Bunda Sofia membalikan badanya menatap putri satu-satunya ini lebih nyaman
"Iya iya" jawab Fisha cemberut.
"Udah siap bun"?tanya Ayah Radit yang baru saja masuk ke dalam kamar menghentikan pembicaraan di antara ibu dan anak.
"Sudah yah ".jawab bunda Sofia.
"Kalau begitu ayo kita turun bun, mungkin taxinya sudah sampai".ucap ayah Radit, lalu segera mengambil alih koper yang sebelumnya di tangan istrinya.
*
*
*
... maaf baru up lagi, lagi buntu soalnya๐๐๐...