
Seorang wanita berlari di koridor bernuansa putih,hentakan sepatunya memenuhi seisi koridor ini tidak perduli dengan matayang memandang kearahnya.
pikirannya kalut karena tadi dokter yang merawat ayah nya mengabarinya kalau ayahnya mengalami sesak nafas akut.
buliran liquid memenuhi pipi tembam nya, sesampai nya dia didepan pintu kamar yang dituju nya langsung saja wanita itu menggeser pintu berbahan kayu.
pandangan nya tertuju pada seorang pria yang tergulai lemas diatas ranjang rumah sakit, dadanya sesak melihat pemandangan itu, didekatinya pria itu dan menggenggam tangan ayahnya.
"Ayah aku datang" ujar wanita yang memanggil sebutan ayah di depan pria ini.
"Dara.." panggil ayah
Yaa namanya adalah Dara Agustina seorang wanita yg hanya kuliah sampai semester 5 dia terpaksa berhenti karena tidak mempunyai biaya,lebih baik uang nya dipakai untuk berobat ayahnya dari pada untuk kuliah pikir dara.
.................................................................................
Seorang pria berperawakan tinggi nan tampan berjalan santai ke arah ruangan salah satu rumah sakit yang ada disini, ditemani oleh sekertaris nya yaitu sekertaris Mun yg setia betjalan dibelakang bos nya itu.
Dia adalah Rio Sanjaya CEO diperusahan Sanjaya Gruop banyak rumor mengenai tentang nya yang suka mengganti pasangan dalam semalam dan sering meniduri wanita wanita luar tapi Rio tidak mau memikirkan rumor yang selalu tertuju padanya, jadi dia santai saja.
setelah menemukan ruangan yang dicarinya sekertaris Mun langsung membukakan pintu untuk Tuan muda nya "Silakan Tuan muda" ujar Sekertaris mun dengan sopan.
Rio memasuki ruangan itu dan mendapati dokter sekaligus temannya, dokter kevin dia adalah teman seperjuangan Rio masa SMA dulu, yang masih bodoh bodoh nya memperjuangkan cinta kepada wanita tidak tau diri.
" Wah,wahh kau datang, duduklah" tawar kevin yang melihat rio datang.
"Tumben kau datang, ada masalah? kau sakit?" tanya kevin dengan pertanyaan beruntun.
"Aku datang hanya ingin memeriksa apakah aku bisa mempunyai anak?" tanya Rio santai
"Kau ingin mempunyai anak? Kenapa tiba tiba?" tanya kevin dengan raut wajah penasaran.
"Lalu kenapa kau bertanya tentang anak jika tidak ingin menikah?" tanya kevin bingung
"Aku akan menyuruh wanita yang mau mengandung anaku" jawab Rio santai.
"Kau gila?" Ujar Kevin yang tidak habis pikir pada temannya ini.
Sekertaris Mun dari tadi hanya berdiri disamping Tuan nya, mendengarkan apa yang mereka bicarakan itulah yang saat ini dilakukannya.
"Mun" panggil Rio
"Iya Tuan" jawab Sekertaris Mun.
"Aku ingin kau mencari wanita yang mau mengandung anaku,akan ku bayar mereka dengan mahal" Ujar Rio seraya berdiri dari duduknya.
"Apa kau yakin?" Tanya Kevin kepada Rio.
"Kenapa tidak? Aku hanya menunggu wanita yg mengandung anaku melahirkan setelahnya aku bisa membuang mereka kan?" Rio menerangkan.
"Kau dengar apa yang ku katakan?" Tanya Rio yang menoleh kepada Sekertaris Mun
"Baik Tuan" jawab Sekertaris Mun patuh.
"Baiklah,aku pergi dulu,sampai jumpa" ujar Rio pada temannya.
Setelah bertemu dengan Kevin, Rio melenggang pergi dari tempat nya,dan menginjakan kaki nya dari tempat itu, karena Rio tidak menyukai rumah sakit yang menurutnya tempat itu adalah tempat banyak berbagai macam penyakit.
"Apa jadwalku hariini?" tanya Rio
"Anda akan bertemu Nyonya Tuan" jawab Sekertaris Mun.